Kompilasi tentang islam

Thursday, July 6, 2017

Hakikat Orang yang Sombong

Sudahkah kita mengetahui hakikat orang yang sombong ? Apakah yang bermegah-megah dalam kekayaan ? Apakah yang berbangga-bangga dengan prestasi ? Apakah yang menunjukkan kemewahan dari ujung kepala sampai ujung kaki ?

Jawabannya benar. Itu adalah kesombongan jika dalam hatinya ada tujuan untuk merendahkan orang lain. Namun ada satu kriteria lagi yang terlupakan dalam diri kita, yaitu kecenderungan menolak kebenaran.

Rasulullah shalallahu ‘alayhi was sallam bersabda :

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” (HR Muslim)

Pernahkah kita mengingkari kebenaran yang disampaikan oleh orang lain kepada kita ? Pernahkah hati kita berbalik mencela ketika seseorang menasehati kita ? Pernahkah kita berontak ketika seseorang menyampaikan suatu hal yang benar namun tidak kita ridhai ? Jika kita pernah atau bahkan sering seperti itu maka hakikatnya itu adalah suatu kesombongan.

Terimalah kebenaran bahkan jika itu keluar dari mulut orang yang engkau benci. Ingatlah kisah ketika seorang setan mengabarkan keutamaan membaca ayat kursi sebelum tidur kepada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Ketika ia ceritakan kepada Nabi shallallahu ‘alayhi was sallam, Nabi berkata :

صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ذَاكَ شَيْطَانٌ

“Dia benar, walaupun sebetulnya ia pendusta. Dia adalah setan.” (HR Bukhari)

Simak pula kisah dua orang nenek Yahudi yang menceritakan tentang disiksanya orang yang ada di dalam kubur kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha. Aisyah kemudian lantas mendustakannya. Ketika ia ceritakan pada Nabi, beliau shalallahu ‘alayhi was sallam pun berkomentar :

صَدَقَتَا إِنَّهُمْ يُعَذَّبُونَ عَذَابًا تَسْمَعُهُ الْبَهَائِمُ كُلُّهَا

“Keduanya benar. Sesungguhnya orang-orang disiksa di dalam kuburnya, dengan siksaan yang terdengar oleh semua binatang.” (HR Bukhari & Muslim)

Maka, jika dari setan dan orang Yahudi saja Rasulullah shalallahu ‘alayhi was sallam dapat menerima kebenaran kenapa kita masih saja sulit untuk menerima kebenaran dari saudara kita sesama muslim ? Apakah ia lebih rendah dari setan dan orang Yahudi ? Ataukah kita yang lebih mulia dari seorang Nabi ?

Semoga Allah melembutkan hati kita
---------------------
Fanpage facebook : Hikmah Muslim
Instagram : @hikmahmuslim

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.