_*"RASA (Sirr)"*_
--------------------
Ada 3 jenis Rasa pd diri manusia: *MERASA, PERASAAN dan RASA*.
Yg pertama adalah : ____________________ "MERASA", *Merasa merupakan basyirah (mata HATI ) dari Akal dan nafsu*.
Misalnya: Merasa berilmu, Merasa punya harta, Merasa bisa beribadah dan Merasa bisa shalat, Merasa bisa sabar, Merasa bisa ikhlas atau Merasa bisa khusuk.
*Buah dari Merasa adalah ego dan ke-aku-an diri kita, riya' dan sombong, hati akan cenderung mengeras dan merasa paling benar*.
Jadi dlm melakukan segala sesuatu, baik itu berhubungan dgn Allah atau makhluk, bahkan pd diri sendiri *bila berangkat dari rasa Merasa, berarti yg melakukan segala sesuatu itu adalah akal dan nafsu kita*.
*Rasa Merasa itu bisa kita hadirkan (datangkan) dan bisa juga kita singkirkan. Bila akal dan nafsu yg berbuat, maka akan jauh dari rasa ikhlas dan tulus*.
Semuanya akan serba perhitungan, untung dan rugi, itu adalah perbuatan yg jauh dari Ridha Illahi dan dekat dgn Murka-Nya.
Yg kedua adalah: _________________________ "PERASAAN", *Perasaan merupakan basyirah (mata HATI) dari jiwa (jiwa itu adalah Ruh yg masih terbungkus oleh Nafsu)*.
Seperti Perasaan sayang, Perasaan cinta, Perasaan ikhlas, Perasaan sabar dan Perasaan khusuk.
Perasaan ini juga bisa dihadirkan, juga bisa kita tolak, misalnya: Perasaan sayang pd seseorang, Perasaan belas kasih kpd seseorang juga Perasaan sabar dan Perasaan khusuk.
Perasaan ini masih belum mencapai haqul yakin, masih jauh dari Allah. Misalnya, "Perasaan-ku, aku tadi telah mengunci rumah-ku !", (*Perasaan itu masih belum yakin dgn apa yg dirasa*) begitu juga Perasaan-Perasaan yg lainnya, seperti Perasaan shalat-ku telah khusyu' dan Perasaan aku telah menatap wajah Allah.
Semua itu adalah *Perasaan atau perjalanan jiwa, dan perjalanan jiwa itu belum jelas adanya. Jiwa tdk akan pernah sampai kehadirat Allah, hanya prasangka dan dagelan semata*.
Seperti apa yg dicapai oleh Meditasi, Kundalini, Yoga dan lain sbgnya (kesemuanya itu adalah kondisi yg kita ciptakan, itu hanya sampai pd alam bawah sadar, mohon diperhatikan hal ini, shg kita tahu sampai mana perjalanan ruhani kita, hanya sampai jiwa atau masuk kedalam ruh, krn *Ruh tdk bisa dikendalikan oleh kemauan kita, dia punya kehendak sendiri tdk bergantung pd kehendak kita*), itu hanya sampai pd ketenangan Jiwa (Nafsu Mutma'inah) hanya berkedudukan disurga belum mampu menatap "wajah-Nya" dan bertemu dgn-Nya.
Mohon direnungi, dgn apa kita melakukan segala sesuatu yg kita kerjakan, baik itu ibadah kpd Allah atau kpd sesamanya.
Yg ketiga adalah "RASA" : __________________________ *Rasa merupakan basyirah dari Sirr (zauq). Dan basyiratus Sirr adalah yg mampu mengenali Tuhan-Nya, dan basyiratus Sirr adalah penglihatan-nya Ruh*.
*Sifatnya Rasa tdk bisa didatangkan (dihadirkan seperti Perasaan dan Merasa), tapi dia datang dgn sendrinya tdk dpt dipinta dan ditolak*.
Misalnya disaat kita shalat, tiba-tiba keluar air mata dan rasa bahagia, tanpa kita pinta dan berusaha utk merasakannya, ada begitu saja, atau disaat kita duduk santai sambil rokok-an dan ditemani secangkir kopi, tiba-tiba diri merasakan satu rasa yg nikmat dan tentram dlm raga, tanpa kita berpikir sebelumnya itulah sifatnya Rasa.
*Dan Rasa bila sdh menyapa, itulah hakikatnya DIA sdg membelai raga kita, Allah sdg hadir menyapa raga dgn kasih-Nya*.
Apa yg disebut hijab dlm Rasa ? Yg disebut hijab dlm Rasa adalah, apa bila disaat kita shalat atau duduk dan merasakan apa yg saya jelaskan tadi, suatu kali Rasa itu tak datang menyapa, kita berusaha utk menghadirkannya (ingin mengulang rasa yg telah kita rasakan), *keinginan utk kembali merasakan itulah yg namanya hijab*, seperti yg telah saya sebutkan tadi Rasa tdk dpt kita hadirkan dan tolak, bila kita menghadirkan Rasa maka sesungguhnya itu bukan Rasa tapi sdh menjadi Merasa dan Perasaan.
*Rasa hanya bisa hadir dlm diri yg bersih dari segala berhala, yg menduakan Allah, dan hati yg lembut, hati yg lembut adalah hati yg hanya dipenuhi dgn Allah*.
*Pintu Rasa adalah dgn menyadari segala gerak laku itu atas ijin Allah, lakunya adalah tafakur (merenung), amalannya adalah diam*...
Itu aja...
Salam, tetap dlm renungan dan gerak - diam bersama-Nya.... SEMOGA BERMANFAAT, Aamiin yra 🙏🏼 , (maaf lahir dan bathin ).
0 comments:
Post a Comment