Salah satu rukun iman yang harus diyakini oleh setiap muslim adalah iman kepada para rasul, terutama Rasulullah saw.
Bukti utama beriman kepada Rasulullah saw..adalah ittiba’ (mengikuti Rasulullah saw.). Orang-orang yang melakukan ittiba’ kepada Rasulullah saw. akan meraih banyak nata-ij [1]
(manfaat dan buah positif), di antaranya:mahabbatullah (cinta dari Allah), rahmatullah(kasih sayang-Nya), hidayatullah (petunjuk dari-Nya), mushahabatul akhyar fil jannah (bersamaorang-orang pilihan di surga), asy-syafa’ah (mendapatkan syafaat dari Rasulullah saw.), nadharatul wajhi (muka yang bersinar dan berseri di surga), mujawaratu ar-rasul (menjaditetangga Rasulullah saw. di surga), ‘izzatun- nafsi (meperoleh kemuliaan jiwa di dunia dan akhirat), al-falah (kemenangan dan jkeberuntungan). Semua itu jelas merupakan as-sa’adah (kebahagiaan) hakiki di dunia maupundi akhirat.
MAKNA SUNNAH SECARA LUGHAWI DAN ISTILAH
As-Sunnah, secara lughawi (bahasa) artinya jalan
atau ajaran, meliputi jalan yang baik atau yang
buruk.
Sedangkan menurut istilah ulama, sunnah memiliki
beberapa makna sebagai berikut.
1. Menurut ulama ahli hadits, as-Sunnah ialah
semua yang disandarkan kepada Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam, yang berupa qaul (perkataan),
fi’il (perbuatan), taqrir (penetapan, pengakuan)
atau sifat. Istilah Sunnah ini semakna dengan
hadits.[2]
2. Mmenurut ulama ushul fiqih, Sunnah ialah dalil-
dalil agama yang datang dari Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam yang bukan berupa al-Qur’ân,
meliputi qaul (perkataan), fi’il (perbuatan), dan
taqrir (penetapan, pengakuan).[2]
3. Menurut istilah ulama ahli fiqih, ialah sesuatu
yang diperintahkan syari’at dengan perintah yang
tidak wajib, sehingga pelakunya mendapatkan
pahala, sedangkan yang meninggalkannya tidak
disiksa.
Sunnah dalam istilah ahli fiqih ini semakna dengan
mustahab, mandub, tathawwu’, atau nafilah.
Kebalikannya adalah wajib atau fardhu.[3]
4. Menurut istilah ulama-ulama Salaf atau ulama
aqidah, yang dimaksud dengan Sunnah ialah
petunjuk (ajaran) Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
sallam dan para sahabatnya yang berupa ilmu,
keyakinan, perkataan, dan amal perbuatan.
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah berkata,
“Sunnah adalah jalan yang dilewati, dan hal itu
mencakup berpegang teguh dengan petunjuk Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Khulafaur
Rasyidin, yang berupa keyakinan, amal perbuatan,
dan perkataan. Inilah Sunnah yang sempurna”.[4]
Adapun Sunnah dalam pembahasan penulisan kita
ini ialah makna yang terakhir, dan Sunnah dengan
makna ini kebalikannya adalah bid’ah. Artinya,
umat Islam wajib mengikuti Sunnah, dan wajib
menjauhi bid’ah, sebagaimana telah diwasiatkan
oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para
sahabatnya.
INDAHNYA MENGIKUTI SUNNAH
Mengikuti Sunnah memiliki banyak keutamaan
yang menunjukkan keindahannya. Di antaranya
ialah sebagai berikut.
1. Menunjukan Bukti Kecintaan Kepada Allâh.
Allâh Ta’ala berfirman:
ﻗُﻞْ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗُﺤِﺒُّﻮﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮﻧِﻲ ﻳُﺤْﺒِﺒْﻜُﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ
ﻟَﻜُﻢْ ﺫُﻧُﻮﺑَﻜُﻢْ ۗ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺭَﺣِﻴﻢٌ ﴿٣١﴾ ﻗُﻞْ ﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ
ﻭَﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ۖ ﻓَﺈِﻥْ ﺗَﻮَﻟَّﻮْﺍ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﺎ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮِﻳﻦَ
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintaiAllâh, ikutilah aku, niscaya Allâh mengasihi danmengampuni dosa-dosamu.” Allâh MahaPengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah:
“Ta’atilah Allâh dan Rasul-Nya; jika kamuberpaling, maka sesungguhnya Allâh tidakmenyukai orang-orang kafir”. [Ali Imran/3:31-32].
2. Menunjukkan Bukti Kecintaan Kepada NabiMuhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam .
Seseorang tidak menjadi orang beriman yangsempurna hingga ia mencintai Nabi MuhammadShallallahu ‘alaihi wa sallam lebih daripadaseluruh manusia. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ﻟَﺎ ﻳُﺆْﻣِﻦُ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺣَﺘَّﻰ ﺃَﻛُﻮﻥَ ﺃَﺣَﺐَّ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻣِﻦْ ﻭَﺍﻟِﺪِﻩِ ﻭَﻭَﻟَﺪِﻩِ
ﻭَﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺃَﺟْﻤَﻌِﻴﻦَ
Tidaklah beriman –dengan keimanan yangsempurna- salah seorang dari kamu sehingga akumenjadi yang paling ia cintai daripada bapaknya,anaknya, dan seluruh manusia. [HR Bukhâri, no.15; Muslim, no. 44, dari Anas bin Malik].
Jika seseorang mencintai Nabi MuhammadShallallahu ‘alaihi wa sallam lebih daripadaseluruh manusia, maka ia akan mengikuti petunjukbeliau dan lebih mengutamakannya daripadapetunjuk siapa pun dari kalangan manusia.
3.Bahwasanya Hidayah (Petunjuk) Agar Terhindar
Dari Kesesatan Hanya Dengan Mengikuti SunnahNabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam .
Allâh Ta’ala berfirman:
ﻗُﻞْ ﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ﻓَﺈِﻥ ﺗَﻮَﻟَّﻮْﺍ ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻣَﺎﺣُﻤِّﻞَ ﻭَﻋَﻠَﻴْﻜُﻢ ﻣَّﺎﺣُﻤِّﻠْﺘُﻢْ ﻭَﺇِﻥ ﺗُﻄِﻴﻌُﻮﻩُ ﺗَﻬْﺘَﺪُﻭﺍ ﻭَﻣَﺎﻋَﻠَﻰ
ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝِ ﺇِﻻَّ ﺍﻟْﺒَﻼَﻍُ ﺍﻟْﻤُﺒِﻴﻦُ
Katakanlah: “Ta’atlah kepada Allâh dan ta’atlahkepada Rasul; dan jika kamu berpaling makasesungguhnya kewajiban Rasul hanyalah apa yangdibebankan kepadanya, kewajiban kamu adalahapa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu
ta’at kepadanya, niscaya kamu mendapatpetunjuk. Dan tiada lain kewajiban Rasul hanyamenyampaikan (amanat Allâh) dengan terang”.[an-Nuur/24:54].
4. Menjaga Keselamatan Dari Perselisihan DanPerpecahan.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berwasiatuntuk berpegang dengan Sunnahnya dan SunnahKhulafaur- Rasyidin sebagai solusi jika terjadiperselisihan. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:
ﺃُﻭﺻِﻴﻜُﻢْ ﺑِﺘَﻘْﻮَﻯ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟﺴَّﻤْﻊِ ﻭَﺍﻟﻄَّﺎﻋَﺔِ ﻭَﺇِﻥْ ﻋَﺒْﺪًﺍ ﺣَﺒَﺸِﻴًّﺎ
ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻣَﻦْ ﻳَﻌِﺶْ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺑَﻌْﺪِﻱ ﻓَﺴَﻴَﺮَﻯ ﺍﺧْﺘِﻠَﺎﻓًﺎ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻜُﻢْ
ﺑِﺴُﻨَّﺖِ ﻭَﺳُﻨَّﺔِ ﺍﻟْﺨُﻠَﻔَﺎﺀِ ﺍﻟْﻤَﻬْﺪِﻳِّﻴﻦَ ﺍﻟﺮَّﺍﺷِﺪِﻳﻦَ ﺗَﻤَﺴَّﻜُﻮﺍ ﺑِﻬَﺎ
ﻭَﻋَﻀُّﻮﺍ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺑِﺎﻟﻨَّﻮَﺍﺟِﺬِ ﻭَﺇِﻳَّﺎﻛُﻢْ ﻭَﻣُﺤْﺪَﺛَﺎﺕِ ﺍﻟْﺄُﻣُﻮﺭِ ﻓَﺈِﻥَّ ﻛُﻞَّ
ﻣُﺤْﺪَﺛَﺔٍ ﺑِﺪْﻋَﺔٌ ﻭَﻛُﻞَّ ﺑِﺪْﻋَﺔٍ ﺿَﻠَﺎﻟَﺔٌ
Aku wasiatkan kepada kamu untuk bertakwa kepada Allâh; mendengar dan taat (kepadapenguasa kaum Muslimin), walaupun (ia) seorangbudak Habsyi. Karena sesungguhnya barangsiapahidup setelahku, ia akan melihat perselishan yangbanyak; maka wajib kamu berpegang kepadaSunnahku dan sunnah para khalifah yangmendapatkan petunjuk dan lurus. Peganglah dangiggitlah dengan gigi geraham. Jauhilah semuaperkara baru (dalam agama), karena semua
perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dansemua bid’ah merupakan kesesatan. [HR AbuDawud, no. 4607; Tirmidzi, 2676; ad-Darimi;Ahmad; dan lainnya dari al-‘Irbadh bin Sariyah].
5.Terselamatan Dari Sikap Ghuluw Dan Taqshîr.
Sesungguhnya setan memiliki dua jalan untukmenyesatkan kaum Muslimin.
•. Jika seorang muslim itu termasuk orang yangmeremehkan kewajiban dan pelaku maksiat, makasetan akan menghiasi kemaksiatan dan syahwatkepadanya, sehingga ia tetap terjauh dari ketaatankepada Allâh dan Rasul-Nya.
•. Jika seorang muslim itu termasuk pelakuketaatan dan ibadah, maka setan akan menghiasisikap berlebihan dan melewati batas kepadanya,hingga setan bisa merusakkan agamanya.
6.Merupakan Solusi Untuk Meraih Kemuliaan.
Keadaan buruk yang menimpa umat Islam inidisebabkan jauhnya mereka dari agama Allâh.Keadaan umat ini tidak akan menjadi baik kecualidengan kembali menuju agama ini. Solusi iniketetapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
sebagaimana hadits berikut:
ﻋَﻦْ ﺍﺑْﻦِ ﻋُﻤَﺮَ ﻗَﺎﻝَ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻘُﻮﻝُ : ﺇِﺫَﺍ ﺗَﺒَﺎﻳَﻌْﺘُﻢْ ﺑِﺎﻟْﻌِﻴﻨَﺔِ ﻭَﺃَﺧَﺬْﺗُﻢْ ﺃَﺫْﻧَﺎﺏَ ﺍﻟْﺒَﻘَﺮِ
ﻭَﺭَﺿِﻴﺘُﻢْ ﺑِﺎﻟﺰَّﺭْﻉِ ﻭَﺗَﺮَﻛْﺘُﻢْ ﺍﻟْﺠِﻬَﺎﺩَ ﺳَﻠَّﻂَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺫُﻻًّ ﻻَ
ﻳَﻨْﺰِﻋُﻪُ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﺮْﺟِﻌُﻮﺍ ﺇِﻟَﻰ ﺩِﻳﻨِﻜُﻢْ
Dari Ibnu Umar, ia berkata:”Aku mendengarRasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:‘Jika kamu berjual-beli ‘inah (semacam riba),kamu memegangi ekor-ekor sapi, kamu puasdengan tanaman, dan kamu meninggalkan jihad,
(maka) Allâh pasti akan menimpakan kehinaankepada kamu, Dia tidak akan menghilangkankehinaan itu sehingga kamu kembali menuju agama kamu’.” [HR Abu Dawud, no. 3462; Ahmad,no. 4825; dll. Lihat ash-Shahîhah, no. 11].
7. Mengamalkan Dan Mendakwahkan Sunnah NabiMerupakan Amalan Yang Besar
Pelakunya akan mendapatkan pahala sebanyak pahala orang yang mengikutinya. Ini ditunjukkanoleh banyak hadits shahîh, antara lain:
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ
ﻣَﻦْ ﺩَﻋَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﻫُﺪًﻯ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺄَﺟْﺮِ ﻣِﺜْﻞُ ﺃُﺟُﻮﺭِ ﻣَﻦْ ﺗَﺒِﻌَﻪُ ﻟَﺎ
ﻳَﻨْﻘُﺺُ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦْ ﺃُﺟُﻮﺭِﻫِﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻭَﻣَﻦْ ﺩَﻋَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺿَﻠَﺎﻟَﺔٍ ﻛَﺎﻥَ
ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺈِﺛْﻢِ ﻣِﺜْﻞُ ﺁﺛَﺎﻡِ ﻣَﻦْ ﺗَﺒِﻌَﻪُ ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻘُﺺُ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦْ
ﺁﺛَﺎﻣِﻬِﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ
Dari Abu Hurairah bahwa Rasûlullâh Shallallahu‘alaihi wa sallam : “Barangsiapa mengajak menujupetunjuk, (maka) ia mendapatkan pahala sepertipahala orang-orang yang mengikutinya, itu tidakmengurangi pahala mereka sedikitpun. Danbarangsiapa mengajak menuju kesesatan, (maka)ia menanggung dosa seperti dosa orang-orangyang mengikutinya, itu tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun. [HR Muslim, no. 2674]
8. Menjadi Faktor Yang Menyelamatkan DariBerbagai Keburukan.
Sesungguhnya Allah telah memberikan ancamankeras terhadap orang-orang yang menyelisihiperintah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam ,maka jalan keselamatan dari ancaman itu ialahmengikuti Sunnah Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam. Allâh Ta’ala berfirman:
ﻓَﻠْﻴَﺤْﺬَﺭِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﺨَﺎﻟِﻔُﻮﻥَ ﻋَﻦْ ﺃَﻣْﺮِﻩِ ﺃَﻥْ ﺗُﺼِﻴﺒَﻬُﻢْ ﻓِﺘْﻨَﺔٌ ﺃَﻭْ
ﻳُﺼِﻴﺒَﻬُﻢْ ﻋَﺬَﺍﺏٌ ﺃَﻟِﻴﻢٌ
Maka hendaklah orang-orang yang menyalahiperintah-nya (Rasul) takut akan ditimpa cobaanatau ditimpa azab yang pedih. [an-Nûr/24:63].
9.Terselamatkan Dari Neraka.
Kaum Muslimin yang berpegang kepada Islamyang murni berdasarkan ajaran Nabi Shallallahu‘alaihi wa sallam dan para sahabat adalah firqahan-najiyah (golongan yang selamat) dari ancamanneraka, sebagaimana disebutkan dalam haditsiftiraqul-ummah di bawah ini:
ﻋَﻦْ ﻋَﻮْﻑِ ﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﻓْﺘَﺮَﻗَﺖِ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩُ ﻋَﻠَﻰ ﺇِﺣْﺪَﻯ ﻭَﺳَﺒْﻌِﻴﻦَ ﻓِﺮْﻗَﺔً ﻓَﻮَﺍﺣِﺪَﺓٌ
ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﺳَﺒْﻌُﻮﻥَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻭَﺍﻓْﺘَﺮَﻗَﺖِ ﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ ﻋَﻠَﻰ
ﺛِﻨْﺘَﻴْﻦِ ﻭَﺳَﺒْﻌِﻴﻦَ ﻓِﺮْﻗَﺔً ﻓَﺈِﺣْﺪَﻯ ﻭَﺳَﺒْﻌُﻮﻥَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻭَﻭَﺍﺣِﺪَﺓٌ
ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻱ ﻧَﻔْﺲُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻟَﺘَﻔْﺘَﺮِﻗَﻦَّ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﻋَﻠَﻰ
ﺛَﻠَﺎﺙٍ ﻭَﺳَﺒْﻌِﻴﻦَ ﻓِﺮْﻗَﺔً ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٌ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﺛِﻨْﺘَﺎﻥِ ﻭَﺳَﺒْﻌُﻮﻥَ
ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻗِﻴﻞَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﻦْ ﻫُﻢْ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟْﺠَﻤَﺎﻋَﺔُ
Dari Auf bin Malik radhiyallohu ‘anhu, ia berkata:Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:• Orang-orang Yahudi telah bercerai-berai menjadi71 kelompok, satu di dalam surga, 70 di dalamneraka.
• Orang-orang Nashara telah bercerai-beraimenjadi 72 kelompok, 71 di dalam neraka, satu didalam surga.
• Demi (Allâh) Yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, umatku benar-benar akan bercerai-beraimenjadi 73 kelompok, satu di dalam surga, 72 didalam neraka”.• Beliau ditanya: “Wahai, Rasûlullâh! Siapakahmereka itu?” Beliau menjawab: “Al-Jama’ah”. [HRIbnu Majah, no. 3992; Ibnu Abi Ashim, no. 63; Al-Lalikai, 1/101. Hadits ini berderajat hasan.Dishahîhkan oleh al-Albani dalam Shahîh IbniMajah, no. 3226].
10. Menjadi Faktor Yang Memasukkan Ke Dalam
Surga.
Mentaati Rasul merupakan jalan ke surga. NabiShallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﻛُﻞُّ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﻳَﺪْﺧُﻠُﻮﻥَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﻦْ ﺃَﺑَﻰ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ
ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺄْﺑَﻰ ﻗَﺎﻝَ ﻣَﻦْ ﺃَﻃَﺎﻋَﻨِﻲ ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻭَﻣَﻦْ ﻋَﺼَﺎﻧِﻲ
ﻓَﻘَﺪْ ﺃَﺑَﻰ
“Seluruh umatku akan masuk surga, kecuali yangenggan!” Para sahabat bertanya: “Wahai,Rasûlullâh! Siapakah yang enggan?” Beliaumenjawab: “Siapa saja mentaatiku, ia masuk
surga, dan siapa saja bermaksiat kepadaku, makaia benar-benar enggan (masukg surga)”. [HRBukhari, no. 7280, dari Abu Hurairah].
https://www.dakwatuna.com/2008/09/13/992/manfaat-mengikuti-rasululah-saw/amp/
https://almanhaj.or.id/4266-indahnya-mengikuti-sunnah.html.
0 comments:
Post a Comment