Kompilasi tentang islam

Sunday, July 16, 2017

17 DO'A,ZIKIR & BACAAN Al-QUR'AN MENJELANG TIDUR

Wahai saudara-saudarakiku kaum muslimin yang dimuliakan Allah Ta'ala, kita memohon kepada Allah Ta’ala agar senantiasa memberikan kita petunjuk,taufik,hidayah dalam segala perbuatan, sehingga kita dapat melaknsakan perintah Allah dengan mudah & tetap istiqomah. salah satunya dgn melakukan doa,zikir & bacaan sebelum tidur agar terus dijaga oleh Allah dan terlindungi dari gangguan setan hingga pagi hari,diberi kecukupan,terbebas dari kemusyrikan,mati dalamkeadaan fitrah artinya eseorang jika dalam tidurnya menemui ajalnya ia akan dinilai Allah subhaanahu wa ta’aala sabagai mati dalam keadaan fitrah. Berarti ia mati dalam keadaan semua dosanya diampuni Allah sebagaimana keadaannya saat ia pertama kali dilahirkan oleh ibunya.

Islam memandang bahwa pada saat seseorang sedang tidur
berarti ruhnya berpisah dari badannya. Maka saat ia
bangun dari tidurnya berarti Allah berkenan mengembalikan ruh ke dalam jasad orang itu. Namun jika Allah berekehendak lain tentu Dia berhak menahan ruh orang itu untuk selamanya sehinggatidak kembali ke badannya. Dan inilah yang disebut
dengan peristiwa kematian. Seorang mu’min yang mengerti dan meyakini konsep ini tentu tidak akan berangkat tidur begitu saja tanpa mempersiapkan kemungkinan dirinya tak bakal bangun lagi untukselamanya, yakni meninggal dunia alias mati.
ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻳَﺘَﻮَﻓَّﻰ ﺍﻟْﺄَﻧْﻔُﺲَ ﺣِﻴﻦَ ﻣَﻮْﺗِﻬَﺎ ﻭَﺍﻟَّﺘِﻲ ﻟَﻢْ ﺗَﻤُﺖْ ﻓِﻲ ﻣَﻨَﺎﻣِﻬَﺎ
ﻓَﻴُﻤْﺴِﻚُ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻗَﻀَﻰ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ ﻭَﻳُﺮْﺳِﻞُ ﺍﻟْﺄُﺧْﺮَﻯ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﺟَﻞٍ
ﻣُﺴَﻤًّﻰ ﺇِﻥَّ ﻓِﻲ ﺫَﻟِﻚَ ﻟَﺂَﻳَﺎﺕٍ ﻟِﻘَﻮْﻡٍ ﻳَﺘَﻔَﻜَّﺮُﻭﻥَ ‏(ﺍﻟﺰﻣﺮ )
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.”(AzZumar 42)

Maka ketika Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam memberitahu kita bagaimana cara terbaik mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan ajal menjemput saat sedang tidur, sudah sepatutnya kita patuh menjalankannya dengan penuh rasa syukur….Alhamdulillah.-

ANCAMAN BAGI YANG LANGSUNG TIDUR TANPA MEMBACA APAPUN

Rasulullah SAW bersabda:

ﻣَﻦْ ﺍﺿْﻄَﺠَﻊَ ﻣَﻀْﺠَﻌًﺎ ﻟَﻢْ ﻳَﺬْﻛُﺮْ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻓِﻴﻪِ ﺇِﻻَّ
ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺗِﺮَﺓً ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ
Siapa yang berbaring di tempat pembaringan yang tidak menyebut nama Allah di sana melainkan pastilah akan menjadi penyesalan di hari qiyamat nanti. | HR. Abu Daud:
4400 – Hadis Sahih

MACAM KE 1
Dalam hadis Bukhori: 5837 & 6845
ﺑِﺎﺳْﻤِﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻣُﻮﺕُ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ
BISMIKALLOOHUMMA AMUUTU WA AHYAA
Dengan nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup
ﺑِﺎﺳْﻤِﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﺣْﻴَﺎ ﻭَﺃَﻣُﻮﺕُ
BISMIKALLOOHUMMA AHYAA WA AMUUT
Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati
bisa dipilih salah satu

MACAM KE 2
Dalam hadis Bukhori: 5845
ﺑِﺎﺳْﻤِﻚَ ﺭَﺏِّ ﻭَﺿَﻌْﺖُ ﺟَﻨْﺒِﻲ ﻭَﺑِﻚَ ﺃَﺭْﻓَﻌُﻪُ ﺇِﻥْ
ﺃَﻣْﺴَﻜْﺖَ ﻧَﻔْﺴِﻲ ﻓَﺎﺭْﺣَﻤْﻬَﺎ ﻭَﺇِﻥْ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺘَﻬَﺎ ﻓَﺎﺣْﻔَﻈْﻬَﺎ
ﺑِﻤَﺎ ﺗَﺤْﻔَﻆُ ﺑِﻪِ ﻋِﺒَﺎﺩَﻙَ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ
BISMIKA ROBBII WADLO’TU JANBII – WA BIKA ARFA’UHU – IN AMSAKTA NAFSII FARHAMHAA – WA IN ARSALTAHAA – FAHFAZHAA BIMAA TAHFAZU BIHII – ‘IBAADAKAS
SOOLIHIIN

Dengan nama-Mu ya Tuhanku, aku rebahkan pinggangku dan dengan nama-Mu aku akan angkat kembali. Jika Engkau genggam jiwaku, maka sayangilah dia. Dan jika Engkau
lepaskan lagi, maka jagalah dia, dengan penjagaan yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang soleh.

Fedah: Apabila akan tidur, maka hendaklah tempat tidur tersebut dibersihkan karena siapa tahu ada kotoran yang membahayakan di situ, lalu membaca dzikir di atas.

MACAM KE 3
Dalam hadis Bukhori: 239
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﺳْﻠَﻤْﺖُ ﻭَﺟْﻬِﻲ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻭَﻓَﻮَّﺿْﺖُ ﺃَﻣْﺮِﻱ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
ﻭَﺃَﻟْﺠَﺄْﺕُ ﻇَﻬْﺮِﻱ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﺭَﻏْﺒَﺔً ﻭَﺭَﻫْﺒَﺔً ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻻَ ﻣَﻠْﺠَﺄَ ﻭَﻻَ
ﻣَﻨْﺠَﺎ ﻣِﻨْﻚَ ﺇِﻻَّ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺁﻣَﻨْﺖُ ﺑِﻜِﺘَﺎﺑِﻚَ ﺍﻟَّﺬِﻱ
ﺃَﻧْﺰَﻟْﺖَ ﻭَﺑِﻨَﺒِﻴِّﻚَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ
ALLOOHUMAM ASLAMTU WAJHII ILAIKA – WA FAWWADLTU AMRII ILAIKA – WA ALJA’TU ZOHRII ILAIKA – ROGBATAN WA ROHBATAN ILAIKA – LAA MALJA’A WA LAA MANJAA MINKA
ILLAA ILAIKA – ALLOOHUMMA AAMANTU BI KITAABIKALLADZII ANZALTA – WA BINABIYYIKAL LADZII
ARSALTA

Ya Allah, aku pasrahkan wajahku kepada-Mu, dan aku serahkan urusanku kepada-Mu, dan aku perlindungkan punggungku kepada- Mu. Karena harap dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan tidak ada tempat menyelematkan diri dari-Mu kecuali kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada Kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada nabi-Mu yang telah Engkau utus.

Faedah: Jika seseorang membaca dzikir di atas ketika hendak tidur lalu ia mati, maka ia mati di atas fithrah (mati di atas Islam)

Kata Barra bin Azib r.a., Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melanjutkan: … Jika kamu mati di malam itu, maka
kamu berada di dalam fitrah, dan jadikanlah sebagai akhir yang kamu ucapkan (sebelum tidur).”

MACAM KE 4
Dalam hadis Muslim: 4890
ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﻃْﻌَﻤَﻨَﺎ ﻭَﺳَﻘَﺎﻧَﺎ ﻭَﻛَﻔَﺎﻧَﺎ ﻭَﺁﻭَﺍﻧَﺎ ﻓَﻜَﻢْ
ﻣِﻤَّﻦْ ﻻَ ﻛَﺎﻓِﻲَ ﻟَﻪُ ﻭَﻻَ ﻣُﺆْﻭِﻱَ
ALHAMDULILLAAHIL LADZII ATH’AMANAA WA SAQOONAA – WA KAFAANAA WA AAWAANAA – FA KAM MIMMAN LAA KAAFIYA LAHU WA LAA MU’WIYA

Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, mencukupi kami dan memberi tempat tinggal kepada kami. Betapa banyak orang yang hidupnya tidak mencukupi dan tidak punya tempat tinggal.

MACAM KE 5
Dalam hadis Muslim: 4887
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺧَﻠَﻘْﺖَ ﻧَﻔْﺴِﻲ ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﺗَﻮَﻓَّﺎﻫَﺎ ﻟَﻚَ ﻣَﻤَﺎﺗُﻬَﺎ
ﻭَﻣَﺤْﻴَﺎﻫَﺎ ﺇِﻥْ ﺃَﺣْﻴَﻴْﺘَﻬَﺎ ﻓَﺎﺣْﻔَﻈْﻬَﺎ ﻭَﺇِﻥْ ﺃَﻣَﺘَّﻬَﺎ ﻓَﺎﻏْﻔِﺮْ
ﻟَﻬَﺎ ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺍﻟْﻌَﺎﻓِﻴَﺔَ
ALLOOHUMMA KHOLAQTA NAFSII – WA ANTA TAWAFFAAHAA – LAKA MAMAATUHAA WA MAHYAAHAA – IN AHYAITAHAA FAHFAZHAA – WA IN AMTTAHAA FAGFIRLAHAA – ALLOOHUMMA INII AS’ALUKAL AAFIYAH

Ya Allah, telah Engkau ciptakan diriku dan Engkau akan
mewafatkannya. Milik Engkau kematian dan kehidupannya. Jika Engkau hidupkan dia, maka peliharalah dia. Jika Engkau matikan dia, maka ampunilah dia. Ya Allah!
Sesungguhnya aku memohon keselamatan kepada-Mu.

MACAM KE 6
Dalam hadis Muslim: 4888
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺭَﺏَّ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺭَﺏَّ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻭَﺭَﺏَّ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵِ
ﺍﻟْﻌَﻈِﻴﻢِ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻭَﺭَﺏَّ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻓَﺎﻟِﻖَ ﺍﻟْﺤَﺐِّ ﻭَﺍﻟﻨَّﻮَﻯ
ﻭَﻣُﻨْﺰِﻝَ ﺍﻟﺘَّﻮْﺭَﺍﺓِ ﻭَﺍﻟْﺈِﻧْﺠِﻴﻞِ ﻭَﺍﻟْﻔُﺮْﻗَﺎﻥِ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ
ﺷَﺮِّ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺃَﻧْﺖَ ﺁﺧِﺬٌ ﺑِﻨَﺎﺻِﻴَﺘِﻪِ
ALLOOHUMMA ROBBAS SAMAAWAATI WA ROBBAL ARDI WA ROBBAL ‘ARSYIL AZIIM – ROBBANAA WA ROBBA KULLI
SYAI-IN – FAALIQOL HABBI WAN NAWAA – MUNZILAT TAUROOTI WAL INJIILI WAL FURQOON – A’UUZU BIKA
MIN SYARRI KULLI SYAI-IN ANTA AAKHIZUM BINAASIYATIH

Ya Allah, Tuhan langit, Tuhan bumi, dan Tuhan Arasy yang besar. Ya Tuhan kami, dan Tuhan segala sesuatu, yang menciptakan biji- bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan
menurunkan Taurot, Injil dan Al-Furqon, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu, yang
Engkau pegang ubun-ubunnya.
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟْﺄَﻭَّﻝُ ﻓَﻠَﻴْﺲَ ﻗَﺒْﻠَﻚَ ﺷَﻲْﺀٌ ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟْﺂﺧِﺮُ
ﻓَﻠَﻴْﺲَ ﺑَﻌْﺪَﻙَ ﺷَﻲْﺀٌ ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟﻈَّﺎﻫِﺮُ ﻓَﻠَﻴْﺲَ ﻓَﻮْﻗَﻚَ
ﺷَﻲْﺀٌ ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟْﺒَﺎﻃِﻦُ ﻓَﻠَﻴْﺲَ ﺩُﻭﻧَﻚَ ﺷَﻲْﺀٌ ﺍِﻗْﺾِ ﻋَﻨَّﺎ
ﺍﻟﺪَّﻳْﻦَ ﻭَﺃَﻏْﻨِﻨَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻔَﻘْﺮِ
ALLOOHUMMA ANTAL AWWAL – FA LAISA QOBLAKA SYAI-UN – WA ANTAL AAKHIR – FA LAISA BA’DAKA SYAI-UN –
WA ANTAZ ZOOHIR – FA LAISA FAUQOKA SYAI-UN – WA ANTAL BAATHIN – FA LAISA DUUNAKA SYAI-UN
– IQDLI ‘ANNAD DAINA – WA AGHNINAA MINAL FAQRI

Ya Allah, Engkau Yang Pertama, maka tidak ada yang mendahului- Mu sesuatupun. Engkau Yang Terakhir, maka tidak ada setelah-Mu sesuatupun. Engkau Yang Nampak,
maka tidak ada di atasmu sesuatupun. Dan Engkau Yang
Tersembunyi, maka tidak ada di balik-Mu sesuatupun. Lunasilah hutang kami dan selamatkanlah kami dari kefaqiran.

MACAM KE 7
Dalam hadis Tirmidzi: 3314 – Hadis Sahih
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻋَﺎﻟِﻢَ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐِ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﺎﺩَﺓِ ﻓَﺎﻃِﺮَ ﺍﻟﺴَّﻤَﻮَﺍﺕِ
ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﺭَﺏَّ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻭَﻣَﻠِﻴﻜَﻪُ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ
ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻧَﻔْﺴِﻲ ﻭَﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ
ﻭَﺷِﺮْﻛِﻪِ
ALLOOHUMMA ‘AALIMAL GHOIBI WASY-SYAHAADAH – FAATIROS SAMAAWAATI WAL ARDI – ROBBA
KULLI SYAI-IN WA MALIIKAHU – ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA – A’UUZU BIKA MIN SYARRI NAFSII WA
MIN SYARRIS SYAITHOONI WA SYIRKIHI

Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nampak, Yang menciptakan langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan Pemiliknya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan
selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, dan dari kejahatan setan dan sekutunya.

Faedah: Do’a ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr Ash Shiddiq untuk dibaca pada pagi, petang dan saat akan tidur.

MACAM KE 8
Dalam hadis Abu Daud: 4388 – Hadis Sahih
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻗِﻨِﻲ ﻋَﺬَﺍﺑَﻚَ ﻳَﻮْﻡَ ﺗَﺒْﻌَﺚُ ﻋِﺒَﺎﺩَﻙَ
ALLOOHUMMA QINII ‘AZAABAKA YAUMA TAB’ATSU ‘IBAADAKA
Ya Allah, selamatkanlah aku dari azab-Mu, di hari Engkau
membangkitkan hamba-hamba-Mu

Faedah: Apabila Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam hendak tidur, beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya, kemudian membaca dzikir di atas.

MACAM KE 9
Dalam hadis Abu Daud: 4399 – Hadis Sahih
ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻛَﻔَﺎﻧِﻲ ﻭَﺁﻭَﺍﻧِﻲ ﻭَﺃَﻃْﻌَﻤَﻨِﻲ
ﻭَﺳَﻘَﺎﻧِﻲ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻱ ﻣَﻦَّ ﻋَﻠَﻲَّ ﻓَﺄَﻓْﻀَﻞَ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﻋْﻄَﺎﻧِﻲ
ﻓَﺄَﺟْﺰَﻝَ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺣَﺎﻝٍ ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺭَﺏَّ ﻛُﻞِّ
ﺷَﻲْﺀٍ ﻭَﻣَﻠِﻴﻜَﻪُ ﻭَﺇِﻟَﻪَ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ

ALHAMDULILLAAHIL LADZII KAFAANII WA AAWAANII WA ATH’AMANII WA SAQOONII – WALLADZII MANNA
‘ALAYYA FA AFDOLA – WALLADZII A’THOONII FA AJZALA –
ALHAMDULILLAAH ‘ALAA KULLI HAAL – ALLOOHUMMA ROBBA KULLI SYAI-IN WA MALIIKAHU – WA ILAAHA KULLI
SYAI-IN A’UUZU BUKA MINAN NAAR

Segala puji bagi Allah yang telah memberiku kecukupan, memberiku tempat tinggal, memberi aku makan
dan minum. Dan Yang telah memberi karunia kepada-ku, lalu
memberikan aku keutamaan. Dan yang telah memberi anugerahkan kepadaku, lalu Dia lebihkan. Segala puji bagi Allah atas segala sesuatu. Ya Allah, Tuhan segala sesuatu dan pemilik-Nya. Dan Tuhan yang disembah segala sesuatu. Aku berlindung kepada-Mu dari neraka

Read More

ZIKIR BANGUN TIDUR

Wahai saudara-saudariku kaum muslimin yang dimuliakan Allah Ta'ala, kita memohon kepada Allah Ta’ala agar senantiasa memberikan kita petunjuk,taufik,hidayah dalam segala perbuatan, sehingga kita dapat melaknakan perintah Allah dengan mudah & tetap istiqomah. salah satunya dgn melakukan zikir bangun tidur karena siapa saja yang membacanya lalu berdoa pasti akan dikabulkan,jika kita berwudhu & melaksanakn sholat pasti diterima.

Marilah juga kita Melepaskan Diri dari Tiga Ikatan Syetan setiap malam, karena jika tidak, maka kita bangun dalam keadaaan galau & malas

Dari ‘Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

ﻣَﻦ ﺗَﻌﺎﺭَّ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻓﻘﺎﻝ : ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ، ﻟَﻪُ
ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ ﻭﻟﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻭﻫُﻮَ ﻋﻠﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳْﺮٌ، ﺍﻟﺤﻤﺪُ ﻟﻠﻪِ،
ﻭﺳﺒﺤﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻭﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪُ، ﻭﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ، ﻭﻻ ﺣَﻮْﻝَ ﻭﻻ ﻗُﻮَّﺓَ
ﺇﻻ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ، ﺛﻢ ﻗﺎﻝ : ﺍَﻟﻠّﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟﻲ – ﺃﻭ ﺩﻋﺎ – ﺍﺳﺘُﺠِﻴﺐَ ﻟﻪ،
ﻓﺈﻥْ ﺗﻮﺿﺄ ﻭﺻﻠﻰ ﻗُﺒِﻠﺖْ ﺻﻼﺗُﻪ

“Barangsiapa yang terjaga di malam hari, kemudian dia membaca (zikir tersebut di atas):

ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ، ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ ﻭﻟﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻭﻫُﻮَ
ﻋﻠﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳْﺮٌ، ﺍﻟﺤﻤﺪُ ﻟﻠﻪِ، ﻭﺳﺒﺤﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻭﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ
ﺍﻟﻠﻪُ، ﻭﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ، ﻭﻻ ﺣَﻮْﻝَ ﻭﻻ ﻗُﻮَّﺓَ ﺇﻻ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ

[Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syain qodiir. Alhamdulillah wa subhanallah, wa laa ilaha illallah, wallahu akbar, wa laa hawla wa laa quwwata illa billah]

Segala puji bagi Allah Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi- Nya segala pujian, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu, segala puji bagi Allah, maha suci Allah, tiada sembahan yang benar kecuali Allah, Allah maha besar, serta tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah, kemudian dia
mengucapkan:
ﺍَﻟﻠّﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟﻲ

“Ya Allah, ampunilah (dosa-dosa)ku“, atau dia berdoa (dengan doa yang lain), maka akan dikabulkan doanya, jika dia berwudhu dan melaksanakan shalat maka akan diterima shalatnya” (HR.Bukhari (no. 1103), Abu Dawud (no. 5060), at-Tirmidzi (no. 3414) & Ibnu Majah (no. 3878).


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ﻳَﻌْﻘِﺪُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﺎﻓِﻴَﺔِ ﺭَﺃْﺱِ ﺃَﺣَﺪِﻛُﻢْ ﺇِﺫَﺍ ﻫُﻮَ ﻧَﺎﻡَ ﺛَﻼَﺙَ
ﻋُﻘَﺪٍ ، ﻳَﻀْﺮِﺏُ ﻛُﻞَّ ﻋُﻘْﺪَﺓٍ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻟَﻴْﻞٌ ﻃَﻮِﻳﻞٌ ﻓَﺎﺭْﻗُﺪْ ، ﻓَﺈِﻥِ
ﺍﺳْﺘَﻴْﻘَﻆَ ﻓَﺬَﻛَﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺍﻧْﺤَﻠَّﺖْ ﻋُﻘْﺪَﺓٌ ، ﻓَﺈِﻥْ ﺗَﻮَﺿَّﺄَ ﺍﻧْﺤَﻠَّﺖْ
ﻋُﻘْﺪَﺓٌ ، ﻓَﺈِﻥْ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻧْﺤَﻠَّﺖْ ﻋُﻘْﺪَﺓٌ ﻓَﺄَﺻْﺒَﺢَ ﻧَﺸِﻴﻄًﺎ ﻃَﻴِّﺐَ
ﺍﻟﻨَّﻔْﺲِ ، ﻭَﺇِﻻَّ ﺃَﺻْﺒَﺢَ ﺧَﺒِﻴﺚَ ﺍﻟﻨَّﻔْﺲِ ﻛَﺴْﻼَﻥَ

“Ketika kalian tidur, syetan membuat tiga ikatan di tengkuk kalian. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika ia berwudhu, lepas lagi satu ikatan berikutnya. Kemudian jika ia mengerjakan shalat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, jiwanya jadi kotor dan malas.” (HR. Al Bukhari)

Demikianlah cara syetan bekerja. Ia tidak pernah berputus asa untuk menggoda dan.menyesatkan manusia. Beragam cara ia lakukan, termasuk program rutin tiap malam
Yakni, syetan membuat ikatan di tengkuk orang yang tidur. Bukan hanya satu ikatan, tetapi tiga lapis ikatan. Para ulama berbeda pendapat apakah ikatan yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah ikatan yang sebenarnya atau tidak. Namun pada prinsipnya, para ulama sepakat syetan bisa membuat jiwa menjadi kotor dan malas dengan cara seperti
hadits tersebut.

Agar bisa melepaskan diri dari tiga ikatan syetan tersebut, tidak ada cara lain kecuali mengikuti petunjuk Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam

1. Bangun dan Berdoa/Berzikir

Langkah pertama adalah segera bangun sebelum fajarndan berdoa. Doanya adalah sebagaimana yangndiajarkan Rasulullah:

ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺃَﺣْﻴَﺎﻧَﺎ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﺎ ﺃَﻣَﺎﺗَﻨَﺎ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨُّﺸُﻮْﺭِ

Alhamdulillahi ladzi ahyana ba 'da ma amatana wailaihin nusyur".
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan (membangunkan) kami setelah mematikan (menidurkan) kami dan kepada-Nyalah kami dibangkitkan” (HR. Al Bukhari)

Atau bisa pula membaca dzikir berikut ketika
bangun tidur,Dari Abu Hurairah dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: Bila salah seorang dari kalian bangun dari tidur,hendaknya ia membaca
ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻋَﺎﻓَﺎﻧِﻲْ ﻓِﻲْ ﺟَﺴَﺪِﻱْ، ﻭَﺭَﺩَّ
ﻋَﻠَﻲَّ ﺭُﻭْﺣِﻲْ، ﻭَﺃَﺫِﻥَ ﻟِﻲْ ﺑِﺬِﻛْﺮِﻩِ
“Alhamdullillahilladzi afaaniy fii jasadiy, wa rodda alayya ruhiy, wa adzina lii bi dzikrih ”
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan telah mengembalikan ruhku serta mengizinkanku untuk berdzikir kepada- Nya]. (HR. Tirmidzi no. 3401. Hasan menurut syaikh Al Albani)

Dengan bangun dan mengucapkan doa ini, satu ikatan syetan terlepas.

2.) Berwudhu

Tidak sedikit orang yang bangun sebelum fajar, tetapi ia hanya ke kamar mandi untuk buang air kecil kemudian tidur lagi. Artinya ia belum bisa lepas dari seluruh ikatan syetan. Tetapi jika setelah bangun dan berdoa ia kemudian berwudhu, maka terlepaslah ikatan kedua.

Kini tinggallah ikatan ketiga, ikatan terakhir.

3.) Shalat

Dengan melakukan shalat malam minimal dua rakaat,terlepaslah ikatan syetan yang ketiga. Jadi seluruh ikatan tersebut lepas sudah. Dan karenanya jiwa orang tersebut menjadi bersih dan ia bersemangat di pagi harinya. Semangat beribadah, semangat beramal, semangat menyemai kebajikan.

Selain menempuh tiga langkah tersebut, sebagian ulama menjelaskan, langkah pencegahan juga tak kalah penting untuk dilakukan. Yakni berdzikir dan berdoa sebelum tidur serta menjaga adab-adabnya.

Moga kita termasuk dalam golongan hamba Allah yang rajin berdzikir. Semoga pula kita bisa mudah mengamalkan doa yang disebutkan di atas.

Wallahu a’lam bish shawab.

Read More

Hikmah & Pahala Membunuh Cicak

Ayo, saudara-saudariku Kaum muslimin yang semoga dirahmati oleh Allah Ta’ala  semoga senantias mendapatkan kebaikan dan keberkahan marilah kita beramal dengan membunuh cicak/tokek dimanapun karena Cicak/Tokek termasuk hewan fasik. Siapa yang membunuh cicak ternyata bisa raih pahala. Hukum membunuh tokek adalah Sunnah

Hewan yang digolongkan hewan fasik dan juga diperintahkan untuk dibunuh adalah cicak atau tokek. Hal ini berdasarkan hadits Sa’ad bin Abi Waqqosh, beliau mengatakan,

ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﺃَﻣَﺮَ ﺑِﻘَﺘْﻞِ
ﺍﻟْﻮَﺯَﻍِ ﻭَﺳَﻤَّﺎﻩُ ﻓُﻮَﻳْﺴِﻘًﺎ .
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh tokek, beliau menyebut hewan ini.dengan hewan yang fasik” (HR. Muslim, no. 2238).An Nawawi membawakan hadits ini dalam Shahih Muslim dengan judul Bab “Dianjurkannya membunuh cicak.”

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻣَﻦْ ﻗَﺘَﻞَ ﻭَﺯَﻏًﺎ ﻓِﻰ ﺃَﻭَّﻝِ ﺿَﺮْﺑَﺔٍ ﻛُﺘِﺒَﺖْ ﻟَﻪُ ﻣِﺎﺋَﺔُ
ﺣَﺴَﻨَﺔٍ ﻭَﻓِﻰ ﺍﻟﺜَّﺎﻧِﻴَﺔِ ﺩُﻭﻥَ ﺫَﻟِﻚَ ﻭَﻓِﻰ ﺍﻟﺜَّﺎﻟِﺜَﺔِ
ﺩُﻭﻥَ ﺫَﻟِﻚَ

“Barang siapa yang membunuh cicak sekali pukul, maka dituliskan baginya pahala seratus kebaikan,dan barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala yang kurang dari pahala pertama. Dan barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala lebih kurang dari yang kedua.” (HR. Muslim, no. 2240)

Dari Ummu Syarik –radhiyallahu ‘anha-, ia berkata,

ﻋَﻦْ ﺃُﻡِّ ﺷَﺮِﻳﻚٍ – ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ
ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺃَﻣَﺮَ ﺑِﻘَﺘْﻞِ
ﺍﻟْﻮَﺯَﻍِ ﻭَﻗَﺎﻝَ ‏« ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻨْﻔُﺦُ ﻋَﻠَﻰ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ‏»

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak. Beliau bersabda, “Dahulu cicak ikut membantu meniup api (untuk membakar) Ibrahim ‘alaihis salam.” (HR. Bukhari, no. 3359)

Kata Imam Nawawi, dalam satu riwayat disebutkan bahwa membunuh cicak akan mendapatkan 100 kebaikan. Dalam riwayat lain disebutkan 70 kebaikan. Kesimpulan dari Imam Nawawi, semakin besar kebaikan atau pahala dilihat dari niat dan keikhlasan, juga dilihat dari makin sempurna atau kurang keadaannya. Seratus kebaikan yang disebut adalah jika sempurna, tujuh puluh jika niatannya untuk selain Allah. Wallahu a’lam. ( Syarh Shahih Muslim, 14: 210-211)

Semua riwayat di atas menunjukkan bahwa membunuh.cicak hukumnya sunnah, tanpa pengecualian.

1.) Sikap yang tepat dalam memahami perintah
Nabi s hallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sikap
“sami’na wa atha’na” (tunduk dan patuh sepenuhnya).dengan berusaha mengamalkan sebisanya. Demikianlah yang dicontohkan oleh para sahabat radhiallahu ‘anhum , padahal mereka adalah manusia yang jauh lebih bertakwa dan lebih berkasih sayang terhadap binatang, daripada kita. Di antara bagian dari sikap tunduk dan patuh sepenuhnya adalah menerima setiap perintah tanpa menanyakan hikmahnya. Dalam riwayat- riwayat di atas, tidak kita jumpai pertanyaan sahabat tentang hikmah diperintahkannya membunuh cicak. Mereka juga tidak mempertanyakan status cicak zaman Ibrahim jika dibandingkan dengan cicak sekarang. Jika dibandingkan antara mereka dengan kita, siapakah yang lebih menyayangi binatang?


2.) Penjelasan di atas tidaklah menunjukkan bahwa perintah membunuh cicak tersebut tidak ada hikmahnya. Semua perintah dan larangan Allah ada hikmahnya. Hanya saja, ada hikmah yang zahir, sehingga bisa diketahui banyak orang, dan ada hikmah yang tidak diketahui banyak orang. Adapun terkait hikmah membunuh cicak, disebutkan oleh beberapa
ulama sebagai berikut:

a. Imam An-Nawawi menjelaskan, “Para ulama sepakat bahwa cicak termasuk hewan kecil yang mengganggu.” ( Syarh Shahih Muslim, 14:236)

b. Al-Munawi mengatakan, “Allah memerintahkan untuk membunuh cicak karena cicak memiliki sifat yang jelek, sementara dulu, dia meniup api Ibrahim sehingga (api itu) menjadi besar.” ( Faidhul Qadir,6:193)

3.) Hikmah yang disebutkan di atas, hanya sebatas untuk semakin memotivasi kita dalam beramal, bukan sebagai dasar beramal, karena dasar kita beramal adalah perintah yang ada pada dalil dan bukan hikmah perintah tersebut. Baik kita tahu hikmahnyamaupun tidak.


4.) Segala sesuatu memiliki manfaat dan madarat. Kita–yang pandangannya terbatas– akan menganggap bahwa cicak memiliki beberapa manfaat yang lebih besar daripada madaratnya. Namun bagi Allah–Dzat yang pandangan-Nya sempurna–hal tersebut menjadi lain. Allah menganggap madarat cicak lebih besar dibandingkan manfaatnya. Karena itu, Allah memerintahkan untuk membunuhnya. Siapa yang bisa dijadikan acuan: pandangan manusia yang serba kurang dan terbatas ataukah pandangan Allah yang sempurna?


5): Manakah yang lebih penting, antara mengamalkan perintah syariat atau melestarikan hewan namun tidak sesuai dengan perintah syariat? Orang yang kenal agama akan mengatakan, “Mengamalkan perintah syariat itu lebih penting. Jangankan, hanya sebatas cicak, bila perlu, harta, tenaga, dan jiwa kita korbankan demi melaksan,akan perintah jihad, meskipun itu adalah jihad yang sunnah.”

Read More

Teknik Penentuan Arah Kiblat 16 juli 2017 pukul 16:28 WIB menggunakan Istiwa A’dhom

1. Tentukan lokasi masjid/mushalla/ langgar atau
rumah yang akan diluruskan arah kiblatnya.

2. Sediakan tongkat lurus panjang minimal 1 meter.Akan lebih bagus jika menggunakan benang besar yang diberi bandul sehingga tegak benar.

3. Siapkan jam/arloji yang sudah dicocokkan / dikalibrasi waktunya secara tepat dengan radio/televisi/ internet atau telpon ke 103.

4. Tentukan lokasi pengukuran; di dalam masjid (diutamakan) atau di sisi Selatan Masjid atau di sisi Utara atau di halaman depan masjid. Yang penting tempat tersebut datar dan masih mendapatkanpenyinaran Matahari saat peristiwa Istiwa A’dhom berlangsung.

5. Pasang tongkat secara tegak dengan bantuan lot tukang (jika menggunakan tongkat) atau pasang benang lengkap dengan bandul serta penyangganya di tempat tersebut. (Persiapan jangan terlalu mendekati waktu terjadinya fenomena agar tidak terburu-buru)

6. Tunggu sampai saat Istiwa A’dhom terjadi dan amatilah bayangan Matahari yang terjadi. Berilah tanda menggunakan spidol, benang, lakban, penggaris atau alat lain yang dapat membuat tanda lurus. Maka itulah arah kiblat yang sebenarnya

7. Gunakan benang, sambungan pada tegel lantai, atau teknik lain yang dapat meluruskan arah kiblat ini ini ke dalam masjid. Intinya yang hendak kita ukur sebenarnya adalah garis shaff yang posisinya tegak lurus (90°) terhadap arah kiblat. Maka setelah garis arah kiblat kita dapatkan untuk membuat garis
shaff dapat dilakukan dengan mengukur arah sikunya dengan bantuan benda-benda yang memiliki sudut siku misalnya lembaran triplek atau kertas karton.

Sebaiknya bukan hanya masjid atau mushalla / langgar
saja yang perlu diluruskan arah kiblatnya. Mungkin
kiblat di rumah kita sendiri selama ini juga saat kita
shalat belum tepat menghadap ke arah yang benar.
Sehingga saat peristiwa tersebut ada baiknya kita juga
bisa melakukan pelurusan arah kiblat di rumah masing-
masing. Semoga cuaca cerah.

Semoga dengan lurusnya arah kiblat kita, ibadah shalat
yang kita kerjakan menjadi lebih afdhal dan doanya
lebih dikabulkan. Amin.

Keterangan lengkap hubungi Rukyat Hilal Indonesia
(RHI) di 0274-552630 atau 08122743082.

CATATAN:
Untuk lebih akurat yg 28 Mei, hari sebelumnya
dikurangi 3 menit per hari sesudahnya ditambah 3
menit per hari. Yang 16 Juli hari sebelumnya ditambah
3 menit per hari sesudahnya dikurangi 3 menit per hari.
Masih cukup presisi. Kalaupun tidak dikoreksi jg masih
ckp akurat krn hanya berbeda 0,2drjt setiap hari atau
sekitar 10′ (menit busur) sementara diameter sumber
cahaya (matahari) jauh lebih besar yaitu sekitar 0,5drjt
atau 30′.

Read More

Dzikir Petang yang Diajarkan Nabi, Faedah,Bacaan Dan Ketentuan Membacanya

••
11. Dibaca Petang 3x (tiga kali)
ﺭَﺿِﻴْﺖُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﺭَﺑًّﺎ، ﻭَﺑِﺎْﻹِﺳْﻼَﻡِ ﺩِﻳْﻨًﺎ، ﻭَﺑِﻤُﺤَﻤَّﺪٍ
ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻧَﺒِﻴًّﺎ
Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wabi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallamanabiyyaa.
••
Artinya:
“Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi.” (Dibaca 3 x)
••
Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan hadits inisebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di
petang hari, maka pantas baginya mendapatkan
ridha Allah di hari kiamat

HR.Ahmad IV/337, Abu Dawud no. 5072, at- Tirmidzi no. 3389, Ibnu Majah no. 3870,an-Nasa-i dalam 'Amalul Yaum walLailah no. 4 dan Ibnus Sunni no. 68,Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/415no. 657, dishahihkan oleh Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak 1/518 dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi,hasan. Lihat juga Shahiih al-WaabilishShayyib hal. 170, Zaadul Ma'aad II/372,Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no.2686.
••
12. Dibaca Petang 3x (tiga kali) :
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻋَﺎﻓِﻨِﻲْ ﻓِﻲْ ﺑَﺪَﻧِﻲْ، ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻋَﺎﻓِﻨِﻲْ ﻓِﻲْ
ﺳَﻤْﻌِﻲْ، ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻋَﺎﻓِﻨِﻲْ ﻓِﻲْ ﺑَﺼَﺮِﻱْ، ﻻَ ﺇِﻟَـﻪَ ﺇِﻻَّ
ﺃَﻧْﺖَ. ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻜُﻔْﺮِ ﻭَﺍﻟْﻔَﻘْﺮِ،
ﻭَﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﻋَﺬَﺍﺏِ ﺍﻟْﻘَﺒْﺮِ، ﻻَ ﺇِﻟَـﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ
Allåhumma ‘aafiniy fiy badaniy, Allåhumma ‘aafiniyfiy sam’iy, Allåhumma ‘aafiniy fiy bashåriy. Laailaaha illa anta. Allåhumma inniy a’uudzubika minalkufri wal faqri, wa a-’uudzubika min ‘adzaabil qåbri,laa ilaaha illaa anta.

Ya Allah! Selamatkan tubuhku (dari penyakit, darimaksiat, atau dari apa-apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan pendengaranku (dari penyakit, dari maksiat, atau dari apa-apa yangtidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan
penglihatanku (dari penyakit, dari maksiat, atau dariapa-apa yang tidak aku inginkan). Tidak ada ilah(yang berhak diibadahi dengan benar) kecualiEngkau. Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindungkepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Dan akuberlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tidak adailah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecualiEngkau.

Keterangan : HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 701, Abu Dawud no.5090, Ahmad V/42, hasan. Lihat Shahiihal-Adabil Mufrad no.539.

13.  Dibaca 1x Waktu sore
••
ﻳَﺎ ﺣَﻲُّ ﻳَﺎ ﻗَﻴُّﻮْﻡُ ﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻚَ ﺃَﺳْﺘَﻐِﻴْﺚُ، ﻭَﺃَﺻْﻠِﺢْ
ﻟِﻲْ ﺷَﺄْﻧِﻲْ ﻛُﻠَّﻪُ ﻭَﻻَ ﺗَﻜِﻠْﻨِﻲْ ﺇِﻟَﻰ ﻧَﻔْﺴِﻲْ ﻃَﺮْﻓَﺔَ
ﻋَﻴْﻦٍ ﺃَﺑَﺪًﺍ

Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits,wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaanafsii thorfata ‘ainin Abadan.

"Wahai Rabb Yang Mahahidup, wahai Rabb YangMahaberdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu),dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan,perbaikilah segala urusanku dan jangan Engkauserahkan (urusanku) kepada diriku sendiri walaupunhanya sekejap mata (tanpa mendapat pertolongandari-Mu).”

Keterangan : HR. An-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.575, al-Bazzar dan al-Hakim 1/545, lihat Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib I/417 no. 661, ash-Shahiihah no. 227, hasan. Dari AnasRA.

14. Dibaca Petang 100x :
ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ
Subhanallah wa bi-hamdih.
Artinya:
“Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100 x)

HR. Muslim no. 2691 dan no.2692, Syarah Muslim XVTV 17-18,Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413no. 653.

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan kalimat‘ subhanallah wa bi hamdih ’ di pagi dan petang harisebanyak 100 x, maka tidak ada yang datang padahari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukankecuali orang yang mengucapkan semisal ataulebih dari itu.

15. Dibaca Petang 10x atau 1x :
ﻻَ ﺇِﻟَـﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ، ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ
ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳْﺮُ
Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahulmulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-inqådiir.

“Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan
benar) selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada
sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nyasegala puji. Dan Dia-lah yang Mahakuasa atassegala sesuatu.”

Faedah: Barangsiapa yang membaca dzikir tersebutdi pagi hari sebanyak sepuluh kali, Allah akanmencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskanbaginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkankebaikan semisal memerdekakan 10 budak, Allahakan melindunginya dari gangguan setan hinggpetang hari. Siapa yang mengucapkannya dipetang hari, ia akan mendapatkan keutamaansemisal itu pula.
••
Keterangan : HR. Abu Dawud no. 5077, Ibnu Majah no. 3867, dari Abu ‘Ayyasy Azzuraqy RA, Shahiih Jaami'ishShaghiir no. 6418,MisykaatulMashaabiih no. 2395, Shahiih at-Targhiib I/414 no. 656,shahih.

17.Dibaca Petang 100x :
ﻻَ ﺇِﻟَـﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ، ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ
ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳْﺮُ
Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahulmulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-inqådiir.

“Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan
benar) selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada
sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nyasegala puji. Dan Dia-lah yang Mahakuasa atassegala sesuatu.”
••
Keterangan : "Barangsiapa membacanya sebanyak 100x dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, baginya perlindungan dari syaitan padahari itu hingga sore hari. Tidaklah
seseorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yangdibawanya kecuali ia melakukan lebihbanyak lagi dari itu.

HR. Al-Bukharino. 3293 dan 6403, Muslim IV/2071 no.2691 (28), at-Tirmidzi no. 3468, IbnuMajah no. 3798, dari Sahabat AbuHurairah RA. Penjelasan: Dalamriwayat an-Nasa-i ('Amalul Yaum walLailah no. 580) dan Ibnus Sunni no. 75dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya dengan lafazh: "Barangsiapa membaca 100x pada pagi hari dan 100x pada sore Hari."... Jadi, dzikir ini dibaca100x di waktu pagi dan 100x di waktusore. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash- Shahiihah no. 2762
••
18. Membaca Waktu Petang 3x
ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻜَﻠِﻤَﺎﺕِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺘَّﺎﻣَّﺎﺕِ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﺧَﻠَﻖَ
A’udzu bikalimaatillahit-taammaati min syarri maakholaq.
••
Artinya:“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yangsempurna dari kejahatan makhluk yangdiciptakanNya.” (Dibaca 3 x pada waktu petang)
••
Faedah: Siapa yang mengucapkannya di petang hari, niscaya tidak ada racun atau binatang (seperti: kalajengking) yang mencelakakannya dimalam itu.
••
HR. Ahmad 2: 290. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim. Lihat komentar Syaikh Syu’aib AlArnauth terhadap hadits ini untuk pengertian hummah diartikan dengan racun atau sengatankalajengking.

www.belajarislamsunnah.com
www.rumasyo.com
www.aslibumiayu.net

Read More

Tablis Iblis Dalam Masalah Ibadah

Talbis artinya menampakkan kebatilan dalam rupa kebenaran. Adapun makna ghurur itu semaacam kebodohan yang menimbulkan keyakinan bahwa yang rusak itu lurus dan yang hina itu bagus. Sebabnya ialah adanya kerancuan. Iblis menyusupkan ke dalam diri
manusia tergantung pada kadar yang dimungkinkannya, bisa bertambah dan bisa berkurang, tergantung kepada
kadar kesadaran dan kelalaian manusia , kemahiran dan kebodohannya.

Ketahuilah bahwa hati itu bagaikan benteng. Di
sekelilingnya ada pagar dan pagar itu mempunyai beberapa pintu. Sekalipun begitu, disana masih ada celah –celah yang bisa dimasuki. Yang menjaga celah- celah ini adalah akal dan para malaikat. Ada beberapa
satuan pasukan penyerang yang senantiasa mendatangi benteng itu, pasukan hawa nafsu dan setan. Pasukan penyerang ini senantiasa datang dari waktu ke lain waktu dan tak mungkin bisa dihentikan, sehingga
peperangan terus berkecamuk antara penghuni benteng dan pasukan penyerang (musuh). Pasukan setan berputar-putar mengelilingi benteng mencari kelengahan penjaga untuk bisa melewati celah. Berarti, penjaga harus mengetahui seluruh pintu benteng dan
celah-celah yang ada di bawah tanggung jawabnya, tidak boleh lengah walau sekejap pun. Sebab musuh juga tidak pernah lengah walau sekejap pun.

Seorang pernah bertanya kepada Hasan Al-Bashri, “Apakah iblis juga tidur?”

Dia menjawab, “Andaikata iblis tidur, tentu kita bisa istirahat”

Benteng itu menjadi terang karena iman dan dzikir. Di dalamnya ada cermin yang menkilap, membiaskan berbagai rupa yang terjadi di sana. Yang pertama kali dilakukan setan di tengah pasukan musuh ialah dengan memperbanyak asap, agar tembok-tembok benteng
tampak kusam dan cerminnya menjadi buram. Hanya kesempurnaan pikiran dan kejernihan dzikirlah yang dapat membuat cermin itu tampak bersih dan bening. Sementara pasukan musuh sendiri senantiasa melancarkan serangan dan adakalanya serangan itu
berhasil menyusup ke dalam benteng. Tentu saja penjaga akan menghadang serangannya. Terkadang setan dapat masuk dan berada di dalam benteng karena kelalaian penjaganya. Terkadang angin ikut berperang menghembuskan asap kearah benteng, membuat dinding-dindingnya menjadi kusam dan cerminnya menjadi buram, sehingga setan dapat menghembuskannya tanpa diketahui. Terkadang penjaga benteng terluka karena lalai, atau justru dapat diperalat dan diperdayai.

Sebagian orang salaf ada yang berkata, “Aku bermimpimelihat setan yang berkata kepadaku, ‘Terkadang aku.bertemu manusia dan kuajarkan sesuatu kepada mereka, dan terkadang aku bertemu manusia, dan aku yang belajar dari mereka’.”

Adakalanya setan menyerang orang pandai lagi pintar, sambil menyodorkan mahkota hawa nafsu kepadanya,lalu dia hanya menyibukkan diri dalam pandangan sendiri. Karena itu dia pun menjadi seperti seorang tawanan yang bodoh dan dia menjadi lemah karena
lalai. Selagi baju besi yang berupa iman tetap
menempel pada diri orang mukmin, maka anak panah musuh tidak akan sampai ke kancah peperangan.

Al-A’masi berkata, “Kami pernah diberitahu seseorang yang diajak bicara oleh sekumpulan jin. Mereka berkata, ‘Tidak ada yang lebih benar bagi kami kecuali orang yang mengikuti as-sunnah. Sedangkan orang- orang yang mengikuti nafsu, maka kami dapat
mempermainkan mereka’.”

Talbis iblis dalam masalah hadats dan sesuatu yang.dianggapnya lebih baik

Iblis menyuruh mereka untuk berlama-lama berada di dalam WC. Padahal yang demikian ini bisa mengganggu fungsi paru-paru. Seseorang boleh berada di dalam WC menurut kadarnya. Diantara mereka ada yang menganggap baik penggunaan air yang melimpah. Dia baru merasa puas jika dapat menghilangkan hadats
sebanyak tujuh kali sesuai dengan mahdzab yang paling keras. Siapa yang tidak puas terhadap keterangan syariat, maka dia layak disebut ahli bid’ah, bukan orang yang melakukan itba’.

Talbis iblis dalam masalah wudhu’

Diantara mereka ada yang diperdaya setan dalam masalah niat, dengan berucap, “Aku berniat menghilangkan hadats.” Lalu berkata, “Untuk sahnya shalat.” Lalu berkata lagi, “Aku berniat menghilangkan hadats.”

Sebab talbis iblis ini ialah kebodohan terhadap syariat. Sebab yang namanya niat itu ada di dalam hati, bukan dengan lafadz. Memaksakan niat dengan lafazh merupakan sesuatu yang sama sekali tidak diperlukan, di samping tidak ada maknanya.

Di antara mereka ada yang dikecoh iblis tatkala
memandang air yang digunakan untuk wudhu’, dengannberkata, “Dari mana engkau tahu bahwa air itu suci?” lalu dia membuat berbagai kemungkinan yang macam- macam. Padahal fatwa syariat sudah cukup baginya bahwa dasar hukum air adalah suci. Yang dasar ini tidak boleh ditinggalkan hanya karena kemungkinan-
kemungkinan.

Di antara mereka ada yang dikecoh dengan masalah banyaknya air. Padahal banyaknya air menghimpun empat macam kemakruhan:

1. Berlebih-lebihan dalam penggunaan air.
2. Menghabiskan waktu yang sangat berharga
dalam perkara yang bukan wajib dan bukan pula
sunnah.
3. Melangkahi syariat, karena dia tidak meresa
puas terhadap sesuatu yang sudah dicukupkan
syariat, kaitannya dengan penggunaan air yang
sedikit.
4. Memasuki perkara yang dilarang,berupa sikap
yang berlebih-lebihan dalam tiga perkara di
atas.

Adakalanya dia wudhu’ dalam jangka waktu yang lama, sehingga tertinggal waktu shalat, atau tidak bisa shalat pada awal waktu atau ketinggalan mengikuti shalat jama’ah. Andaikata dia memikirkan urusan-urusannya,
tentu dia akan tahu bahwa dia telah melakukan sesuatu yang kontradiksi dan juga berlebih-lebihan. Kita sering melihat orang yang sangat memperhatikan masalah was-was ini, sementara dia tidak mau memperhatikan
masalah makan dan minumnya, tidak menjaga lidah dari ghibah. Andaikan saja dia mau membalik urusannya. Di dalam sebuah hadits disebutkan dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash, bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa salam pernah melewati Sa’ad yang sedang wudhu’, lalu beliau bertanya, “Mengapa engkau berlebih-lebihan seperti itu wahai Sa’d?

Sa’ad ganti bertanya, “Apakah di dalam wudhu’ juga ada istilah berlebih-lebihan?

Beliau menjawab, “Benar, sekalipun engkau berada di sungai yang mengalir.” (diriwayatkan Ibnu Majah dan Ahmad)1 sanadnya hasan, sekalipun ada yang dibicarakan dalam sanadnya (Huyai Al-Mu’afiry). Kami juga
menyebutkan hadits ini dalam buku yang lain, bahwa riwayat Qutaibah dari Abu Luhai’ah ini bagus dan shahih insyaaAllah

Dari Abu Na’amah, bahwa Abdullah bin Mughaffal mendengar anaknya berkata (berdo’a), “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon surga Firdaus kepada-Mu, aku memohon istana berwarna putih disebelah kananndari surga saat aku memasukinya.”

Lalu Abdullah berkata, “Mohonlah surga kepada Allah dan berlindunglah dari neraka. Karena aku mendengar Nabi shallallahu’alaihi wa salam bersabda, “Akanbmuncul di tengah umat ini segolongan orang yangnberlebih-lebihan dalam berdo’a danbbersuci.” (diriwayatkan Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad)2 sanadnya shahih. Dalam masalah ini juga ada hadits lain dari Sa’d bin Abi Waqqash yang diriwayatkan Ath-
Thayalisy, Abu Daud dan Ahmad.

Dari Ibnu Syaudzab, dia berkata, “Al-Hasan
menghadapi sebagian orang seraya berkata, “Seseorangbada yang wudhu’ dengan air dari satu geriba, mandibdengan banyak guyuran, setimba demi setimba, karena
hendak menyiksa diri sendiri dan menyalahi sunnah nabinya.”

Dikutip dari “Perangkap Setan” karya Ibnul Jauzi,

Abul Wafa’ bin Aqil berkata, “Sesuatu paling berharga yang dicari orang-orang yang berakal adalah waktu, dan yang paling sedikit digunakan orang yang beribadah adalah air.”

Dari akhlaq Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam  tidak pernah dikenal adanya ibadah dengan menggunakan air yang banyak.

Read More

Bacaan Dzikir Pagi yang Diajarkan Nabi, Faedah,Bacaan Dan Ketentuan Membacacanya

Untuk waktunya, yang utama dibaca saat masuk waktu Shubuh hingga matahari terbit. Namun bolehjuga dibaca sampai matahari akan bergeser kebarat (mendekati waktu Zhuhur).

Dzikir yang Dibaca di Waktu Pagi

(Antara Shubuh hingga siang hari ketika matahariakan bergeser ke barat)

Membaca Taawudz
ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﺍﻟﺮَّﺟِﻴﻢِ
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitanyang terkutuk.”

1.Membaca ayat Kursi
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi waSallam bersabda : "Barangsiapa yang membaca ayat ini ketika pagi hari, maka iadilindungi dari (gangguan) jin hingga sore hari.Danbarangsiapa membacanya ketika sore hari,maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hinggapagi hari." (HR. Al-Hakim 1/562, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/418 no. 662, shahih).
••
2. Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas(3x)Di waktu Petang

Faedah: Siapa yang mengucapkannya masing- masing tiga kali ketika pagi dan petang, maka segala sesuatu akan dicukupkan untuknya.

HR. Abu Dawud no. 5082, an-Nasa-i VIII/250 dan at-Tirmidzi no. 3575, Ahmad V/312, Shahiih at- Tirmidzi no. 2829, Tuhfatul Ahwadzi no. 3646, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/411 no. 649, hasan shahih

3. Dibaca Pagi 1x (satu)

ﺃَﺻْﺒَﺤْﻨَﺎ ﻭَﺃَﺻْﺒَﺢَ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ ﻟِﻠَّﻪِ، ﻭَﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ، ﻻَ
ﺇِﻟَـﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ، ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ
ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳْﺮُ. ﺭَﺏِّ
ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﻓِﻲْ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ
ﺑَﻌْﺪَﻩُ، ﻭَﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﻓِﻲْ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ
ﻭَﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﺑَﻌْﺪَﻩُ، ﺭَﺏِّ ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻜَﺴَﻞِ
ﻭَﺳُﻮْﺀِ ﺍﻟْﻜِﺒَﺮِ، ﺭَﺏِّ ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﻋَﺬَﺍﺏٍ ﻓِﻲ
ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻭَﻋَﺬَﺍﺏٍ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻘَﺒْﺮِ
Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillaah, wal
hamdulillaah, laa ilaaha illallåhu wahdahu laa
syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa
‘ala kulli syay-in qådiir, råbbi as-aluka khåyrå maafiy hadzal yaum, wa khåyrå maa ba’dahu, waa-’uudzubika min syarri maa fiy hadzal yaum, wasyarri maa ba’dahu, råbbi a-’uudzubika minal kasaliwa suu-il kibari, rabbi a’uudzubika min ‘adzaabinfinn naar, wa ‘adzaabin fil qåbri.
••
”Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan
hanya milik Allah, dan segala puji bagi Allah. Tidakada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar)kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutubagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagiNya pujian.Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Wahai Råbb, aku memohon kepada-Mu kebaikan dihari ini dan kebaikan sesudahnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dankejahatansesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindungkepada-Mu dari sifat malas dan kejelekan di haritua. Wahai Rabb, aku berlindung kepadaMu darisiksaan di neraka dan siksaan di kubur.”
••
Keterangan : Bacaan dzikir ini shahih antara lain ditemukan dalam HR. Abu Dawud no. 5071, HR. Muslim IV/2088
no. 2723, dan HR. at-Tirmidzi 3390. Dari Abdullah Ibnu Mas’ud Rodhiallohu ‘anhu.
••
4. Dibaca Pagi 1x (satu kali) :
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺑِﻚَ ﺃَﺻْﺒَﺤْﻨَﺎ، ﻭَﺑِﻚَ ﺃَﻣْﺴَﻴْﻨَﺎ، ﻭَﺑِﻚَ
ﻧَﺤْﻴَﺎ، ﻭَﺑِﻚَ ﻧَﻤُﻮْﺕُ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻚَ ﺍﻟﻨُّﺸُﻮْﺭُ
Allåhumma bika ash-bahna, wa bika amsaynaa, wabika nahyaa, wabika namuut, wa ilaykann nusyuur.
••
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu
kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat
dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang.Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidupdan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1x)
••
HR. Tirmidzi no. 3391 dan Abu Daud no. 5068. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.
••
5. Dibaca Pagi 1x (satu kali) :SAYYIDUL ISTIGHFAR

Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta,
kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdikawa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarrimaa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya waabu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.
••
Faedah: Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di
siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu iamati pada hari tersebut sebelum petang hari,maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaanpenuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, makaia termasuk penghuni surga.

(HR. Al-Bukhari no. 6306,6323, Ahmad IV/122-125, an-Nasa-iqVIII/279-280) dari Syaddad bin Aus R.A.

6.Membaca Di Waktu Pagi x
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲْ ﺃَﺻْﺒَﺤْﺖُ ﺃُﺷْﻬِﺪُﻙَ ﻭَﺃُﺷْﻬِﺪُ ﺣَﻤَﻠَﺔَ
ﻋَﺮْﺷِﻚَ، ﻭَﻣَﻼَﺋِﻜَﺘَﻚَ ﻭَﺟَﻤِﻴْﻊَ ﺧَﻠْﻘِﻚَ، ﺃَﻧَّﻚَ ﺃَﻧْﺖَ
ﺍﻟﻠﻪُ ﻻَ ﺇِﻟَـﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﻭَﺣْﺪَﻙَ ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻚَ، ﻭَﺃَﻥَّ
ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻙَ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻚَ
Allahumma inni ash-bahtu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikatak wa jami’a kholqik, annaka antallahu laa ilaha illa antawahdaka laa syariika lak, wa anna Muhammadan‘abduka wa rosuuluk.
••
Artinya:“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi inimempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah,tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau
semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya
Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.”(Dibaca 4 x)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir iniketika pagi dan petang hari sebanyak empat kali,maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka

HR. Abu Daud no. 5069. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan.

7. Dibaca Pagi 1x (satu kali)

Allåhumma inni as-alukal ‘afwaa wal ‘aafiyah, fid-dunya wal aakhiråh, allåhumma inniy as-alukal‘afwa wal ‘aafiyah, fi diinii wa dunyaayaa wa ahliywa maaliy. Allahummastur ‘awraatiy, wa aaminråw-’aatiy. Allåhummah fazhniy min bayni yadayya,wa min khålfiy, wa ‘an yamiiniy wa ‘an syimaaliywa min fawqiy, wa a-’uudzubika bi ‘azhåmatika an-ughtaala min tahtiy.

HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no.1200, Abu Dawud no.5074, Ibnu Majah no. 3871, an-NasaiVIII/282, al-Hakim 1/517-518, dari IbnuUmar Radhiallahu ‘anhu. Lihat Shahiih
al-Adabul Mufrad no. 912, shahih.

8. Dibaca Pagi 1x (satu kali)
Allåhumma ‘aalimal ghåybi wasy syahaadah, faathiris samaa waati wal ‘ardh, råbba kulla sya-in wa maliikah, asyhadu an-laa ilaaha illa anta, a-’uudzubika min syarri nafsi, wa min syarrisy syaythååni wa syirkih, wa an-uq’tarifa ‘ala nafsiy
suu-an aw ajurråhu ila muslim.
••
Nabi Shallallahu ‘alaihi waSallam bersabda kepada Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiallahu ‘anhu :"Ucapkanlah pagi dan petang dan apabila engkau hendak tidur." HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufradno.1202, HR. At-T irmidzi no. 3392 danAbu Dawud no. 5067, lihat Shahiih at-Tirmidzi no. 2798, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 914, shahih. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2753
••
9. Membaca di waktu pagi 3x
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻯ ﻻَ ﻳَﻀُﺮُّ ﻣَﻊَ ﺍﺳْﻤِﻪِ ﺷَﻰْﺀٌ ﻓِﻰ
ﺍﻷَﺭْﺽِ ﻭَﻻَ ﻓِﻰ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴﻊُ ﺍﻟْﻌَﻠِﻴﻢُ
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un filardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.
••
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala
sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya,Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3 x)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir
tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga
kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya
yang tiba-tiba memudaratkannya.

HR. Abu Daud no. 5088, 5089, Tirmidzi no.3388, dan Ibnu
Majah no. 3869. Al Hafizh AbuThohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.
••
10. Membaca di waktu pagi 3x
••
Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wabi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallamanabiyya.
••
Artinya:“Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagaiagama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai nabi.” (Dibaca 3 x)
••
Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir inisebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di
petang hari, maka pantas baginya mendapatkan
ridha Allah pada hari kiamat

HR. Abu Daud no. 5072, Tirmidzi no. 3389. AlHafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits inihasan.
••
11. Dibaca 1x Waktu pagi
••
ﻳَﺎ ﺣَﻲُّ ﻳَﺎ ﻗَﻴُّﻮْﻡُ ﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻚَ ﺃَﺳْﺘَﻐِﻴْﺚُ، ﻭَﺃَﺻْﻠِﺢْ
ﻟِﻲْ ﺷَﺄْﻧِﻲْ ﻛُﻠَّﻪُ ﻭَﻻَ ﺗَﻜِﻠْﻨِﻲْ ﺇِﻟَﻰ ﻧَﻔْﺴِﻲْ ﻃَﺮْﻓَﺔَ
ﻋَﻴْﻦٍ ﺃَﺑَﺪًﺍ

Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits,wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaanafsii thorfata ‘ainin Abadan.
••
Artinya:“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb YangBerdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), denganrahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilahsegala urusanku dan jangan diserahkan kepadakusekali pun sekejap mata (tanpa mendapatpertolongan dariMu).” (Dibaca 1 x)
••
Faedah: Dzikir ini diajarkan oleh Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam pada Fathimah supaya diamalkanpagi dan petang. [11] HR. Ibnu As Sunni dalam ‘Amalul Yaum walLailah no. 46, An Nasai dalam Al Kubro (381/ 570),Al Bazzar dalam musnadnya (4/ 25/ 3107), AlHakim (1: 545). Sanad hadits ini hasansebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albanidalam As Silsilah Ash Shahihah no. 227.
••

Read More

Dzikir Petang yang Diajarkan Nabi, Faedah,Bacaan Dan Ketentuan Membacanya

••
11. Dibaca Petang 3x (tiga kali)
ﺭَﺿِﻴْﺖُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﺭَﺑًّﺎ، ﻭَﺑِﺎْﻹِﺳْﻼَﻡِ ﺩِﻳْﻨًﺎ، ﻭَﺑِﻤُﺤَﻤَّﺪٍ
ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻧَﺒِﻴًّﺎ
Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wabi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallamanabiyyaa.
••
Artinya:
“Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi.” (Dibaca 3 x)
••
Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan hadits inisebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di
petang hari, maka pantas baginya mendapatkan
ridha Allah di hari kiamat

HR.Ahmad IV/337, Abu Dawud no. 5072, at- Tirmidzi no. 3389, Ibnu Majah no. 3870,an-Nasa-i dalam 'Amalul Yaum walLailah no. 4 dan Ibnus Sunni no. 68,Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/415no. 657, dishahihkan oleh Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak 1/518 dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi,hasan. Lihat juga Shahiih al-WaabilishShayyib hal. 170, Zaadul Ma'aad II/372,Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no.2686.
••
12. Dibaca Petang 3x (tiga kali) :
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻋَﺎﻓِﻨِﻲْ ﻓِﻲْ ﺑَﺪَﻧِﻲْ، ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻋَﺎﻓِﻨِﻲْ ﻓِﻲْ
ﺳَﻤْﻌِﻲْ، ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻋَﺎﻓِﻨِﻲْ ﻓِﻲْ ﺑَﺼَﺮِﻱْ، ﻻَ ﺇِﻟَـﻪَ ﺇِﻻَّ
ﺃَﻧْﺖَ. ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻜُﻔْﺮِ ﻭَﺍﻟْﻔَﻘْﺮِ،
ﻭَﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﻋَﺬَﺍﺏِ ﺍﻟْﻘَﺒْﺮِ، ﻻَ ﺇِﻟَـﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ
Allåhumma ‘aafiniy fiy badaniy, Allåhumma ‘aafiniyfiy sam’iy, Allåhumma ‘aafiniy fiy bashåriy. Laailaaha illa anta. Allåhumma inniy a’uudzubika minalkufri wal faqri, wa a-’uudzubika min ‘adzaabil qåbri,laa ilaaha illaa anta.

Ya Allah! Selamatkan tubuhku (dari penyakit, darimaksiat, atau dari apa-apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan pendengaranku (dari penyakit, dari maksiat, atau dari apa-apa yangtidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan
penglihatanku (dari penyakit, dari maksiat, atau dariapa-apa yang tidak aku inginkan). Tidak ada ilah(yang berhak diibadahi dengan benar) kecualiEngkau. Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindungkepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Dan akuberlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tidak adailah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecualiEngkau.

Keterangan : HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 701, Abu Dawud no.5090, Ahmad V/42, hasan. Lihat Shahiihal-Adabil Mufrad no.539.

13.  Dibaca 1x Waktu sore
••
ﻳَﺎ ﺣَﻲُّ ﻳَﺎ ﻗَﻴُّﻮْﻡُ ﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻚَ ﺃَﺳْﺘَﻐِﻴْﺚُ، ﻭَﺃَﺻْﻠِﺢْ
ﻟِﻲْ ﺷَﺄْﻧِﻲْ ﻛُﻠَّﻪُ ﻭَﻻَ ﺗَﻜِﻠْﻨِﻲْ ﺇِﻟَﻰ ﻧَﻔْﺴِﻲْ ﻃَﺮْﻓَﺔَ
ﻋَﻴْﻦٍ ﺃَﺑَﺪًﺍ

Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits,wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaanafsii thorfata ‘ainin Abadan.

"Wahai Rabb Yang Mahahidup, wahai Rabb YangMahaberdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu),dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan,perbaikilah segala urusanku dan jangan Engkauserahkan (urusanku) kepada diriku sendiri walaupunhanya sekejap mata (tanpa mendapat pertolongandari-Mu).”

Keterangan : HR. An-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.575, al-Bazzar dan al-Hakim 1/545, lihat Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib I/417 no. 661, ash-Shahiihah no. 227, hasan. Dari AnasRA.

14. Dibaca Petang 100x :
ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ
Subhanallah wa bi-hamdih.
Artinya:
“Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100 x)

HR. Muslim no. 2691 dan no.2692, Syarah Muslim XVTV 17-18,Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413no. 653.

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan kalimat‘ subhanallah wa bi hamdih ’ di pagi dan petang harisebanyak 100 x, maka tidak ada yang datang padahari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukankecuali orang yang mengucapkan semisal ataulebih dari itu.

15. Dibaca Petang 10x atau 1x :
ﻻَ ﺇِﻟَـﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ، ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ
ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳْﺮُ
Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahulmulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-inqådiir.

“Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan
benar) selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada
sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nyasegala puji. Dan Dia-lah yang Mahakuasa atassegala sesuatu.”

Faedah: Barangsiapa yang membaca dzikir tersebutdi pagi hari sebanyak sepuluh kali, Allah akanmencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskanbaginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkankebaikan semisal memerdekakan 10 budak, Allahakan melindunginya dari gangguan setan hinggpetang hari. Siapa yang mengucapkannya dipetang hari, ia akan mendapatkan keutamaansemisal itu pula.
••
Keterangan : HR. Abu Dawud no. 5077, Ibnu Majah no. 3867, dari Abu ‘Ayyasy Azzuraqy RA, Shahiih Jaami'ishShaghiir no. 6418,MisykaatulMashaabiih no. 2395, Shahiih at-Targhiib I/414 no. 656,shahih.

17.Dibaca Petang 100x :
ﻻَ ﺇِﻟَـﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ، ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ
ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳْﺮُ
Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahulmulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-inqådiir.

“Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan
benar) selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada
sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nyasegala puji. Dan Dia-lah yang Mahakuasa atassegala sesuatu.”
••
Keterangan : "Barangsiapa membacanya sebanyak 100x dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, baginya perlindungan dari syaitan padahari itu hingga sore hari. Tidaklah
seseorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yangdibawanya kecuali ia melakukan lebihbanyak lagi dari itu.

HR. Al-Bukharino. 3293 dan 6403, Muslim IV/2071 no.2691 (28), at-Tirmidzi no. 3468, IbnuMajah no. 3798, dari Sahabat AbuHurairah RA. Penjelasan: Dalamriwayat an-Nasa-i ('Amalul Yaum walLailah no. 580) dan Ibnus Sunni no. 75dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya dengan lafazh: "Barangsiapa membaca 100x pada pagi hari dan 100x pada sore Hari."... Jadi, dzikir ini dibaca100x di waktu pagi dan 100x di waktusore. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash- Shahiihah no. 2762
••
18. Membaca Waktu Petang 3x
ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻜَﻠِﻤَﺎﺕِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺘَّﺎﻣَّﺎﺕِ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﺧَﻠَﻖَ
A’udzu bikalimaatillahit-taammaati min syarri maakholaq.
••
Artinya:“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yangsempurna dari kejahatan makhluk yangdiciptakanNya.” (Dibaca 3 x pada waktu petang)
••
Faedah: Siapa yang mengucapkannya di petang hari, niscaya tidak ada racun atau binatang (seperti: kalajengking) yang mencelakakannya dimalam itu.
••
HR. Ahmad 2: 290. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim. Lihat komentar Syaikh Syu’aib AlArnauth terhadap hadits ini untuk pengertian hummah diartikan dengan racun atau sengatankalajengking.

www.belajarislamsunnah.com
www.rumasyo.com
www.aslibumiayu.net

Read More

12 Do'a Iftitah shahih

Membaca Do’a Iftitah

1.) Do’a iftitah disebut juga istiftah adalah do’a
yang dibaca setelah takbiratul ihram

2.) Ada beberapa macam do’a yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Untuk itu, setiap muslim dianjurkan untuk membaca do’a-do’a tersebut secara bergantian. Misalnya, shalat subuh membaca do’a iftitah tertentu kemudian shalat dluhur membaca do’a iftitah yang lain. Dengan demikian
semua sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan lestari dan terjaga.

3.) Do’a iftitah dibaca pelan, baik makmum, imam, maupun orang yang shalat sendirian.

4. Untuk makmum masbuq (ketinggalan) tidak perlu membaca do’a iftitah .

5.) Macam-macam do’a iftitah:

Macam-macam Doa Istiftah
••
Ada beberapa macam jenis doa istiftah yang dibaca oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan sahabatnya, berdasarkan riwayat-riwayat yang shahih.
••
Berikut ini macam-macam doa istiftah yang shahih, berdasarkan penelitian Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah terhadap dalil-dalil doa istiftah, yang tercantum dalam kitab beliau Sifatu Shalatin Nabi
Shallallahu’alaihi Wasallam :
••
1. Bacaan:
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺑﺎَﻋِﺪْ ﺑَﻴْﻨِﻲ ﻭَﺑَﻴْﻦَ ﺧَﻄَﺎﻳَﺎﻱَ ﻛَﻤَﺎ ﺑﺎَﻋَﺪْﺕَ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﻤَﺸْﺮِﻕِ
ﻭَﺍﻟْﻤَﻐْﺮِﺏِ، ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻧَﻘِّﻨِﻲ ﻣِﻦْ ﺧَﻄَﺎﻳَﺎﻱَ ﻛَﻤَﺎ ﻳُﻨَﻘَّﻰ ﺍﻟﺜَّﻮْﺏُ ﺍﻟْﺄَﺑْﻴَﺾُ
ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪَّﻧَﺲِ، ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻏْﺴِﻠْﻨِﻲ ﻣِﻦْ ﺧَﻄَﺎﻳَﺎﻱَ ﺑِﺎﻟْﻤَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟﺜَّﻠْﺞِ ﻭَﺍﻟْﺒَﺮَﺩِ
ALLAHUMMA BAA’ID BAINII WA BAINA KHATHAAYAAYA KAMAA BAA’ADTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIB. ALLAHUMMA NAQQINII MINAL KHATHAAYAA KAMAA YUNAQQATS TSAUBUL ABYADHU MINAD DANAS. ALLAHUMMAGHSIL KHATHAAYAAYA BILMAA’I WATSTSALJI WAL BARAD
••
“Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-
kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana dibersihkannya kain yang putih dari noda. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, hujan es, dan air dingin.” (HR. Al-Bukhari no. 744 dan Muslim no. 1353, dari Abu Hurairah z)
••
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam biasa
mengucapkan doa istiftah ini dalam shalat fardhu.

2. Bacaan:
ﻭَﺟَّﻬْﺖُ ﻭَﺟْﻬِﻲَ ﻟِﻠَّﺬِﻱْ ﻓَﻄَﺮَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽَ ﺣَﻨِﻴْﻔًﺎ ﻣُﺴْﻠِﻤًﺎ
ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻧَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴْﻦَ، ﺇِﻥَّ ﺻَﻼَﺗِﻲ ﻭَﻧُﺴُﻜِﻲْ ﻭَﻣَﺤْﻴَﺎﻱَ، ﻭَﻣَﻤَﺎﺗِﻲ
ﻟِﻠﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﻠَﻤِﻴْﻦَ، ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ، ﻭَﺑِﺬﻟِﻚَ ﺃُﻣِﺮْﺕُ ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺃَﻭَّﻝُ
ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ. ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻤَﻠِﻚُ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ، ﺃَﻧْﺖَ ﺭَﺑِّﻲ ﻭَﺃَﻧَﺎ
ﻋَﺒْﺪُﻙَ، ﻇَﻠَﻤْﺖُ ﻧَﻔْﺴِﻲ ﻭَﺍﻋْﺘَﺮَﻓْﺖُ ﺑِﺬَﻧْﺒِﻲ، ﻓَﺎﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲ ﺫَﻧْﺒِﻲ
ﺟَﻤِﻴْﻌًﺎ ﺇِﻧَّﻪُ ﻻَ ﻳَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﺬُّﻧُﻮْﺏَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ . ﻭَﺍﻫْﺪِﻧِﻲ ﻟِﺄَﺣْﺴَﻦِ ﺍﻟْﺄَﺧْﻼَﻕِ،
ﻻَ ﻳَﻬْﺪِﻱ ﻟِﺄَﺣْﺴَﻨِﻬَﺎ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ . ﻭَﺍﺻْﺮِﻑْ ﻋَﻨِّﻲ ﺳَﻴِّﺌَﻬَﺎ, ﻻَ ﻳَﺼْﺮِﻑُ
ﻋَﻨِّﻲ ﺳَﻴِّﺌَﻬَﺎ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ. ﻟَﺒَّﻴْﻚَ ﻭَﺳَﻌْﺪَﻳْﻚَ، ﻭَﺍﻟْﺨَﻴْﺮُ ﻛُﻠُّﻪُ ﻓِﻲ ﻳَﺪَﻳْﻚَ،
ﻭَﺍﻟﺸَّﺮُّ ﻟَﻴْﺲَ ﺇِﻟَﻴْﻚَ، ﺃَﻧَﺎ ﺑِﻚَ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻚَ، ﺗَﺒَﺎﺭَﻛْﺖَ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻴْﺖَ، ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ
ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARAS SAMAAWAATI WAL ARDLA HANIIFAN WAMAA ANAA MINAL MUSYRIKIIN, INNA SHALAATII WA NUSUKII WA MAHYAAYA WA MAMAATII LILLAHI RABBIL ‘AALAMIIN LAA SYARIIKA LAHU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANAA MINAL MUSLIMIIN ALLAHUMMA ANTAL MALIKU LAA ILAAHA ILLAA ANTA, ANTA RABBII WA ANAA ‘ABDUKA ZHALAMTU NAFSII WA’TARAFTU BI DZANBII FAGHFIL LII DZUNUUBII JAMII’AN INNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUB ILLAA ANTA WAH DINII LIAHSANAIL AKHLAAQ LAA YAHDII LIAHSANIHAA ILLAA ANTA WASHRIF ‘ANNII SAYYI`AHAA LAA YASHRIFU ‘ANNII SAYYI`AHAA ILLAA ANTA LABBAIKA WA SA’DAIKA WAL KHAIRU KULLUHU FII YADAIK WASY SYARRU LAISA ILAIKA ANAA BIKA WA ILAIKA TABAARAKTA WA TA’AALAITA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA”

“Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah
memulai penciptaan langit-langit dan bumi tanpa ada contoh sebelumnya, dalam keadaan lurus mengarah kepada al-haq, lagi berserah diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadah sembelihanku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya, dan dengan itulah aku diperintah
dan aku adalah orang yang pertama kali berserah diri1. Ya Allah, Engkau adalah Raja, tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau. Engkaulah Rabbku dan aku adalah hamba-Mu. Aku telah menzalimi diriku, dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah dosa-dosaku seluruhnya, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Tunjukilah aku kepada akhlak yang terbaik, tidak ada yang dapat menunjukkan kepada akhlak yang terbaik kecuali Engkau. Dan palingkan/jauhkanlah aku dari kejelekan akhlak dan tidak ada yang dapat menjauhkanku dari kejelekan akhlak kecuali Engkau. Labbaika (aku
terus-menerus menegakkan ketaatan kepada-Mu) dan sa’daik (terus bersiap menerima perintah-Mu dan terus mengikuti agama-Mu yang Engkau ridhai).bKebaikan itu seluruhnya berada pada kedua tangan- Mu, dan kejelekan itu tidak disandarkan kepada-Mu2. Aku berlindung, bersandar kepada-Mu dan Aku memohon taufik pada-Mu. Mahasuci Engkau lagi Mahatinggi. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Muslim no. 1809 dari Ali bin Abi Thalib z)

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam
mengucapkan doa istiftah ini dalam shalat fardhu dan shalat nafilah. Ini menyelisihi pendapat sebagian ulama yang mengatakan bahwa doa istiftah ini dibaca dalam shalat lail (tahajud), seperti Abu Dawud Ath- Thayalisi Rahimahullah dalam Musnad-Nya (23) dan
Ibnul Qayyim Rahimahullah dalam Zadul Ma’ad
(1/51) mengatakan, “Yang benar, doa istiftah ini
hanyalah diucapkan beliau n dalam qiyamul lail.”
Namun pendapat yang benar sebagaimana yang telah kami sebutkan. (Ashlu Shifah Shalatin Nabi n, 1/249)

3. Bacaan:
ﻭَﺟَّﻬْﺖُ ﻭَﺟْﻬِﻲَ ﻟِﻠَّﺬِﻱْ ﻓَﻄَﺮَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽَ ﺣَﻨِﻴْﻔًﺎ ﻣُﺴْﻠِﻤًﺎ
ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻧَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴْﻦَ . ﺇِﻥَّ ﺻَﻼَﺗِﻲ , ﻭَﻧُﺴُﻜِﻲْ ﻭَﻣَﺤْﻴَﺎﻱَ ﻭَﻣَﻤَﺎﺗِﻲ
ﻟِﻠﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﻠَﻤِﻴْﻦَ، ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ، ﻭَﺑِﺬَﻟِﻚَ ﺃُﻣِﺮْﺕُ، ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺃَﻭَّﻝُ
ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ . ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻤَﻠِﻚُ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺳُﺒْﺤﺎَﻧَﻚَ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙ
WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARAS
SAMAAWAATI WAL ARDLA HANIIFAN WAMAA ANAA MINAL MUSYRIKIIN, INNA SHALAATII WA NUSUKII WA MAHYAAYA WA MAMAATII LILLAHI RABBIL ‘AALAMIIN LAA SYARIIKA LAHU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANAA MINAL MUSLIMIIN ALLAHUMMAANTAL MALIKU LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHANAKA WABIHAMDIKA
••َ
“Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang mencipta langit-langit dan bumi tanpa ada contoh sebelumnya,.dalam keadaan aku lurus, condong kepada al-haq lagi berserah diri, dan aku bukanlah termasuk orang- orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadah sembelihanku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya, dan
dengan itulah aku diperintah dan aku adalah orang yang pertama kali berserah diri. Ya Allah, Engkau adalah Raja tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau. Mahasuci Engkau dan sepenuh pujian kepada-Mu.” (HR. An-Nasa’i no. 898 dari Muhammad bin Maslamah z. Dishahihkan dalam Shahih Ibni Majah dan Al-Misykat no. 821)
••
4. Bacaan:
ﻭَﺟَّﻬْﺖُ ﻭَﺟْﻬِﻲَ ﻟِﻠَّﺬِﻱْ ﻓَﻄَﺮَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽَ ﺣَﻨِﻴْﻔًﺎ ﻣُﺴْﻠِﻤًﺎ
ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻧَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴْﻦَ. ﺇِﻥَّ ﺻَﻼَﺗِﻲ ﻭَﻧُﺴُﻜِﻲْ ﻭَﻣَﺤْﻴَﺎﻱَ ﻭَﻣَﻤَﺎﺗِﻲ
ﻟِﻠﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﻠَﻤِﻴْﻦَ، ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ، ﻭَﺑِﺬَﻟِﻚَ ﺃُﻣِﺮْﺕُ ﻭَﺃَﻧَﺎ ﻣِﻦَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ . ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻫْﺪِﻧِﻲ ﻟِﺄَﺣْﺴَﻦِ ﺍﻟْﺄَﻋْﻤَﺎﻝِ ﻭَﺃَﺣْﺴَﻦِ ﺍﻟْﺄَﺧْﻼَﻕِ، ﻻَ
ﻳَﻬْﺪِﻱ ﻟِﺄَﺣْﺴَﻨِﻬَﺎ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ . ﻭَﻗِﻨِﻲ ﺳَﻴِّﺊَ ﺍﻟْﺄَﻋْﻤَﺎﻝِ ﻭَﺳَﻴِّﺊَ ﺍﻟْﺄَﺧْﻼَﻕِ،
ﻻَ ﻳَﻘِﻲ ﺳَﻴِّﺌَﻬَﺎ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ

'Inna salati wa nusuki wa mahyaya wa
mamati lillahi rabbil-alamin, la sharika lahu, wa bidhalika umirtu wa ana min al-muslimin. Allahummahdini liahsanil- amali wa ahsanil-akhlaqi la yahdi li ahsaniha illa anta wa qini sayy'al-a'mali wa sayy'al-ahaqi la yaqi sayy'aha illa anta.
••
Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah
memulai penciptaan langit-langit dan bumi tanpa ada contoh sebelumnya, dalam keadaan lurus condong kepada al-haq, lagi berserah diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadah sembelihanku, hidup dan matiku, hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya, dan dengan itulah aku diperintah
dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Ya Allah, tunjukilah aku kepada amalan yang terbaik dan akhlak yang terbaik, tidak ada yang dapat memberikan petunjuk kepada amalan dan akhlak yang terbaik kecuali Engkau. Jagalah aku dari amal yang buruk dan akhlak yang jelek, tidak ada yang dapat menjaga dari amal dan akhlak yang buruk
kecuali Engkau.” (HR. An-Nasa’i no. 896 dari Jabir c. Dishahihkan dalam Shahih Ibni Majah dan Al-Misykat no. 820)
••
Kelima
“SUBHANAKA ALLAHUMMA WA BIHAMDIKA WA TABARAKAS-MUKA WA TA’ALA JADDUKA WA LA ILAHA GHAIRAKA”
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﺍﺳْﻤُﻚَ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺟَﺪُّﻙَ ﻭَﻟَﺎ
ﺇِﻟَﻪَ ﻏَﻴْﺮُﻙَ
“Maha suci Engkau, ya Allah. Ku sucikan nama-Mu dengan memuji-Mu. Nama-Mu penuh berkah. Maha tinggi Engkau. Tidak ilah yang berhak disembah selain Engkau” (HR.Abu Daud 1/124, An Nasa-i, 1/143, At Tirmidzi 2/9-10, Ad Darimi 1/282, Ibnu Maajah 1/268. Dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri, dihasankan oleh Al.Albani dalam Sifatu Shalatin Nabi 1/252)

Doa ini juga diriwayatkan dari sahabat lain secara marfu’ , yaitu dari ‘Aisyah, Anas bin Malik dan Jabir Radhiallahu’anhum . Bahkan Imam Muslim membawakan riwayat :
ﺃﻥ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﺍﻟﺨﻄﺎﺏ ﻛﺎﻥ ﻳﺠﻬﺮ ﺑﻬﺆﻻﺀ ﺍﻟﻜﻠﻤﺎﺕ ﻳﻘﻮﻝ : ﺳﺒﺤﺎﻧﻚ
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻭﺑﺤﻤﺪﻙ . ﺗﺒﺎﺭﻙ ﺍﺳﻤﻚ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﺟﺪﻙ . ﻭﻻ ﺇﻟﻪ ﻏﻴﺮﻙ
“Umar bin Khattab pernah menjahrkan doa ini (ketika shalat) : (lalu menyebut doa di atas) ” (HR. Muslim no.399)

Demikianlah, doa ini banyak diamalkan oleh para sahabat Nabi, sehingga para ulama pun banyak yang lebih menyukai untuk mengamalkan doa ini dalam shalat. Selain itu doa ini cukup singkat dan sangat tepat bagi imam yang mengimami banyak orang yang kondisinya lemah, semisal anak-anak dan orang tua.
••
Keenam
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﻭَﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﺍﺳْﻤُﻚَ، ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺟَﺪُّﻙَ،
ﻭَﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﻏَﻴْﺮَﻙَ
3x ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ
3x ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﻛَﺒِﻴﺮًﺍ
••
SUBHANAKA ALLAHUMMA WA BIHAMDIKA WA
TABARAKAS-MUKA WA TA’ALA JADDUKA WA LA ILAHA GHAIRAKA” LA ILAHA ILLALLAH(3X) ALLAHU AKBAR KABIRA(3X)

“Maha suci Engkau, ya Allah. Ku sucikan nama-Mu dengan memuji-Mu. Nama-Mu penuh berkah. Maha tinggi Engkau. Tidak ilah yang berhak disembah selain Engkau, Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah (3x), Allah Maha Besar (3x) ” (HR.Abu Daud 1/124, dihasankan oleh Al Albani dalam Sifatu Shalatin Nabi 1/252)


Keterangan : Do’a iftitah ini dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat shalat malam. (HR. Abu Dauddan dishahihkan Al Albani).

Read More
Powered by Blogger.