Padahal baru separuh bulan berlalu.. Seakan Ramadhan telah lama pergi meninggalkan kita..
Bagaimana tidak rindu.. Beragam amal baik itu seakan sudah lupa..
Mana dia semangat bacaan Al-Qur'an?
Kemana itu kebiasaan bersedekah dan shalat malam?
Ah, jangan ditanya tentang puasa sunnah.. Hutang puasa Ramadhan pun (mungkin) belum 'sempat' terbayar..
Ma’la bin Al-Fadhl rahimahullah bertutur,
“Generasi terbaik umat ini -para pendahulu yang shalih- memanjatkan doa kepada Allah ‘azza wa jalla sejak enam bulan sebelumnya untuk berjumpa dengan Ramadhan..
Dan selama enam bulan berikutnya agar ibadah puasa mereka diterima oleh Allah..”
Yahya bin Abi Katsir rahimahullah bersaksi bahwa diantara doa mereka adalah
اَللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِيْ رَمَضَانَ وَتُسَلِّمْهُ مِنِّيْ مُتَقَبَّلاً
“Ya Allah sampaikanlah aku kepada Ramadhan..
dan sampaikanlah Ramadhan kepadaku,
dan terimalah ibadah Ramadhan daripadaku dengan penuh kerelaan..”
[Lathaiful Ma’arif Ibnu Rajab: 376 tahqiq as-Salus tanpa sanad]
Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata,
فإن الله إذا تقبل عمل عبد وفقه لعمل صالح بعده
"Sesungguhnya Allah apabila menerima amal seorang hamba maka Dia akan memberinya taufik (kemudahan) untuk kembali beramal shalih setelahnya..”
Lekas bangkit kembali beramal kebajikan.. Bila memang kangen ramadhan..
@sahabatilmu
0 comments:
Post a Comment