Untuk bacaan tasyahud, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam mengajarkan berbagai lafal bacaan tasyahud . Sikap yang tepat adalah berusahamenghafal semuanya dan mengamalkannya secara bergantian. Berikut beberapa diantara bacaanshalawat yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam,
pertama,Tasyahud Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.
Ini adalah bacaan tasyahud yang paling sahih
di antara bacaan-bacaan yang ada menurut
para ulama.
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu
berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam
mengajariku tasyahud,
dalam keadaan telapak tanganku berada di
antara dua telapak tangan beliau, sebagaimana
beliau mengajariku surat al-Qur’an” (HR. al-
Bukhari no. 6265 dan Muslim no. 899).
ﺍﻟﺘَّﺤِﻴَّﺎﺕُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕُ ﻭَﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕُ ، ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ
ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ، ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ
ﻭَﻋَﻠَﻰ ﻋِﺒَﺎﺩِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ، ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ
Attahiyyaatu lillaahi was sholawaatu wat
toyyibaatu, assalaamu ‘alaika ayyuhan
nabiyyu warohmatulloohi wabarokaatuh,
assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahis
shoolihiin, asyhadu allaa ilaaha illalloohu
wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu
wa rosuuluhu
Segala penghormatan milik Allah, segala
sholawat dan segala yang baik-baik.
Salam untukmu wahai Nabi, disertai
rahmat Allah dan berkah-Nya. Salam
untuk kami dan untuk hamba-hamba
Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa
tidak ada Tuhan selain Allan dan aku
bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-
Nya dan utusan-Nya.
(HR. al-Bukhari no. 831 dan Muslim no. 895)
kedua, tasyahud Ibnu Abbas
radhiyallahu ‘anhu
Ibnu Abbas mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam mengajari kami bacaan tasyahud berikut,
ﺍﻟﺘَّﺤِﻴَّﺎﺕُ ﺍﻟْﻤُﺒَﺎﺭَﻛَﺎﺕُ، ﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕُ ﻟِﻠَّﻪِ ،
ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ،
ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﻋِﺒَﺎﺩِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ، ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ
ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ، ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ
Attahiyyaatul mubarokaatus sholawaatut
toyyibaatu lillaahi, assalaamu ‘alaika
ayyuhan nabiyyu warohmatulloohi
wabarokaatuh, assalaamu ‘alainaa wa
alaa ‘ibaadilllaahis soolihiin, asyhadu
allaa ilaaha illalloohu wa asyhadu anna
muhammadan rosuulullooh
™
Segala penghormatan, segala yang
diberkahi, segala sholawat dan segala
yang baik-baik adalah milik Allah.
Salam untukmu wahai Nabi, disertai
rahmat Allah dan berkah-Nya. Salam
untuk kami dan untuk hamba-hamba
Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa
tidak ada Tuhan selain Allan dan aku
bersaksi bahwa Muhammad itu utusan
Allah. – (HR. Muslim no. 900 & No.403)
™
ketiga,Bacaan tasyahud Abu Musa
radhiyallahu ‘anhu.
Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu
, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika kalian duduk tasyahud , pertama yang hendaknya dia baca:
ﺍﻟﺘَّﺤِﻴَّﺎﺕُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕُ ﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺃَﻳُّﻬَﺎ
ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ، ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻭَﻋَﻠَﻰ
ﻋِﺒَﺎﺩِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ، ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ
ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ
™
Attahiyyaatut toyyibaatus sholawaatu
lillaah, assalaamu ‘alaika ayyuhan
nabiyyu wa rohmatuloohi wabarokaatuh,
assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahis
shoolihiin, asyhadu allaa ilaaha illalloohu
wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu
wa rosuuluh
™
Segala penghormatan, segala yang baik
dan segala sholawat, adalah milik Allah.
Salam untukmu wahai Nabi, disertai
rahmat Allah dan berkah-Nya. Salam
untuk kami dan untuk hamba-hamba
Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa
tidak ada Tuhan selain Allan dan aku
bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-
Nya dan utusan-Nya. – HR. Muslim No.404
& no. 902)
™
keeempat,Bacaan tasyahud Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu.
Khalifah Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu. pernah berkhutbah
mengajarkan tasyahud berikut,
™
ﺍﻟﺘَّﺤِﻴَّﺎﺕُ ﻟﻠﻪِ، ﺍﻟﺰَّﺍﻛِﻴَﺎﺕُ ﻟﻠﻪِ، ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕُ ﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕُ ﻟﻠﻪِ؛
ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ . ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ
ﻭَﻋَﻠَﻰ ﻋِﺒَﺎﺩِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ . ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ
ﺍﻟﻠﻪُ . ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪﺍً ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ
™
Attahiyyaatu lillaahiz zaakiyaatu lillaah,
ath-thoyyibaatus sholawaatu lillaah,
assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa
rohmatuloohi wabarokaatuh, assalaamu
‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahis shoolihiin,
asyhadu allaa ilaaha illalloohu wa
asyhadu anna muhammadan ‘abdulloohi
wa rosuuluh
™
Segala penghormatan milik Allah, segala
yang suci milik Allah, segala yang baik-
baik segala sholawat milik Allah. Salam
untukmu wahai Nabi, disertai rahmat
Allah dan berkah-Nya. Salam untuk
kami dan untuk hamba-hamba Allah
yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak
ada Tuhan selain Allan dan aku bersaksi
bahwa Muhammad itu hamba Allah dan
rosul-Nya. – HR. Malik No: 300
™
kelima,Bacaan tasyahud A’isyah
radhiyallahu ‘anha
Dari Al-Qosim bin Muhammad, bahwa A’isyah
radhiyallahu ‘anha mengajari beliau lafadz tasyahud,
™
ﺍﻟﺘَّﺤِﻴِّﺎﺕُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕُ ﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕُ ﺍﻟﺰَّﺍﻛِﻴَﺎﺕُ ﻟﻠﻪِ . ﺃَﺷْﻬَﺪُ
ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻪُ . ﻭَﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪﺍً
ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ . ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ
ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ . ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﻋِﺒَﺎﺩِ ﺍﻟﻠﻪِ
ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ
Attahiyyaatut toyyiibaatus sholawaatuz
zaakiyaatu lillaah, asyhadu allaa ilaaha
illalloohu wahdahuu laa syariika lah wa
anna muhammadan ‘abdulloohi wa
rosuuluh, assalaamu ‘alaika ayyuhan
nabiyyu wa rohmatuloohi wabarokaatuh,
assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahis
shoolihiin
™
Segala penghormatan, segala yang baik-baik, segala sholawat dan segala yang
suci, milik Allah. Aku bersaksi bahwa
tidak ada Tuhan selain Allah, semata
tidak ada sekutu bagi-Nya, dan
sesungguhnya Muhammad itu hamba
Allah dan rosul-Nya. Salam untukmu
wahai Nabi, disertai rahmat Allah dan
berkah-Nya. Salam untuk kami dan untuk hamba-hamba Allah yang saleh. –
HR. Malik No: 302
™
keenam,Bacaan tasyahud Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu
™
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam membaca doa tasyahud berikut,
™
ﺍﻟﺘَّﺤِﻴَّﺎﺕُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕ
ﺍﻟﺘَّﺤِﻴَّﺎﺕُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕُ،
ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ
ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻭَﻋَﻠَﻰ
ﻋِﺒَﺎﺩِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ، ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ
ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻪُ
ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ
™
ATTAHIYYATU LILLAH, AS-SHALAWAATUT T-THAYYIBAAT, ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN
NABIYYU WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH. ASSALAAMU ‘ALAINAAWA ‘ALAA IBAADILLAAHIS SHAALIHIIN. ASY-HADU AL-LAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHUU LAA SYARIIKA LAH, WA ASY-HADU ANNA
MUHAMMADAN ‘ABDUHUU WA RASUULUH.
“Semua salam/keselamatan milik Allah,
demikian pula shalawat (doadoa= pengagungan
kepada Allah Subhanahu wata’ala) dan
ucapan-ucapan yang baik (yang pantas
disanjungkan kepada Allah Subhanahu
wata’ala). Salam kesejahteraan atasmu wahai
Nabi, rahmat Allah dan keberkahan-Nya. Salam
kesejahteraan atas kami dan atas
hambahamba Allah yang saleh. Aku bersaksi
bahwasanya tidak ada sesembahan yang
berhak disembah kecuali Allah saja tidak ada
sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi
bahwasanya Muhammad adalah hamba dan
rasul-Nya.” (HR. Abu Daud no. 971, dinyatakan
sahih dalam Shahih Abi Daud)
Bacaan Tasyahud Manakah yang Paling
Utama?
Yang mana saja dari bacaan di atas diamalkan
oleh orang yang shalat, semuanya sahih dan
mencukupinya. Kata an-Nawawi
rahimahumallah, “Ulama sepakat bolehnya
membaca semua tasyahud yang ada, namun
mereka berselisih tentang mana yang paling
utama dibaca. Mazhab asy-
Syafi’i rahimahumallah dan sebagian pengikut
al-Imam Malik rahimahumallah berpandangan tasyahud Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu lebih
utama karena ada tambahan lafadz al-
mubarakat di dalamnya dan sesuai dengan
firman Allah Subhanahu wata’ala ,
ﺗَﺤِﻴَّﺔً ﻣِّﻦْ ﻋِﻨﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣُﺒَﺎﺭَﻛَﺔً ﻃَﻴِّﺒَﺔً
“Tahiyyat dari sisi Allah yang mubarakah
thayyibah.” (an-Nur: 61)
Selain itu, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu
menegaskan tasyahud yang diperolehnya
dengan pernyataan, “Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wasallam mengajari kami tasyahud
sebagaimana beliau mengajari kami surat dari
al- Qur’an.”
Abu Hanifah dan
Ahmadrahimahumallah serta jumhur fuqaha
dan ahlul hadits berpendapat, tasyahud Ibnu
Mas’ud radhiyallahu ‘anhu lebih utama karena
haditsnya paling sahih menurut ahli hadits,
walaupun seluruh bacaan tasyahud di atas
haditsnya yang sahih.
Al-Imam Malik rahimahumallah berkata,
“Tasyahud Umar ibnul Khaththab radhiyallahu
‘anhu yang mauquf3 lebih utama karena Umar
mengajarkamnya kepada manusia dalam
keadaan beliau di atas mimbar dan tidak ada
seorang pun (yang hadir) menentangnya(menyalahkan bacaannya). Ini menunjukkan
keutamaan bacaan tersebut.” ( al-Minhaj,
4/336)
Kata al-Imam at-Tirmidzi rahimahumallah,hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu
diriwayatkan lebih dari satu jalur dan
merupakan hadits yang paling sahih dari Nabi shalallahu 'alaihi wassalam dalam masalah tasyahud. Inilah yang
diamalkan oleh mayoritas ahli ilmu dari
kalangan sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi
wasallam dan kalangan tabi’in setelah mereka.
Ini adalah pendapat Sufyan ats-Tsauri, Ibnul
Mubarak, Ahmad, dan Ishaq. ( Sunan at-
Tirmidzi, 1/177—178)
Kata al-Bazzar rahimahumallah, sebagaimana
dinukil oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al-
Asqalani rahimahumallah dalam Fathul Bari
(2/408), “Aku tidak mengetahui dalam hal
tasyahud ada hadits yang lebih kokoh, lebih
sahih sanadnya, dan lebih masyhur para
rawinya daripada hadits ini.”
sumber: http://asysyariah.com/seputar-hukum-islam-bacaan-bacaan-tasyahud/
https://carasholat.com/577-cara-sholat-bab-bacaan-doa-tasyahud-akhir.html
0 comments:
Post a Comment