Kompilasi tentang islam

Saturday, February 25, 2017

Pengobatan

والإمام عليّ- رضوان الله عليه وكرم وجهه- جاء له رجل يشتكي وجعا، والإمام عليّ- كما نعرف- مدينة العلم والفتيا، وهبه الله مقدرة على إبداء الرأي والفتوى.
لم يكن الإمام عليّ طبيبا. لكن الرجل كان يطلب علاجا من فهم الإمام عليّ وإشراقاته.
قال الإمام عليّ للرجل: خذ من صداق امرأتك درهمين واشتر بهما عسلا، وأذب العسل في ماء مطر نازل لساعته- أي قريب عهد بالله- واشربه فإني سمعت الله يقول في الماء ينزل من السماء: {وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُّبَارَكًا} [ق: 9].
وسمعته سبحانه وتعالى يقول في العسل: {فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ} [النحل: 69] وسمعته يقول في مهر الزوجة: {فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَّرِيئًا} [النساء: 4] فإذا اجتمع في دواء البركة والشفاء الهنيء والمريء عافاك الله إن شاء الله. لقد أخذ الإمام عليّ- رضوان الله عليه وكرم وجهه- عناصر أربعة ليمزجها ويصنع منها دواء ناجعا، كما يصنع الطبيب العلاج من عناصر مختلفة وقد صنع الإمام عليّ علاجا من آيات القرآن. اهـ.
Pada suatu saat datanglah seseorang kepada al Imam Ali Karromallahu Wajhah yang mengeluh tentang sakitnya.
Seperti yang kita semua ketahui bahwasannya adalah Gerbangnya Ilmu dan juga Fatwa,  yang mana Allah anugerahkan didalamnya kemampuan serta kecerdasan dalam melahirkan pendapat suatu hukum dan fatwa.
Al Imam Ali juga bukanlah seorang dokter,  akan tetapi orang tsb meminta resep obat menurut pemahaman dan pencerahannya Al Imam Ali.
Al-Imam Ali berkata kepada orang tsb: Mintalah uang mahar kepada istrimu dua dirham lalu belilah madu dan madu itu campurlah (aduk)  dengan air hujan (yang hujan turun disaat itu)  kemudian minumlah.
Karena aku mendengar Allah SWT berdirman tentang air hujan didalam surat Qaaf:9
وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ
Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.

Sedangkan tentang Madu aku mendengar Allah berfirman dalam surat An-Nahl:69
ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.

Sedangkan tentang Mahar,  Allah berfirman dalam surat An Nisa':4
وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَرِيئًا

Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya. (Surat an-Nisa ayat; 4).

Apabila didalam obat itu terkandung kumpulan BAROKAH,  SYIFA' (OBAT) dan HANI'AN MARI'A (YG SEDAP LAGI BAIK AKIBATNYA) In Sya'a Allah,  Allah akan segera menyembuhkanmu.

AL IMAM ALI KARROMALLAHU WAJHAHU TELAH MENGAMBIL EMPAT UNSUR (INTISARI)  DAN DISATUPADUKAN MENJADI SATU OBAT YANG MUJARAB,  seperti halnya para dokter atau ahli obat dalam meracik ramuan obat yang bersuamber dari intisari-intisari bermacam macam.
TETAPI BEDANYA ADALAH AL IMAM ALI KARROMALLAHU WAJHAHU MENGAMBIL INTISARI OBAT LANGSUNG DAN BERSUMBER DARI AYAT-AYAT AL QUR'AN.

Sikutip dari Fawaidl As-Sya'rawi tafsir Surat An-Nisa ayat 4.

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.