TALQIN artinya Ta’lim (mengajarkan)
TALQIN MAYIT ... berarti mengajarkan orang yang hendak meninggal dunia untuk mengucapkan kalimat yang paling bermanfaat baginya di akhir hayatnya, yaitu _kalimat tauhid, *LAA ILAAHA ILLALLAAH.*_
Talqin merupakan salah satu tugas orang yang hidup kepada saudaranya yang hendak meninggal. Dalam hadits dari _Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda,
*لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ*
*_"Talqinlah orang yang hendak mati diantara kalian untuk mengucapkan laa ilaaha illallaah._*
```(HR. Muslim 916)```
Kalimat ini ditekankan agar dia bisa mendapat surga.
Dari _Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda,
*مَنْ كَانَ آخِرُ كَلامِهِ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ*
*_"Siapa yang kalimat terakhirnya laa ilaaha illallaah maka wajib masuk surga._*
```(HR. Ahmad 21529, Abu Daud 3116, dan dihasankan al-Albani)```
*Bagaimana Cara Mentalqin Calon Mayit?*
*_Pertama,_*
Bisikkan kepada orang yang hendak meninggal untuk mengucapkan _laa ilaaha illallaah…_
*Misal, wahai ayahku, ucapkan laa ilaaha illallaah…
*_Kedua,_*
Bila perlu, tambahkan janji indah di akhirat jika berhasil mengucapkan _kalimat tauhid._
*Misalnya, ucapkan laa ilaaha illallaah, surga akan menantimu…*
Ini seperti yang dilakukan _Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam_ ketika mengajak _Abu Thalib_ untuk mengucapkan _laa ilaaha illallaah…_ ketika mendekati kematiannya.
Dari _al-Musayib bin al-Hazan, beliau_ bercerita,
Ketika _Abu Thalib_ hendak meninggal dunia, _Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam_ menawarkan beliau untuk mengucapkan _laa ilaaha illallaah,_
*أَيْ عَمُّ قُلْ : لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ , كَلِمَةٌ أُحَاجُّ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللَّهِ*
*_"Wahai paman, ucapkan laa ilaaha illallaah, kalimat yang akan aku jadikan sebagai alasan pembelaan paman di hadapan Allah._*
*Namun _Abu Thalib menolaknya._*
```(HR. Bukhari 3884)```
*_Ketiga,_*
Jangan sampai orang yang akan meninggal merasa terganggu karena yang mentalqin terlalu sering mengulang-ulang.
Karena ini bisa membuat dia menjadi tidak senang dengan ucapan _laa ilaa illallaah…_
_An-Nawawi_ mengatakan,
*وَكَرِهُوا الإِكْثَار عَلَيْهِ وَالْمُوَالاة لِئَلا يَضْجَر بِضِيقِ حَاله وَشِدَّة كَرْبه ، فَيَكْرَه ذَلِكَ بِقَلْبِهِ*
*"Para ulama membenci jika terlalu banyak dan terlalu sering ketika mentalqin. Agar tidak membuat calon mayit terganggu, karena dia sendiri sedang merasakan sakit, sehingga membuat hatinya membenci ajakan talqin.*
```(Syarh Shahih Muslim, 6/219)```
_*Keempat,*_
Jika calon jenazah sudah berhasil mengucapkan _laa ilaaha illallaah_, jangan diajak bicara apapun. Jangan tanya minta apa, jangan tanya apa yang dirasakan, dst. agar kalimat terakhir yang dia ucapkan adalah _kalimat tauhid_.
Jika dia berbicara atau meminta sesuatu, kabulkan permintaannya jika memungkinkan, setalah itu, _talqin ulang._
_*Kelima,*_
Apakah menggunakan kalimat perintah, misalnya, _“Ucapkan, laa ilaaha illallaah…”_ atau cukup kita mengulang-ulang kalimat _laa ilaaha illallaah_ di dekatnya?
_Imam Ibnu Utsaimin_ merinci hal ini dengan melihat kondisi si calon mayit.
1⃣ Jika calon mayit orangnya masih bisa diajak berfikir, atau dia orang kafir, maka bisa menggunakan kalimat perintah. Bahkan bisa diiringi janji.
*Misalnya, mari ucapkan laa ilaaha illallaah, surga akan menantimu.*
2⃣ Jika calon mayit orangnya lemah, tidak memungkinkan untuk memahami perintah, cukup dibisikkan kalimat tauhid di dekatnya, _laa ilaaha illallaah.._ sampai dia menirukannya.
*_(as-Syarh al-Mumthi’, 5/246)_*
*✍🏼 Catatan:*
Mengapa dalam talqin tidak menyebutkan pernyataan, _Muhammad Rasulullah❓_
Ada *2 alasan* untuk menjawab ini,
*[1]* Kalimat talqin _laa ilaaha illallaah_, itulah yang sesuai dalil. Sebagaimana dinyatakan dalam hadits di atas,
_Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda,
*لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ*
*_"Talqinlah orang yang hendak mati diantara kalian untuk mengucapkan laa ilaaha illallaah."_*
```(HR. Muslim 916)```
Karena kalimat tauhid _laa ilaaha illallaah_ adalah kunci islam.
*[2]* Bahwa persaksian, _Muhammad Rasulullah_ sifatnya mengikuti pernyataan syahadat kalimat tauhid dan menjadi penyempurna. Sehingga dalam kondisi yang sangat singkat dan berat, calon mayit lebih ditekankan untuk mengucapkan _laa ilaaha illallaah,_ karena ini yang pokok.
Meskipun ketika itu dibaca bersamaan, _laa ilaaha illallaah Muhammmad Rasulullah,_ tentu lebih sempurna.
_*(as-Syarh al-Mumthi’, 5/247)*_
_Demikian, *Allahu a’lam*_
📝 _Disampaikan oleh:_
*Ustadz Ammi Nur Baits*
*حفظه الله تعالى*
(Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
Insya Allah bermanfaat 🙏☺
Wassalamu'alaikumWrWb
0 comments:
Post a Comment