Kompilasi tentang islam

Sunday, July 16, 2017

9 hal seputar TATA CARA WUDHU

Tata cara wudlu seperti yang diajarkan oleh Nabi s.a.w., dapat disimpulkan sebagai berikut:

(1) Menggosok gigi terlebih dulu;
(2) Mengucapkan bismillah;
(3) Mencuci kedua telapak tangan
3.1. Cuci telapak tangan tiga kali
3.2. Mensela-sela jari
(4) Kumur-kumur dan hirup air ke hidung
4.1. Kumur-kumur dan hirup air tiga kali;
4.2. Satu kali mengambil air untuk kumur-kumur dan menghirup air;
4.3. Diambil oleh tangan kanan
4.4. Menghirup air dengan kuat;
(5) Membasuh wajah
5.1. Basuh wajah tiga kali;
5.2. Mensela-sela janggut
(6) Membasuh kedua tangan
6.1. Basuh kedua tangan sampai
sikut;
6.2. Dilakukan sebanyak tiga kali
6.3. Yang kanan dulu, baru yang kiri
6.4. Memutarkan air di daerah sikut;
6.5. Tidak cukup disiram saja, tetapi digosok dengan tangan satu lagi;
(7) Mengusap kepala
7.1. Kepala itu diusap, bukan dibasuh
7.2. Kepala itu diusap cukup satu kali saja;
7.3. Diusap dengan dua tangan, bukan dengan satu tangan;
7.4. Caranya kedua tangan diletakkan di bagian depan kepala, lalu diseret ke tengkuk, lalu
dikembalikan lagi ke depan;
7.5. Lalu mengusap kedua telinga. Telunjuk dipakai untuk mengusap bagian dalam daun telinga, sedangkan ibu jari dipakai untuk mengusap bagian luar telinga.
7.6. Tidak mengambil air baru untuk kedua telinga, tetapi memakai air yang sudah diusapkan ke kepala;
(8) Membasuh kaki
8.1. Basuh kaki sampai mata kaki;
8.2. Dilakukan sebanyak tiga kali;
8.3. Dahulukan yang kanan baru yang kiri;
8.4. Digosok dengan jari kelingking
(9) Membaca doa usai wudlu;

DALIL-DALIL:

Adapun dalil-dalilnya adalah:
(1) Menggosok gigi terlebih dulu;
ﻟَﻮْﻟَﺎ ﺃَﻥْ ﺃَﺷُﻖَّ ﻋَﻠَﻰ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﻟَﺄَﻣَﺮْﺗُﻬُﻢْ ﺑِﺎﻟﺴِّﻮَﺍﻙِ ﻣَﻊَ ﻛُﻞِّ
ﻭُﺿُﻮﺀٍ
Sabda Nabi SAW: “Seandainya tidak memberatkan terhadap umatku, tentulah aku suruh mereka untuk bersiwak di
setiap kali berwudlu.” (Ahmad: 9548) Yang dimaksud dengan ‘siwak’ ialah gosok gigi. Dan ini tidak wajib, tetapi sunnat saja.

(2) Mengucapkan bismillah;
ﻟَﺎ ﻭُﺿُﻮﺀَ ﻟِﻤَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺬْﻛُﺮْ ﺍﺳْﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
Sabda Nabi SAW: “Tidak ada wudlu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah atasnya.” (Tirmidzi: 25) Yang dimaksud
‘menyebut nama Allah’ ialah mengucapkan bismillah .

(3) Mencuci kedua telapak tangan

Mencuci kedua telapak tangan hingga tiga kali. Boleh juga dilakukan sebanyak dua kali. Dianjurkan mensela-sela jari.

3.1. Cuci telapak tangan tiga kali
ﻓَﺄَﻓْﺮَﻍَ ﻋَﻠَﻰ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻣِﻦْ ﺇِﻧَﺎﺋِﻪِ ﻓَﻐَﺴَﻠَﻬُﻤَﺎ ﺛَﻠَﺎﺙَ ﻣَﺮَّﺍﺕٍ
lalu dia tuangkan air ke kedua tangannya dari wadah air tersebut, lalu dia cuci sebanyak tiga kali (Bukhori: 159) Ini adalah tata cara wudlu Rasulullah Saw yang diajarkan oleh Usman bin Affan r.a.

3.2. Mensela-sela jari
ﻭَﺧَﻠِّﻞْ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﺄَﺻَﺎﺑِﻊِ
Sabda Nabi SAW: Dan sela-selailah di antara jari jemari (Abu Daud: 123)

(4) Kumur-kumur dan hirup air ke hidung

Kumur-kumur, menghirup air ke hidung dan mengeluarkan kembali. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. Yaitu tiga kali mengambil air. Satu kali mengambil air dipergunakan untuk kumur-kumur dan menghirup air. Mengambil air dilakukan oleh tangan kanan. Khusus untuk menghirup air ke hidung, lakukanlah dengan kuat.

4.1. Kumur-kumur dan hirup air tiga kali;
ﺛُﻢَّ ﻣَﻀْﻤَﺾَ ﻭَﺍﺳْﺘَﻨْﺜَﺮَ ﺛَﻠَﺎﺛًﺎ
Kemudian dia berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung lalu dikeluarkan kembali sebanyak tiga kali (Bukhori: 179

4.2. Satu kali mengambil air untuk kumur-kumur danmenghirup air;
ﻣِﻦْ ﻏَﺮْﻓَﺔٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ
Dari satu kali cedukan air (Bukhori: 192)

4.3. Diambil oleh tangan kanan
ﺛُﻢَّ ﺃَﺩْﺧَﻞَ ﻳَﻤِﻴﻨَﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻮَﺿُﻮﺀِ
Kemudian dia masukkan tangan kanannya ke dalam bijana air wudlu (Bukhori: 159) Namun bila kesulitan, dengan dua tangan tidak mengapa.

4.4. Menghirup air dengan kuat;
ﻭَﺑَﺎﻟِﻎْ ﻓِﻲ ﺍﻟِﺎﺳْﺘِﻨْﺸَﺎﻕِ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﻜُﻮﻥَ ﺻَﺎﺋِﻤًﺎ
Sabda Nabi SAW: Dan hiruplah air ke hidung dengan kuat, kecuali jika kamu sedang shaum (Abu Daud: 123)

(5) Membasuh wajah

Membasuh wajah ini dilakukan sebanyak tiga kali. Khususuntuk yang berjanggut, ambillah segenggam air untuk mensela-sela janggutnya.

5.1. Basuh wajah tiga kali;
ﺛُﻢَّ ﻏَﺴَﻞَ ﻭَﺟْﻬَﻪُ ﺛَﻠَﺎﺛًﺎ
Kemudian dia cuci wajahnya tiga kali (Bukhori: 159

5.2. Mensela-sela janggut
ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻛَﺎﻥَ ﺇِﺫَﺍ
ﺗَﻮَﺿَّﺄَ ﺃَﺧَﺬَ ﻛَﻔًّﺎ ﻣِﻦْ ﻣَﺎﺀٍ ﻓَﺄَﺩْﺧَﻠَﻪُ ﺗَﺤْﺖَ ﺣَﻨَﻜِﻪِ ﻓَﺨَﻠَّﻞَ
ﺑِﻪِ ﻟِﺤْﻴَﺘَﻪُ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻫَﻜَﺬَﺍ ﺃَﻣَﺮَﻧِﻲ ﺭَﺑِّﻲ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ
Sesungguhnya Rasulllah SAW apabila berwudlu, beliau ambil segenggam air, lalu ia masukkan ke bawah dagunya, lalu ia sela-sela janggutnya, seraya berkata: “Beginilah yang diperintahkan Tuhanku kepadaku (Abu Daud: 124)

(6) Membasuh kedua tangan

Membasuh kedua tangan ini dilakukan sebanyak tiga kali. Dimulai dengan tangan kanan sampai sikut sebanyak tiga kali. Dilanjutkan dengan tangan kiri sampai sikut pula sampai tiga kali. Namun boleh pula dilakukan sebanyak tiga kali. Nabi SAW terbiasa memutarkan air di bagian sikutnya. Namun tidaklah cukup disiram saja, tetapi dibantu digosok dengan tangan satu lagi. Tujuannya, supaya tidak ada daerah tangan yang tidak tersentuh air.

6.1. Basuh kedua tangan sampai sikut;

6.2. Dilakukan sebanyak tiga kali

6.3. Yang kanan dulu, baru yang kiri

ﺛُﻢَّ ﻏَﺴَﻞَ ﻳَﺪَﻩُ ﺍﻟْﻴُﻤْﻨَﻰ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻤِﺮْﻓَﻖِ ﺛَﻠَﺎﺙَ ﻣَﺮَّﺍﺕٍ ﺛُﻢَّ
ﻏَﺴَﻞَ ﻳَﺪَﻩُ ﺍﻟْﻴُﺴْﺮَﻯ ﻣِﺜْﻞَ ﺫَﻟِﻚَ

Kemudian ia cuci tangan kanannya sampai sikut sebanyak tiga kali. Kemudian tangan kiirinya, juga demikian. (Muslim: 331)

6.4. Memutarkan air di daerah sikut;
ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَ ﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﺫَﺍ ﺗَﻮَﺿَّﺄَ
ﺃَﺩَﺍﺭَ ﺍﻟْﻤَﺎﺀَ ﻋَﻠَﻰ ﻣِﺮْﻓَﻘَﻴْﻪِ
Rasulullah SAW apabila berwudlu, beliau memutarkan air di kedua sikutnya (Baihaqi: 259 / Menurut Albani: sahih)

6.5. Tidak cukup disiram saja, tetapi digosok dengan tangan satu lagi;
ﻓَﺠَﻌَﻞَ ﻳَﺪْﻟُﻚُ ﺫِﺭَﺍﻋَﻴْﻪِ
Lalu beliau (Rasulullah SAW) menggosok kedua lengannya tersebut. (Ibnu Khuzaimah)

(7) Mengusap kepala

Hal ini berdasarkan kepada firman Allah Ta’ala: “dan usaplah kepala-kepala kalian … (Qs. Al-Maidah (5): 6)

Jadi kepala itu diusap, bukan dibasuh. Juga bukan disentuh rambut depannya saja. Mengusap kepala cukup satu kali saja. Diusap dengan kedua tangan, bukan satu tangan. Caranya, dimulai dari bagian kepala paling depan, ditarik ke belakang hingga tengkuk, lalu dikembalikan lagi ke depan. Lalu langsung mengusap kedua telinga. Caranya, ibu jari dipakai mengusap daun telinga bagian luar. Sedangkan telunjuk dipakai mengusap daun telinga bagian dalam.

7.1. Kepala itu diusap, bukan dibasuh
ﺛُﻢَّ ﻣَﺴَﺢَ ﺑِﺮَﺃْﺳِﻪِ
Kemudian beliau mengusap kepalanya (Bukhori: 137)

7.2. Kepala itu diusap cukup satu kali saja;
ﻭَﻣَﺴَﺢَ ﺑِﺮَﺃْﺳِﻪِ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓً
Dan ia mengusap kepalanya satu kali (Abu Daud: 100)

7.3. Diusap dengan dua tangan, bukan dengan satu tangan;
ﺛُﻢَّ ﻣَﺴَﺢَ ﺭَﺃْﺳَﻪُ ﺑِﻴَﺪَﻳْﻪِ
Kemudian ia mengusap kepalanya dengan kedua tangannya (Bukhori: 179)

7.4. Caranya kedua tangan diletakkan di bagian depan kepala, lalu diseret ke tengkuk, lalu dikembalikan lagi ke depan;

ﻓَﺄَﻗْﺒَﻞَ ﺑِﻬِﻤَﺎ ﻭَﺃَﺩْﺑَﺮَ ﺑَﺪَﺃَ ﺑِﻤُﻘَﺪَّﻡِ ﺭَﺃْﺳِﻪِ ﺣَﺘَّﻰ ﺫَﻫَﺐَ
ﺑِﻬِﻤَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﻗَﻔَﺎﻩُ ﺛُﻢَّ ﺭَﺩَّﻫُﻤَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻤَﻜَﺎﻥِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺑَﺪَﺃَ ﻣِﻨْﻪُ

Lalu beliau memulai dari depan, dan terus ke belakang kepala. Beliau mulai dari bagian kepalanya, lalu diseret dengan kedua tangannya sampai ke tengkuknya, kemudian mengembalikan kedua tangannya ke tempat di mana ia mulai. (Bukhori: 179)

7.5. Lalu mengusap kedua telinga. Telunjuk dipakai untuk mengusap bagian dalam daun telinga, sedangkan ibu jari dipakai untuk mengusap bagian luar telinga.

ﻓَﺄَﺩْﺧَﻞَ ﺇِﺻْﺒَﻌَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﺒَّﺎﺣَﺘَﻴْﻦِ ﻓِﻲ ﺃُﺫُﻧَﻴْﻪِ ﻭَﻣَﺴَﺢَ
ﺑِﺈِﺑْﻬَﺎﻣَﻴْﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﻇَﺎﻫِﺮِ ﺃُﺫُﻧَﻴْﻪِ ﻭَﺑِﺎﻟﺴَّﺒَّﺎﺣَﺘَﻴْﻦِ ﺑَﺎﻃِﻦَ
ﺃُﺫُﻧَﻴْﻪِ
Lalu beliau (Rasulullah SAW) memasukkan kedua jari telunjuknya ke dalam telinganya. Kedua ibu jari dipakai untuk mengusap bagian luar daun telinga, sedangkan telunjuk
dipakai mengusap bagian dalam daun telinganya. (Abu Daud: 116)

7.6. Tidak mengambil air baru untuk kedua telinga, tetapi memakai air yang sudah diusapkan ke kepala;
ﻭَﻣَﺴَﺢَ ﺑِﺮَﺃْﺳِﻪِ ﺑِﻤَﺎﺀٍ ﻏَﻴْﺮِ ﻓَﻀْﻞِ ﻳَﺪِﻩِ
Dan beliau (Rasulullah SAW) mengusap kepalanya dengan air bukan air bekas mencuci tanganya (Muslim: 347)

Jadi air yang baru itu, untuk mengusap kepala, bukan untuk mengusap kedua daun telinga. Adapun mengambil air baru untuk telinga, menurut penuturan Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqalaniy, hadisnya syadz, lemah karena
bertentangan dengan riwayat yang lebih
kuat (Bulughul Maram Juz I hal 17

(8) Membasuh kaki

Membasuh kaki sampai dua mata kaki Dilakukan sebanyak tiga kali. Dahulukan yang kanan baru yang kiri. Jangan lupa
mensela-sela jari jemari kaki. Mensela- sela jari kaki ini dilakukan dengan jari tangan bagian kelingking.

8.1. Basuh kaki sampai mata kaki;

8.2. Dilakukan sebanyak tiga kali;

8.3. Dahulukan yang kanan baru yang kiri;

ﺛُﻢَّ ﻏَﺴَﻞَ ﺭِﺟْﻠَﻪُ ﺍَﻟْﻴُﻤْﻨَﻰ ﺇِﻟَﻰ ﺍَﻟْﻜَﻌْﺒَﻴْﻦِ ﺛَﻠَﺎﺙَ ﻣَﺮَّﺍﺕٍ, ﺛُﻢَّ
ﺍَﻟْﻴُﺴْﺮَﻯ ﻣِﺜْﻞَ ﺫَﻟِﻚَ
Kemudian ia cuci kaki kanannya sampai dua mata kaki sebanyak tiga kali. Setelah itu, kaki kiri juga demikian. (Muslim: 331)

8.4. Digosok dengan jari kelingking
ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﺫَﺍ ﺗَﻮَﺿَّﺄَ
ﻳَﺪْﻟُﻚُ ﺃَﺻَﺎﺑِﻊَ ﺭِﺟْﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺨِﻨْﺼَﺮِﻩِ
Musaurid bin Syadad r.a. berkata: “Aku lihat Rasulullah SAW apabila wudlu, beliau gosok jari jemari kakinya dengan kelingkingnya. (Abu Daud: 127 / sahih)

(9) Membaca doa usai wudlu;
Adapun doa usai wudlu adalah sebagai berikut:

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.