Tata cara wudlu seperti yang diajarkan oleh Nabi s.a.w., dapat disimpulkan sebagai berikut:
(1) Menggosok gigi terlebih dulu;
(2) Mengucapkan bismillah;
(3) Mencuci kedua telapak tangan
3.1. Cuci telapak tangan tiga kali
3.2. Mensela-sela jari
(4) Kumur-kumur dan hirup air ke
hidung
4.1. Kumur-kumur dan hirup air
tiga kali;
4.2. Satu kali mengambil air untuk
kumur-kumur dan menghirup air;
4.3. Diambil oleh tangan kanan
4.4. Menghirup air dengan kuat;
(5) Membasuh wajah
5.1. Basuh wajah tiga kali;
5.2. Mensela-sela janggut
(6) Membasuh kedua tangan
6.1. Basuh kedua tangan sampai
sikut;
6.2. Dilakukan sebanyak tiga kali
6.3. Yang kanan dulu, baru yang kiri
6.4. Memutarkan air di daerah
sikut;
6.5. Tidak cukup disiram saja, tetapi
digosok dengan tangan satu lagi;
(7) Mengusap kepala
7.1. Kepala itu diusap, bukan
dibasuh
7.2. Kepala itu diusap cukup satu
kali saja;
7.3. Diusap dengan dua tangan,
bukan dengan satu tangan;
7.4. Caranya kedua tangan
diletakkan di bagian depan kepala,
lalu diseret ke tengkuk, lalu
dikembalikan lagi ke depan;
7.5. Lalu mengusap kedua telinga.
Telunjuk dipakai untuk mengusap
bagian dalam daun telinga,
sedangkan ibu jari dipakai untuk
mengusap bagian luar telinga.
7.6. Tidak mengambil air baru untuk
kedua telinga, tetapi memakai air
yang sudah diusapkan ke kepala;
(8) Membasuh kaki
8.1. Basuh kaki sampai mata kaki;
8.2. Dilakukan sebanyak tiga kali;
8.3. Dahulukan yang kanan baru
yang kiri;
8.4. Digosok dengan jari kelingking
(9) Membaca doa usai wudlu;
DALIL-DALIL:
Adapun dalil-dalilnya adalah:
(1) Menggosok gigi terlebih dulu;
ﻟَﻮْﻟَﺎ ﺃَﻥْ ﺃَﺷُﻖَّ ﻋَﻠَﻰ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﻟَﺄَﻣَﺮْﺗُﻬُﻢْ ﺑِﺎﻟﺴِّﻮَﺍﻙِ ﻣَﻊَ ﻛُﻞِّ
ﻭُﺿُﻮﺀٍ
Sabda Nabi SAW: “Seandainya tidak
memberatkan terhadap umatku, tentulah
aku suruh mereka untuk bersiwak di
setiap kali berwudlu.” (Ahmad: 9548)
Yang dimaksud dengan ‘siwak’ ialah
gosok gigi. Dan ini tidak wajib, tetapi
sunnat saja.
(2) Mengucapkan bismillah;
ﻟَﺎ ﻭُﺿُﻮﺀَ ﻟِﻤَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺬْﻛُﺮْ ﺍﺳْﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
Sabda Nabi SAW: “Tidak ada wudlu bagi
orang yang tidak menyebut nama Allah
atasnya.” (Tirmidzi: 25) Yang dimaksud
‘menyebut nama Allah’ ialah
mengucapkan bismillah .
(3) Mencuci kedua telapak tangan
Mencuci kedua telapak tangan hingga
tiga kali. Boleh juga dilakukan sebanyak
dua kali. Dianjurkan mensela-sela jari.
3.1. Cuci telapak tangan tiga kali
ﻓَﺄَﻓْﺮَﻍَ ﻋَﻠَﻰ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻣِﻦْ ﺇِﻧَﺎﺋِﻪِ ﻓَﻐَﺴَﻠَﻬُﻤَﺎ ﺛَﻠَﺎﺙَ ﻣَﺮَّﺍﺕٍ
lalu dia tuangkan air ke kedua
tangannya dari wadah air tersebut, lalu
dia cuci sebanyak tiga kali (Bukhori:
159) Ini adalah tata cara wudlu
Rasulullah Saw yang diajarkan oleh
Usman bin Affan r.a.
3.2. Mensela-sela jari
ﻭَﺧَﻠِّﻞْ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﺄَﺻَﺎﺑِﻊِ
Sabda Nabi SAW: Dan sela-selailah di
antara jari jemari (Abu Daud: 123)
(4) Kumur-kumur dan hirup air ke hidung
Kumur-kumur, menghirup air ke hidung
dan mengeluarkan kembali. Hal ini
dilakukan sebanyak tiga kali. Yaitu tiga
kali mengambil air. Satu kali mengambil
air dipergunakan untuk kumur-kumur
dan menghirup air. Mengambil air
dilakukan oleh tangan kanan. Khusus
untuk menghirup air ke hidung,
lakukanlah dengan kuat.
4.1. Kumur-kumur dan hirup air tiga
kali;
ﺛُﻢَّ ﻣَﻀْﻤَﺾَ ﻭَﺍﺳْﺘَﻨْﺜَﺮَ ﺛَﻠَﺎﺛًﺎ
Kemudian dia berkumur-kumur dan
menghirup air ke hidung lalu
dikeluarkan kembali sebanyak tiga kali
(Bukhori: 179
4.2. Satu kali mengambil air untuk
kumur-kumur danmenghirup air;
ﻣِﻦْ ﻏَﺮْﻓَﺔٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ
Dari satu kali cedukan air (Bukhori: 192)
4.3. Diambil oleh tangan kanan
ﺛُﻢَّ ﺃَﺩْﺧَﻞَ ﻳَﻤِﻴﻨَﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻮَﺿُﻮﺀِ
Kemudian dia masukkan tangan
kanannya ke dalam bijana air wudlu
(Bukhori: 159) Namun bila kesulitan,
dengan dua tangan tidak mengapa.
4.4. Menghirup air dengan kuat;
ﻭَﺑَﺎﻟِﻎْ ﻓِﻲ ﺍﻟِﺎﺳْﺘِﻨْﺸَﺎﻕِ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﻜُﻮﻥَ ﺻَﺎﺋِﻤًﺎ
Sabda Nabi SAW: Dan hiruplah air ke
hidung dengan kuat, kecuali jika kamu
sedang shaum (Abu Daud: 123)
(5) Membasuh wajah
Membasuh wajah ini dilakukan
sebanyak tiga kali. Khususuntuk yang
berjanggut, ambillah segenggam air
untuk mensela-sela janggutnya.
5.1. Basuh wajah tiga kali;
ﺛُﻢَّ ﻏَﺴَﻞَ ﻭَﺟْﻬَﻪُ ﺛَﻠَﺎﺛًﺎ
Kemudian dia cuci wajahnya tiga kali
(Bukhori: 159
5.2. Mensela-sela janggut
ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻛَﺎﻥَ ﺇِﺫَﺍ
ﺗَﻮَﺿَّﺄَ ﺃَﺧَﺬَ ﻛَﻔًّﺎ ﻣِﻦْ ﻣَﺎﺀٍ ﻓَﺄَﺩْﺧَﻠَﻪُ ﺗَﺤْﺖَ ﺣَﻨَﻜِﻪِ ﻓَﺨَﻠَّﻞَ
ﺑِﻪِ ﻟِﺤْﻴَﺘَﻪُ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻫَﻜَﺬَﺍ ﺃَﻣَﺮَﻧِﻲ ﺭَﺑِّﻲ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ
Sesungguhnya Rasulllah SAW apabila
berwudlu, beliau ambil segenggam air,
lalu ia masukkan ke bawah dagunya,
lalu ia sela-sela janggutnya, seraya
berkata: “Beginilah yang diperintahkan
Tuhanku kepadaku (Abu Daud: 124)
(6) Membasuh kedua tangan
Membasuh kedua tangan ini dilakukan
sebanyak tiga kali. Dimulai dengan
tangan kanan sampai sikut sebanyak
tiga kali. Dilanjutkan dengan tangan kiri
sampai sikut pula sampai tiga kali.
Namun boleh pula dilakukan sebanyak
tiga kali. Nabi SAW terbiasa
memutarkan air di bagian sikutnya.
Namun tidaklah cukup disiram saja,
tetapi dibantu digosok dengan tangan
satu lagi. Tujuannya, supaya tidak ada
daerah tangan yang tidak tersentuh air.
6.1. Basuh kedua tangan sampai sikut;
6.2. Dilakukan sebanyak tiga kali
6.3. Yang kanan dulu, baru yang kiri
ﺛُﻢَّ ﻏَﺴَﻞَ ﻳَﺪَﻩُ ﺍﻟْﻴُﻤْﻨَﻰ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻤِﺮْﻓَﻖِ ﺛَﻠَﺎﺙَ ﻣَﺮَّﺍﺕٍ ﺛُﻢَّ
ﻏَﺴَﻞَ ﻳَﺪَﻩُ ﺍﻟْﻴُﺴْﺮَﻯ ﻣِﺜْﻞَ ﺫَﻟِﻚَ
Kemudian ia cuci tangan kanannya
sampai sikut sebanyak tiga kali.
Kemudian tangan kiirinya, juga
demikian. (Muslim: 331)
6.4. Memutarkan air di daerah sikut;
ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَ ﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﺫَﺍ ﺗَﻮَﺿَّﺄَ
ﺃَﺩَﺍﺭَ ﺍﻟْﻤَﺎﺀَ ﻋَﻠَﻰ ﻣِﺮْﻓَﻘَﻴْﻪِ
Rasulullah SAW apabila berwudlu,
beliau memutarkan air di kedua
sikutnya (Baihaqi: 259 / Menurut Albani:
sahih)
6.5. Tidak cukup disiram saja, tetapi
digosok dengan tangan satu lagi;
ﻓَﺠَﻌَﻞَ ﻳَﺪْﻟُﻚُ ﺫِﺭَﺍﻋَﻴْﻪِ
Lalu beliau (Rasulullah SAW) menggosok
kedua lengannya tersebut. (Ibnu
Khuzaimah)
(7) Mengusap kepala
Hal ini berdasarkan kepada firman
Allah Ta’ala: “dan usaplah kepala-kepala
kalian … (Qs. Al-Maidah (5): 6)
Jadi kepala itu diusap, bukan dibasuh.
Juga bukan disentuh rambut depannya
saja. Mengusap kepala cukup satu kali
saja. Diusap dengan kedua tangan,
bukan satu tangan. Caranya, dimulai
dari bagian kepala paling depan, ditarik
ke belakang hingga tengkuk, lalu
dikembalikan lagi ke depan. Lalu langsung mengusap kedua telinga.
Caranya, ibu jari dipakai mengusap
daun telinga bagian luar. Sedangkan
telunjuk dipakai mengusap daun telinga
bagian dalam.
7.1. Kepala itu diusap, bukan dibasuh
ﺛُﻢَّ ﻣَﺴَﺢَ ﺑِﺮَﺃْﺳِﻪِ
Kemudian beliau mengusap kepalanya
(Bukhori: 137)
7.2. Kepala itu diusap cukup satu kali
saja;
ﻭَﻣَﺴَﺢَ ﺑِﺮَﺃْﺳِﻪِ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓً
Dan ia mengusap kepalanya satu kali
(Abu Daud: 100)
7.3. Diusap dengan dua tangan, bukan
dengan satu tangan;
ﺛُﻢَّ ﻣَﺴَﺢَ ﺭَﺃْﺳَﻪُ ﺑِﻴَﺪَﻳْﻪِ
Kemudian ia mengusap kepalanya
dengan kedua tangannya (Bukhori: 179)
7.4. Caranya kedua tangan diletakkan di
bagian depan kepala, lalu diseret ke
tengkuk, lalu dikembalikan lagi ke
depan;
ﻓَﺄَﻗْﺒَﻞَ ﺑِﻬِﻤَﺎ ﻭَﺃَﺩْﺑَﺮَ ﺑَﺪَﺃَ ﺑِﻤُﻘَﺪَّﻡِ ﺭَﺃْﺳِﻪِ ﺣَﺘَّﻰ ﺫَﻫَﺐَ
ﺑِﻬِﻤَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﻗَﻔَﺎﻩُ ﺛُﻢَّ ﺭَﺩَّﻫُﻤَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻤَﻜَﺎﻥِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺑَﺪَﺃَ ﻣِﻨْﻪُ
Lalu beliau memulai dari depan, dan
terus ke belakang kepala. Beliau mulai
dari bagian kepalanya, lalu diseret
dengan kedua tangannya sampai ke
tengkuknya, kemudian mengembalikan
kedua tangannya ke tempat di mana ia
mulai. (Bukhori: 179)
7.5. Lalu mengusap kedua telinga.
Telunjuk dipakai untuk mengusap
bagian dalam daun telinga, sedangkan
ibu jari dipakai untuk mengusap bagian
luar telinga.
ﻓَﺄَﺩْﺧَﻞَ ﺇِﺻْﺒَﻌَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﺒَّﺎﺣَﺘَﻴْﻦِ ﻓِﻲ ﺃُﺫُﻧَﻴْﻪِ ﻭَﻣَﺴَﺢَ
ﺑِﺈِﺑْﻬَﺎﻣَﻴْﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﻇَﺎﻫِﺮِ ﺃُﺫُﻧَﻴْﻪِ ﻭَﺑِﺎﻟﺴَّﺒَّﺎﺣَﺘَﻴْﻦِ ﺑَﺎﻃِﻦَ
ﺃُﺫُﻧَﻴْﻪِ
Lalu beliau (Rasulullah SAW)
memasukkan kedua jari telunjuknya ke
dalam telinganya. Kedua ibu jari
dipakai untuk mengusap bagian luar
daun telinga, sedangkan telunjuk
dipakai mengusap bagian dalam daun
telinganya. (Abu Daud: 116)
7.6. Tidak mengambil air baru untuk
kedua telinga, tetapi memakai air yang
sudah diusapkan ke kepala;
ﻭَﻣَﺴَﺢَ ﺑِﺮَﺃْﺳِﻪِ ﺑِﻤَﺎﺀٍ ﻏَﻴْﺮِ ﻓَﻀْﻞِ ﻳَﺪِﻩِ
Dan beliau (Rasulullah SAW) mengusap
kepalanya dengan air bukan air bekas
mencuci tanganya (Muslim: 347)
Jadi air yang baru itu, untuk mengusap
kepala, bukan untuk mengusap kedua
daun telinga. Adapun mengambil air
baru untuk telinga, menurut penuturan
Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqalaniy,
hadisnya syadz, lemah karena
bertentangan dengan riwayat yang lebih
kuat (Bulughul Maram Juz I hal 17
(8) Membasuh kaki
Membasuh kaki sampai dua mata kaki Dilakukan sebanyak tiga kali. Dahulukan
yang kanan baru yang kiri. Jangan lupa
mensela-sela jari jemari kaki. Mensela-
sela jari kaki ini dilakukan dengan jari
tangan bagian kelingking.
8.1. Basuh kaki sampai mata kaki;
8.2. Dilakukan sebanyak tiga kali;
8.3. Dahulukan yang kanan baru yang kiri;
ﺛُﻢَّ ﻏَﺴَﻞَ ﺭِﺟْﻠَﻪُ ﺍَﻟْﻴُﻤْﻨَﻰ ﺇِﻟَﻰ ﺍَﻟْﻜَﻌْﺒَﻴْﻦِ ﺛَﻠَﺎﺙَ ﻣَﺮَّﺍﺕٍ, ﺛُﻢَّ
ﺍَﻟْﻴُﺴْﺮَﻯ ﻣِﺜْﻞَ ﺫَﻟِﻚَ
Kemudian ia cuci kaki kanannya sampai
dua mata kaki sebanyak tiga kali.
Setelah itu, kaki kiri juga demikian.
(Muslim: 331)
8.4. Digosok dengan jari kelingking
ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﺫَﺍ ﺗَﻮَﺿَّﺄَ
ﻳَﺪْﻟُﻚُ ﺃَﺻَﺎﺑِﻊَ ﺭِﺟْﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺨِﻨْﺼَﺮِﻩِ
Musaurid bin Syadad r.a. berkata: “Aku
lihat Rasulullah SAW apabila wudlu,
beliau gosok jari jemari kakinya dengan
kelingkingnya. (Abu Daud: 127 / sahih)
(9) Membaca doa usai wudlu;
Adapun doa usai wudlu adalah sebagai
berikut:
0 comments:
Post a Comment