Kompilasi tentang islam

Sunday, July 2, 2017

TAFSIR JALALAIN Qs al-Baqarah 83-84

(إِذْ أَخَذْنَا ميثاق بَنِى إسراءيل) في التوراة وقلنا (لاَ تَعْبُدُونَ) بالتاء والياء (إِلاَّ الله) خبر بمعنى النهي ، وقرىء : {لا تعبدوا} و أحسنوا (بالوالدين إحسانا) برّاً (وَذِى القربى) القرابة عطف على {الوالدين} (واليتامى والمساكين وَقُولُواْ لِلنَّاس) ِقولاً (حُسَنًا) من الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر والصدق في شأن محمد والرفق بهم، وفي قراءة بضم الحاء وسكون السين مصدر وُصِفَ به مبالغة(وَأَقِيمُواْ الصَّلاةَ وَءَاتُواْ الزكاوة) فقبلتم ذلك (ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ) أعرضتم عن الوفاء به، فيه التفات عن الغيبة والمراد آباؤهم (إِلاَّ قَلِيلاً مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُّعْرِضُون)َ عنه كآبائكم

083. *Dan* ingatlah *ketika Kami mengambil ikrar dari Bani Israel* maksudnya dalam Taurat.

Dan Kami katakan, *"Janganlah kamu menyembah*

ada yang membaca dengan 'ta' dan ada pula dengan 'ya', yaitu 'laa ya`buduuna', artinya mereka tidak akan menyembah

*kecuali kepada Allah*. Kalimat ini merupakan kalimat berita tetapi berarti larangan.

Ada pula yang membaca 'laa ta`buduu', artinya 'janganlah    sembah!'

*Dan* berbuat kebaikanlah! *kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya* maksudnya berbakti selain itu juga

*kaum kerabat* athaf pada al-waalidain *anak-anak yatim dan orang-orang miskin serta ucapkanlah kepada manusia* kata-kata *yang baik*

misalnya menyuruh pada yang baik dan melarang dari yang mungkar, berkata jujur mengenai diri Muhammad dan ramah tamah terhadap sesama manusia.

Menurut suatu qiraat 'husna' dengan 'ha' baris di depan dan 'sin' sukun yang merupakan mashdar atau kata benda dan dipergunakan sebagai sifat dengan maksud untuk menyatakan 'teramat' artinya teramat baik.

*Dan dirikanlah salat serta bayarkan zakat!* Sesungguhnya kamu telah memberikan ikrar tersebut.

*Kemudian kamu tidak memenuhi* janji itu. Di sini tidak disebut-sebut orang ketiga, yaitu nenek moyang mereka

*kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu juga berpaling."* seperti halnya nenek moyangmu.

(وَإِذْ أَخَذْنَا ميثاقكم) وقلنا (لاَ تَسْفِكُونَ دِمَاءَكُم) ْتريقونها بقتل بعضكم بعضاً (وَلاَ تُخْرِجُونَ أَنفُسَكُمْ مّن دياركم) لا يخرج بعضكم بعضاً من داره (ثُمَّ أَقْرَرْتُمْ) قبلتم ذلك الميثاق (وَأَنتُمْ تَشْهَدُونَ) على أنفسكم.

084. *Dan ingatlah ketika Kami menerima perjanjian pula darimu*

dan firman Kami, *"Kamu tidak akan menumpahkan darahmu* artinya mengalirkannya dengan berbunuhan sesamamu

*dan tidak akan mengeluarkan dirimu dari kampung halamanmu* dari negerimu.

*Kemudian kamu berikrar* akan menepati perjanjian tersebut

*sedangkan kamu mempersaksikan."* atas diri kamu sendiri.

*¤÷¤÷¤÷¤÷¤÷¤÷¤÷¤÷¤÷¤÷¤÷¤÷¤*

*🌐 Penjelasan Global*

083. Melalui ayat ini Allah mengingatkan kaum Bani Israil terhadap apa yang  telah Dia perintahkan kepada mereka dan pengambilan janji oleh-Nya atas hal tersebut dari mereka.

Tetapi mereka berpaling dari semuanya itu dan menentang secara disengaja dan direncanakan, sedangkan mereka mengetahui dan mengingat hal tersebut.

Maka Allah Swt. memerintahkan mereka agar menyembah-Nya dan jangan menyekutukanNya dengan sesuatu pun.

Hal yang sama diperintahkan pula kepada semua makhluk-Nya, dan untuk tujuan tersebutlah Allah menciptakan mereka.

_"serta ucapkanlah kata-kata yang balk kepada manusia."_Al-Baqarah: 83

Maksudnya, berkatalah kepada mereka dengan baik dan lemah lembut

Termasuk dalam hal ini amar ma'ruf dan nahi munkar dengan cara yang makruf.

Sebagaimana Hasan Al-Basri berkata sehubungan dengan ayat ini, bahwa perkataan yang baik ialah yang mengandung amar ma'ruf dan nahi munkar,serta mengandung kesabaran, pemaafan, dan pengampunan serta berkata baik kepada manusia.

084. Melalui ayat ini Allah Swt membantah orang-orang Yahudi yang   ada di zaman Rasulullah Saw di Madinah dan mengecam tindakan mereka yang ikut berperang melibatkan diri dalam perang antara Aus dan Khazraj, karena kabilah Aus dan Khazraj (yakni orang-orang Ansar) dahulu di masa Jahiliah adalah penyembah berhala.

Dan di antara kedua belah pihak banyak terjadi peperangan.

Sedangkan orangorang Yahudi di Madinah terdiri atas tiga kabilah, yaitu Bani Qainuqa' dan Bani Nadir; keduanya adalah teman sepakta kabilah Arab Khazraj, sedangkan Bani Quraizah adalah teman sepakta kabilah Aus.

Apabila terjadi peperangan di antara kedua belah pihak, maka masing-masing berpihak kepada teman sepaktanya.

Orang-orang Yahudi pun terlibat pula dalam peperangan ini hingga membunuh musuhnya.

Dan adakalanya seorang Yahudi membunuh Yahudi lain yang berpihak kepada musuhnya.

Padahal perbuatan tersebut diharamkan atas diri mereka menurut ajaran agama yang dinaskan oleh kitab Taurat mereka.

Mereka mengusir musuh mereka dari kampung halamannya serta merampok semua peralatan, barang-barang, dan harta benda yang ada padanya.

Tetapi apabila perang telah berhenti dan terjadi gencatan senjata di antara kedua kabilah yang bersangkutan, masingmasing golongan dari kaum Yahudi menebus tawanan sekaumnya dari tangan musuhnya, karena mengamalkan kandungan kitab Taurat.

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.