❄Siapakah pedagang sukses yang dimaksud Allah itu...?
Yaitu mereka yang melakukan transaksi jual beli dengan Allah SWT. Mereka menjual harta, jiwa, dan raganya untuk membeli jannah firdaus. Inilah hakikat transaksi jual beli yang paling menguntungkan, yang dengannya para penjual tidak sedikit pun dirugikan,
“Hai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan *berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu.* Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya.” (Ash-Shaf: 10-11).
❄Dalam hadits shahih banyak diriwayatkan, bahwa puncak dari amal kebaikkan adalah mereka yang berjuang di jalan Allah dengan harta dan jiwanya, kemudian mereka dicatat oleh Allah sebagai hamba yang gugur di jalan-Nya, memperoleh mati syahid.
Berdoalah agar Allah memberikan kita kematian yang mulia, mati syahid di jalan-Nya.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati para hamba. Hamba yang jujur mereka akan berupaya untuk meraih cinta dan ridho-Nya. Hal ini akan terlihat dari pengorbanannya untuk tegaknya Agama Allah. Seandainya ia belum berkesempatan untuk berangkat berjihad dengan jiwa raganya, maka ia akan berjihad dengan hartanya. ❄Bukankah di dalam Al Qur’an, ketika Allah menyerukan perintah berjihad, Ia lebih sering mengedepankan lafal harta dari pada jiwa raga. Hal ini oleh para mufassir dijelaskan bahwa berjihad dengan harta memiliki keutamaan yang besar, dalam sebuah hadits Nabi bersabda, “Barangsiapa yang membiayai perjuangan di jalan Allah (demi tegaknya Islam), maka ia mendapatkan pahala sebagaimana mereka yang berangkat ke medan juang.” (Muttafaqun ‘alaih).
❄Kisah Shuhaib ar-Rumi merupakan salah satu contoh yang bisa kita tiru. Di saat perjalanannya seorang diri, dengan membawa emas dan hartanya, menuju kampung hijrah Madinah.
✨Namun di tengah jalan ia dicegat oleh Musyrikin Quraisy, “Wahai Shuhaib, ingatlah ketika dahulu kau pertama kali dateng ke Makkah dengan tanpa memiliki apa-apa. Kemudian kami memmodalimu sehingga engkau menjadi salah satu penduduk Makkah yang terkaya. Apakah setelah itu kau akan pergi dari kami dengan membawa semua hartamu menuju Muhammad? Demi Uzza dan Latta, kami tidak akan membiarkanmu begitu saja.”
❄“Seandainya memang hartakulah yang kalian inginkan aku akan memberikannya semua, termasuk apa yang sudah ku sembunyikan di Makkah. Namun jika kalian masih tetap menghalangiku untuk bertemu dengan kekasihku, sungguh demi Allah, aku tidak akan segan-segan untuk membunuh kalian, walaupun akhirnya aku juga akan terbunuh.”
❄Maka Shuhaib pun meninggalkan semu hartanya. Demi Allah ayat Al Quran yang memuji perbuatannya lebih dahulu turun di Madinah sebelum orang yang dimaksud sampai. (QS. Al Baqarah: 207).
❄Maka begitu sampainya di Madinah, manusia berduyun-duyun mengucapkan selamat kepadanya. Sepontan ia merasa heran dan malu, namun keheranan itu menjadi sirna setelah ia menemui Nabi sang kekasih, bahwa Allah telah menerima perniagaan dari hamba-Nya yang ikhlas, Shuhaib bin Sinan ar Rummi.
🌾Semoga kita bisa mencontoh orang-orang yang ikhlas dalam berjuang dari para Shalafush Shalih.
0 comments:
Post a Comment