Kompilasi tentang islam

Sunday, July 16, 2017

6 Bacaan tasyahud yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam

Untuk bacaan tasyahud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan berbagai lafal bacaan tasyahud . Sikap yang tepat adalah berusahamenghafal semuanya dan mengamalkannya secara bergantian. Berikut beberapa diantara bacaanshalawat yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

pertama,Tasyahud Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.

Ini adalah bacaan tasyahud yang paling sahih di antara bacaan-bacaan yang ada menurut para ulama.
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wasallam mengajariku tasyahud,
dalam keadaan telapak tanganku berada di antara dua telapak tangan beliau, sebagaimana beliau mengajariku surat al-Qur’an” (HR. al- Bukhari no. 6265 dan Muslim no. 899).


ﺍﻟﺘَّﺤِﻴَّﺎﺕُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕُ ﻭَﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕُ ، ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ
ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ، ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ
ﻭَﻋَﻠَﻰ ﻋِﺒَﺎﺩِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ، ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ

Attahiyyaatu lillaahi was sholawaatu wat toyyibaatu, assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warohmatulloohi wabarokaatuh, assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahis
shoolihiin, asyhadu allaa ilaaha illalloohu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluhu

Segala penghormatan milik Allah, segala sholawat dan segala yang baik-baik. Salam untukmu wahai Nabi, disertai
rahmat Allah dan berkah-Nya. Salam untuk kami dan untuk hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa
tidak ada Tuhan selain Allan dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba- Nya dan utusan-Nya.
(HR. al-Bukhari no. 831 dan Muslim no. 895)

kedua, tasyahud Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu

Ibnu Abbas mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam mengajari kami bacaan tasyahud berikut,

ﺍﻟﺘَّﺤِﻴَّﺎﺕُ ﺍﻟْﻤُﺒَﺎﺭَﻛَﺎﺕُ، ﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕُ ﻟِﻠَّﻪِ ،
ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ،
ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﻋِﺒَﺎﺩِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ، ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ
ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ، ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ

Attahiyyaatul mubarokaatus sholawaatut toyyibaatu lillaahi, assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warohmatulloohi
wabarokaatuh, assalaamu ‘alainaa wa alaa ‘ibaadilllaahis soolihiin, asyhadu allaa ilaaha illalloohu wa asyhadu anna
muhammadan rosuulullooh

Segala penghormatan, segala yang diberkahi, segala sholawat dan segala yang baik-baik adalah milik Allah. Salam untukmu wahai Nabi, disertai rahmat Allah dan berkah-Nya. Salam
untuk kami dan untuk hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allan dan aku
bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah. –  (HR. Muslim no. 900 & No.403)

ketiga,Bacaan tasyahud Abu Musa radhiyallahu ‘anhu.

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu , bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika kalian duduk tasyahud , pertama yang hendaknya dia baca:

ﺍﻟﺘَّﺤِﻴَّﺎﺕُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕُ ﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺃَﻳُّﻬَﺎ
ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ، ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻭَﻋَﻠَﻰ
ﻋِﺒَﺎﺩِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ، ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ
ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ


Attahiyyaatut toyyibaatus sholawaatu lillaah, assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatuloohi wabarokaatuh,
assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahis shoolihiin, asyhadu allaa ilaaha illalloohu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh

Segala penghormatan, segala yang baik dan segala sholawat, adalah milik Allah. Salam untukmu wahai Nabi, disertai rahmat Allah dan berkah-Nya. Salam untuk kami dan untuk hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa
tidak ada Tuhan selain Allan dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba- Nya dan utusan-Nya. – HR. Muslim No.404 & no. 902)

keeempat,Bacaan tasyahud Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu.

Khalifah Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu. pernah berkhutbah mengajarkan tasyahud berikut,

ﺍﻟﺘَّﺤِﻴَّﺎﺕُ ﻟﻠﻪِ، ﺍﻟﺰَّﺍﻛِﻴَﺎﺕُ ﻟﻠﻪِ، ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕُ ﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕُ ﻟﻠﻪِ؛
ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ . ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ
ﻭَﻋَﻠَﻰ ﻋِﺒَﺎﺩِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ . ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ
ﺍﻟﻠﻪُ . ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪﺍً ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ

Attahiyyaatu lillaahiz zaakiyaatu lillaah, ath-thoyyibaatus sholawaatu lillaah, assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa
rohmatuloohi wabarokaatuh, assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahis shoolihiin, asyhadu allaa ilaaha illalloohu wa
asyhadu anna muhammadan ‘abdulloohi wa rosuuluh

Segala penghormatan milik Allah, segala yang suci milik Allah, segala yang baik- baik segala sholawat milik Allah. Salam
untukmu wahai Nabi, disertai rahmat Allah dan berkah-Nya. Salam untuk kami dan untuk hamba-hamba Allah
yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allan dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba Allah dan
rosul-Nya. – HR. Malik No: 300

kelima,Bacaan tasyahud A’isyah radhiyallahu ‘anha

Dari Al-Qosim bin Muhammad, bahwa A’isyah
radhiyallahu ‘anha mengajari beliau lafadz tasyahud,

ﺍﻟﺘَّﺤِﻴِّﺎﺕُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕُ ﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕُ ﺍﻟﺰَّﺍﻛِﻴَﺎﺕُ ﻟﻠﻪِ . ﺃَﺷْﻬَﺪُ
ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻪُ . ﻭَﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪﺍً
ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ . ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ
ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ . ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﻋِﺒَﺎﺩِ ﺍﻟﻠﻪِ
ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ
Attahiyyaatut toyyiibaatus sholawaatuz zaakiyaatu lillaah, asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lah wa
anna muhammadan ‘abdulloohi wa rosuuluh, assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatuloohi wabarokaatuh,
assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahis shoolihiin

Segala penghormatan, segala yang baik-baik, segala sholawat dan segala yang suci, milik Allah. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, semata tidak ada sekutu bagi-Nya, dan sesungguhnya Muhammad itu hamba Allah dan rosul-Nya. Salam untukmu wahai Nabi, disertai rahmat Allah dan
berkah-Nya. Salam untuk kami dan untuk hamba-hamba Allah yang saleh. – HR. Malik No: 302

keenam,Bacaan tasyahud Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam membaca doa tasyahud berikut,

ﺍﻟﺘَّﺤِﻴَّﺎﺕُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕ
ﺍﻟﺘَّﺤِﻴَّﺎﺕُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕُ،
ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ
ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻭَﻋَﻠَﻰ
ﻋِﺒَﺎﺩِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ، ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ
ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻪُ
ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ

ATTAHIYYATU LILLAH, AS-SHALAWAATUT T-THAYYIBAAT, ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH. ASSALAAMU ‘ALAINAAWA ‘ALAA IBAADILLAAHIS SHAALIHIIN. ASY-HADU AL-LAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHUU LAA SYARIIKA LAH, WA ASY-HADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHUU WA RASUULUH.

“Semua salam/keselamatan milik Allah, demikian pula shalawat (doadoa= pengagungan kepada Allah Subhanahu wata’ala) dan ucapan-ucapan yang baik (yang pantas
disanjungkan kepada Allah Subhanahu wata’ala). Salam kesejahteraan atasmu wahai Nabi, rahmat Allah dan keberkahan-Nya. Salam kesejahteraan atas kami dan atas
hambahamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah saja tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi
bahwasanya Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.” (HR. Abu Daud no. 971, dinyatakan sahih dalam Shahih Abi Daud)

Bacaan Tasyahud Manakah yang Paling Utama?

Yang mana saja dari bacaan di atas diamalkan oleh orang yang shalat, semuanya sahih dan mencukupinya. Kata an-Nawawi rahimahumallah, “Ulama sepakat bolehnya
membaca semua tasyahud yang ada, namun mereka berselisih tentang mana yang paling utama dibaca. Mazhab asy- Syafi’i rahimahumallah dan sebagian pengikut al-Imam Malik rahimahumallah berpandangan tasyahud Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu lebih utama karena ada tambahan lafadz al- mubarakat di dalamnya dan sesuai dengan
firman Allah Subhanahu wata’ala ,
ﺗَﺤِﻴَّﺔً ﻣِّﻦْ ﻋِﻨﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣُﺒَﺎﺭَﻛَﺔً ﻃَﻴِّﺒَﺔً
“Tahiyyat dari sisi Allah yang mubarakah thayyibah.” (an-Nur: 61)

Selain itu, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menegaskan tasyahud yang diperolehnya dengan pernyataan, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari kami tasyahud
sebagaimana beliau mengajari kami surat dari al- Qur’an.”

Abu Hanifah dan Ahmadrahimahumallah serta jumhur fuqaha
dan ahlul hadits berpendapat, tasyahud Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu lebih utama karena haditsnya paling sahih menurut ahli hadits, walaupun seluruh bacaan tasyahud di atas haditsnya yang sahih.

Al-Imam Malik rahimahumallah berkata, “Tasyahud Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu yang mauquf3 lebih utama karena Umar mengajarkamnya kepada manusia dalam keadaan beliau di atas mimbar dan tidak ada seorang pun (yang hadir) menentangnya(menyalahkan bacaannya). Ini menunjukkan keutamaan bacaan tersebut.” ( al-Minhaj,
4/336)

Kata al-Imam at-Tirmidzi rahimahumallah,hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan lebih dari satu jalur dan
merupakan hadits yang paling sahih dari Nabi shalallahu 'alaihi wassalam dalam masalah tasyahud. Inilah yang
diamalkan oleh mayoritas ahli ilmu dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan kalangan tabi’in setelah mereka. Ini adalah pendapat Sufyan ats-Tsauri, Ibnul
Mubarak, Ahmad, dan Ishaq. ( Sunan at- Tirmidzi, 1/177—178)

Kata al-Bazzar rahimahumallah, sebagaimana dinukil oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al- Asqalani rahimahumallah dalam Fathul Bari (2/408), “Aku tidak mengetahui dalam hal
tasyahud ada hadits yang lebih kokoh, lebih sahih sanadnya, dan lebih masyhur para rawinya daripada hadits ini.”

sumber: http://asysyariah.com/seputar-hukum-islam-bacaan-bacaan-tasyahud/
https://carasholat.com/577-cara-sholat-bab-bacaan-doa-tasyahud-akhir.html

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.