»» Sabar adalah sebagaimana disebutkan Ibnu Utsaimin berikut ini:
حبس النفس على أمور ثلاثة:
الأول: على طاعة الله
الثاني: عن محارم الله.
الثالث: على أقدار الله المؤلفة.
»» Sabar adalah menahan diri pada tiga perkara:
Pertama:
Untuk selalu taat pada Allah ta`ala,
Kedua;
Menahan diri dari kemaksiatan yaitu dengan senantiasa menjauhi sesuatu yang Allah larang,
Ketiga:
Sabar saat ada takdir Allah yang tidak baik bagi hamba tersebut (yaitu tidak muncul dalam hatinya rasa tidak menerima dari ketentuan Allah ta`ala atau rasa benci dan marah dari ketentuan tersebut).
____Lihat Syarh Riyadhush-Sholihin 1/172
Dan lantaran pentingnya sabar tersebut Allah menyebutkannya sabar dalam Al-Qur`an sekitar 90 kali,berkata Imam Ahmad rahimahullah:
ذكر الله الصبر في القرآن في نحو من تسعين
»» Allah menyebutkan sabar dalam Al-Qur`an sekita 90 kali.
______Lihat Madarijus Salikin: 484.
▪Berkata Ibnu Qoyyim rahimahullah;
والصبر من الإيمان بمنزلة الرأس من الجسد
»» Kedudukan sabar dalam keimanan seperti kedudukan kepala pada jasad.
____Lihat Madarijus Salikin 486 &
Zadul ma`ad 4/314.
▪Berkata Ibnu Qoyyim rahimahullah:
ولذة الدنيا والآخرة ونعيمها، والفوز والظفر فيهما، لا يصل إليه أحد إلا على جسر الصبر، كما لا يصل أحد إلى الجنة إلا على الصراط
»» Kelezatan dan kenikmatan dunia dan akhirat serta berbahagia dan menang dengan mendapatkan keduanya tidak didapatkan seorangpun kecuali dengan kesabaran sebagaimana seseorang tidak bisa sampai kesurga kecuali harus melewati jembatan yang menuju kesurga.
_____Zadul ma`ad 4/314.
Dan para Ulama menyebutkan bahwa sabar terbagi tiga;
• Pertama:
Sabar untuk senantiasa melakukan ketaatan pada Allah,seperti seseorang bersabar untuk senantiasa mengesakan/mentauhidkan Allah yaitu mengakui bahwa tidak ada sesembahan yang benar/hak kecuali Allah semata,juga tidak meminta pada wali, penghuni kuburan,atau lainnya sesuatu yang tidak bisa melakukannya kecuali Allah
Juga senantiasa menunaikan shalat pada waktunya,dan dilakukan secara berjama`ah bagi laki-laki.
Dan tidak meninggalkan shalat tersebut walaupun sakit tapi dilakukan sesuai kemampuannya,karena meninggalkannya shalat merupakan salah satu yang bisa menjadikan seseorang kafir, Rasulullah shollallahu `alaihi wasallama bersabda dalam hadits Jabir:
إن بين الرجل وبين الشرك والكفر ترك الصلاة
_"Pembatas seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah dengan meninggalkan shalat"_. ____Diriwayatkan Imam Muslim.
Artinya barang siapa meninggalkan shalat maka dia telah kafir.
▪Berkata Abdullah bin Syaqiq :
كان الصحابة لا يرون شيئا تركه كفر إلا الصلاة
»» Tidaklah para sahabat melihat suatu amalan jika ditinggalkan menjadikan seseorang kafir kecuali shalat.
_____Diriwayatkan Imam Tirmidzi dan dishohihkan Syaikh Albani.
• Kedua:
Senantiasa sabar untuk meninggalkan kemaksiatan,dan kemaksiatan yang paling besar dan harus segra ditinggalkan adalah kesyirikan yaitu menduakan Allah dalam ibadah atau sesuatu yang tidak bisa dilakukan kecuali Allah seperti berdoa/meminta dari penghuni kuburan,meminta anak pada wali/penghuni kuburan,meminta pada dukun agar tidak turun hujan,memberi makan jin yang ada dilaut/sungai agar dimudahkan rezkinya,dan semisalnya yang mana hal tersebut tidak ada yang bisa lakukan kecuali Allah semata dan barang siapa meninggal diatas kesyirikan dan tidak sempat bertaubat sebelum meninggal maka tempatnya kekal dalam neraka, Allah berfirman:
إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
*_"Barang siapa melakukan kesyirikan(dan mati diatasnya/tida bertaubat darinya) maka telah haramkan atasnya surga dan tempat kembalinya adalah neraka dan tidak ada bagi mereka seorang penolongpun"._*
Q.S Al-Maidah: 72.
Juga berfirman:
إن الله لا يغفر أن يشرك ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء
*_"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni orang mempersekutukanNya(melakukakesyirikan) dan mengampuni dosa yang dibawah kesyirikan bagi siapa saja yang Dia kehendaki"_*.
QS. An-Nisa:116.
Begitu pula tidak mempelajari ilmu sihir,yang mana para ulama menyebutkan bahwa tidaklah seseorang menjadi tukang sihir kecuali kalau dia kafir pada Allah,Allah berfirman:
وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْر
*_"Nabi Sulaiman tidaklah kafir karena tidak mengajarkan sihir akan tetapi para syaitanlah yang kafir saat mengajarkan pada manusia ilmu sihir"._*
QS. Al-Baqoroh:102.
Juga tidak boleh mendatangi tukang sihir dan bertanya padanya,yang mana Rasulullah shollahu alaihi wasallama bersabda dalam hadits beberapa istri Nabi shollahu `alaihi wasallama:bahwa Nabi shollahu `alaihi wasallama bersabda:
من أتى عرافا فسأله عن شيء لم تقبل منه الصلاة أربعين يوما
_"Barang siapa mendatangi dukun(tukang sihir) dan dia bertanya padanya sesuatu maka tidak akan mendapatkan pahala shalatnya selama empat puluh hari"._
____Diriwayatkan Imam Muslim
Maka lihat -wahai saudara dan saudariku-hanya mendatanginya dan bertanya padanya sesuatu, orang bertanya tersebut tidak mendapatkan pahala shalatnya selama empat hari,lalu bagaimana kalau dia mempecayai apa yang dikatakan sidukun tersebut,Nabi shollallahu `alaihi wasallama bersabda:
من أتى عرافا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد
_"Barang siapa mendatangi tukang sihir dan semacamnya lalu dia percaya terhadap apa yang dia katakan maka sungguh dia telah kafir terhadap apa yang Allah turunkan pada Nabi shollahu `alaihi wasallama"._
____Diriwayatkan Abu Dawud dari sahabat Abu Hurairoh.
Juga sabar untuk senantiasa menjauhi riba,Allah berfirman:
( الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ
_*"Dan orang-orang yang memakan riba akan dibangkitkan pada hari kiamat seperti orang kerasukan syaithon, yang demikian karena mereka menganggap bahwa riba sama dengan jual beli".*_
Juga berfirman:
وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ
*_"Dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba"._*
Juga brfirman_
يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ )
*_"Dan Allah akan memusnahkan riba serta menghilangkan berkah dan kebaikan pada harta tersebut dan akan memperbanyak harta yang disedekahkan serta memberikan berkah dan kebaikan padanya"._*
Juga berfirman
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ )
البقرة (278)
*_"Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kalian pada Allah dan tinggalkanlah riba yang kalian belum ambil dari pemiliknya jika kalian termasuk orang-orang yang beriman"._*
Q.S Al-Baqoroh: 278.
Dan dalam hadits Samuroh bin Jundub, Rasulullah shollahu `alaihi wasallam,bersabda:
_"Pada suatu malam saya pergi bersama dua laki-laki ke suatu tempat yang mulia dan kami mendatangi suatu sungai yang airnya berasal dari darah dan dipinggir sungai tersebut ada seseorang(malaikat) sedangkan ditengah sungai tersebut ada seorang laki-laki,dan setiap kali dia mau keluar maka malaikat tersebut melemparkannya dengan batu sehingga kembali ketengah sungai dan begitu seterusnya,maka Rasulullah shollahu `alaihi wasallam berkata:_
من هذا ؟فقال:الذي رأيته في النهر آكل الربا
_"Siapa dia"_
_Maka temannya(malaikat yang bersamanya) berkata:_
_"Yang engkau saksikan ditengah sungai adalah seorang pemakan riba"._
____Diriwayatkan Imam Bukhoriy (2085).
▪Berkata As-Syaikh Al Imam hafidzahullah:
من عرف هذه الأحاديث لا يقترب الربا ولو مات جوعا
»» Barang siapa mengetahui hadits-hadits tentang larangan dan bahaya riba maka dia tidak bermuamalah riba walaupun mati dalam keadaan lapar.
______Catatan kami pada saat syaikh menjelaskan hadits diatas.
Ketiga:
Sabar dan menahan diri untuk tidak menggerutu,tidak menerima apalagi kalau sampai marah terhadap takdir/musibah yang menimpanya,karena kita tidak boleh mempotres dan bertanya ketentuan dari Allah(misalnya dia berkata:kenapa Allah melakukan ini dan itu),Allah berfirman;
( لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ )
*_"Sesungguhnya Allah tidak ditanya tentang ketentuanNya tapi merekalah yang ditanya akan amal perbuatan mereka"._*
QS. Al-Anbiya': 23.
Maka ketahuilah wahai saudara dan saudariku dalam kedidupan dunia ini mesti kita diberikan cobaan oleh Allah,Allah berfirman:
ِ ۗ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ
*_"Dan kami beri cobaan sebagian kalian dengan sebagian lainnya,apakah kalian bisa bersabar atasnya"._*
QS. Al-Furqon: 20.
Juga berfirman:
( أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِِبين
*_"Apakah manusia menyangka bahwa mereka tidak diberi cobaan setelah mengatakan kami telah beriman,maka sungguh kami telah memberikan cobaan pada orang-orang sebelum mereka, maka Allah ketahui secara nampak orang yang jujur dan yang berdusta"._*
QS. Al-`Ankabut': 2-3.
Dan hukum sabar adalah wajib.
▪Berkata Ibnu Taimiyah rahimahullah;
الصبر واجب باتفاق العلماء وأعلى من ذلك الرضا بحكم الله وهو مستحب على الصحيح
»» Sabar wajib tanpa ada perselihan dikalangan para ulama dan lebih baik dari itu ridho terhadap ketentuan Allah dan itu mustahab saja(dicintai dan pelakunya diberikan pahala tapi tidak wajib atasnya) menurut pendapat yang kuat".
____Lihat Al-Istiqomah: 91.
_________
✍🏻 Ust. Abu Bakr Rafi bin Ladukani Al Buthaniy hafidzahullah.
Ma'bar - YAMAN.
••• ══════ ❁✿❁ ══════ •••
0 comments:
Post a Comment