Ibnu Hibban rahimahullah menuturkan,
"Hendaklah seorang yang berakal lebih menggunakan kedua telinga daripada satu mulutnya..
Agar sadar bahwa ia dikaruniai dua telinga dan satu mulut supaya lebih banyak mendengar daripada berucap.."
[Raudhatul 'Uqala: 47]
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
كَفَى بِالْمَرْء كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
“Cukuplah seseorang dikatakan berdusta apabila menceritakan segala sesuatu yang ia dengar...” (HR Muslim)
Allah Ta'ala, berfirman:
وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَآ أَبْصٰرُكُمْ وَلَا جُلُودُكُمْ وَلٰكِنْ ظَنَنْتُمْ أَنَّ اللَّهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيرًا مِّمَّا تَعْمَلُونَ
"Dan kamu tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira Allah tidak mengetahui banyak tentang apa yang kamu lakukan."
(QS. Fussilat 41: Ayat 22)
Diayat yang lain Allah Azza wa Jalla, berfirman:
وَلَقَدْ مَكَّنّٰهُمْ فِيمَآ إِنْ مَّكَّنّٰكُمْ فِيهِ وَجَعَلْنَا لَهُمْ سَمْعًا وَأَبْصٰرًا وَأَفْئِدَةً فَمَآ أَغْنٰى عَنْهُمْ سَمْعُهُمْ وَلَآ أَبْصٰرُهُمْ وَلَآ أَفْئِدَتُهُمْ مِّنْ شَىْءٍ إِذْ كَانُوا يَجْحَدُونَ بِئَايٰتِ اللَّهِ وَحَاقَ بِهِمْ مَّا كَانُوا بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ
"Dan sungguh, Kami telah meneguhkan kedudukan mereka (dengan kemakmuran dan kekuatan) yang belum pernah Kami berikan kepada kamu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan, dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka, karena mereka (selalu) mengingkari ayat-ayat Allah, dan (ancaman) azab yang dahulu mereka olok-olokkan telah mengepung mereka."
(QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 26)
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 36)
Ingatlah, bahwa kehidupan ini adalah amanah dan tubuh kita pun adalah amanah, setiap amanah yang diberikan adalah tanggung jawab kita untuk memeliharanya dengan baik dan menggunakannya juga di jalan yang baik untuk kebaikan diri dan sekitarnya. Suatu saat nanti amanah ini akan dimintai pertanggungjawaban oleh Sang Pemberi amanah, apakah disyukuri dan digunakan untuk kemaslahatan ataukah diingkari dan malah digunakan untuk hal-hal yang salah.
Wallahu a'lam
#AbuMiqdam/AkhlaqMulia#
0 comments:
Post a Comment