Kompilasi tentang islam

Sunday, July 16, 2017

Apa Sih Hikmah Bacaan Sholat yang Berbeda-beda

1.Memahami Bacaan Sholat dengan Benar

Perbedaan seharusnya membuat kita penasaran. Apayang terjadi pada bacaan Sholat wajib ini membuat kita ingin memahami makna dari masing-masing bacaan.
Jika kita hanya membaca bacaan Sholat yang itu-itusaja, kita akan terbawa pada suatu keadaan di manabacaan Sholat hanya sebatas kebiasaan. Namun, jikakita memahami makna yang terkandung di dalambacaan Sholat tersebut, kita bisa lebih yakin dalam menjalankan perintah rukun Islam yang ke dua ini.Bukan malah memperdebatkan hal yang sama-samasohih berdasarkan hadits nabi.
•…
2. Menyempurkanan Tuntunan Rasul

Isi dari bacaan Sholat semuanya mengandung doa.Rasulullah mengajarkan bermacam-macam bacaanSholat bukan untuk diperdebatkan. Semua bacaan yangbisa kita temukan dalam hadits shohih memiliki makna yang luar biasa. Jadi, tidak ada batasan bagikita sebagai umat Islam untuk membaca bacaan dalam Sholat yang itu-itu saja. Jika kita mengamalkan
seluruh bacaan yang telah diajarkan oleh Rasullullah, artinya kita telah menyempurnakan tuntunan Nabi Muhammad dalam Sholat.

3. Mengindari Rasa Bosan dalam Sholat

Seperti firman Allah dalam Al-Qur’an bahwa Dia
menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada…Allah. Pada hakekatnya, manusia adalah makhluk yang mudah merasa bosan, apalagi jika melakukan hal atau kegiatan yang itu-itu saja terus menerus. Jadi, jika .bacaan Sholat yang kita baca sehari-hari sama,
pastinya kita merasa bosan. Apalagi kita diwajibkan melakukan Sholat wajib sebanyak 5 kali sehari. Ditambah lagi dengan Sholat sunat yang mungkin anda lakukan. Itulah kenapa Nabi Muhammad mengajarkan bacaan Sholat yang bervariasi. Bukan untuk membuat perselisihan, tetapi agar kita tidak pernah merasa bosan dalam mendirikan Sholat setiap hari. Jadi, jagalah Sholat tanpa rasa bosan sedikitpun karena kita akan mempertanggungjawabkannya di akhirat kelak.
••
4. Mencapai Tingkat Khusyuk

Adanya bermacam-macam bacaan yang dilafalkan saat Sholat seharusnya membuat kita semakin khusyuk. Dengan memahami arti dan maknanya, maka kita resapi bacaan di setiap gerakannya dari mulai takbiratul ihram sampai salam. Bukan hanya bacaan wajib ketika Sholat saja tetapi juga bacaan lainnya seperti bacaan Sholat setelah membaca Al-Fatihah di mana kita diperintahkan membaca surat atau ayat
dalam Al-Qu’an. Misalnya ketika membaca surat Al- Qori’ah, maka kita meresapi betapa mengerikannya apa yang terjadi saat hari kiamat tiba. Saat membaca surat Al-‘Asr maka kita meresapi betapa kita sebagai makhluk Allah telah menyia-nyiakan waktu untuk kepentingan dunia. Dan masih banyak lagi contoh
lainnya.

Dari beberapa hikmah di atas, kita bisa menarik
kesimpulan bahwa perbedaan bacaan Sholat terjadi karena memang Rasulullah mengajarkan variasi bacaan dalam melaksanakan Sholat. Hal itu bisa kita lihat dalam hadits-hadits sohih tentang bacaan Sholat. Jadi, dengan adanya macam-macam bacaan tersebut, kita harus lebih bersungguh-sungguh dalam melaksanakan Sholat. Mudah-mudahan kita selalu diberikan kekhusukan dalam Sholat dan Sholat kita diterima oleh Allah.

Lalu apa gerangan hikmah dari bacaan-bacaan yang
berbeda-beda ini?

Dalam Shifatus Sholah (hal. 172), Syaikh Muhammad
bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah menerangkan,
bahwa hikmahnya adalah agar seorang saat
menjalankan shalat, selalu berada dalam konsentrasi
dan upaya mencapai kekhusyukan. Sehingga bacaan-
bacaan dalam shalat itu tidak hanya sebatas
kebiasaan. Seorang bila bacaan sujudnya itu itu saja,
maka tidak menutup kemungkinan dia akan jatuh dalam
keadaan dimana membaca doa tersebut hanya sebatas
kebiasaan, tanpa lagi tersadar untuk menghayati
maknanya.

Berbeda halnya, bila terkadang Anda membaca doa lain;
yang juga diajarkan oleh Nabi shallallahu’alaihi
wasallam dalam sholatnya. Maka saat itu Anda akan
merasakan adanya usaha untuk menghayati makna
yang terkandung dalam doa dan berusaha untuk
menghadirkan konsentrasi. Sehingga Anda akan
terbantu untuk mencapai kyusu’ dalam sholat.

Barangkali ini bagian dari jawaban keluhan sebagian
orang, mengenai sulitnya mencapai khusyuk dalam
sholat. Bisa jadi dikarenakan bacaan doa yang tidak
dinamis; hanya itu-itu saja. Sehingga yang ia rasakan
dari doanya sebatas kebiasaan, kurang tersentuh
makna dan kandungannya. Hati dan pikiran tidak ada
usaha untuk menghayati dan konsentrasi.

Disamping itu, orang yang berusaha mengamalkan
(semampunya) seluruh doa yang diajarkan Nabi dalam
setiap gerakan sholat, orang seperti ini lebih sempurna
dalam hal mengikuti sunnah Nabi shallallahu’alaihi
wasallam , ketimbang mereka yang hanya membaca
satu jenis doa saja. Karena mengingat Nabi dahulu
membacanya berbeda-beda.

Hikmah lainnya, Allahu a’lam; yang juga dijelaskan oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘ Utsaimin, karena
obyek yang dituju dalam perintah ibadah kepada Allah
adalah, manusia (mencakup di dalamnya jin). Dan
sudah suatu hal yang maklum bahwa tabi’at manusia
mudah merasakan bosan dengan kebiasaan yang tidak
dinamis.
ﺃَﻟَﺎ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﻦْ ﺧَﻠَﻖَ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟﻠَّﻄِﻴﻒُ ﺍﻟْﺨَﺒِﻴﺮُ
“Bukankah Allah (Yang telah menciptakan) mengetahui
semua tentang ciptaanNya?! Allah mengetahui semua
hal sampai selembut-lembutnya dan Maha luas
ilmuNya” (QS. Al Mulk: 14).

Oleh karenanya, Allah ‘azzawajalla melalui RasulNya
yang mulia; mengajarkan kepada hambaNya ibadah
dalam berbagai macam variasi ibadah. Sebagai bentuk
rahmad dan kasih sayang Allah kepada para
hambaNya.

Allahua’lam bis showab..

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.