Kompilasi tentang islam

Sunday, March 5, 2017

Pilar-pilar Stabilitas Keamanan Negara


👤 Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr Hafidzahullah Ta'ala

🕋 Masjid Istiqlal

⏰ Ahad, 26 Februari 2017

Bismillah. Berikut ringkasan faidah dari tabligh Akbar ini:

1⃣ Keamanan merupakan hal yang sangat penting. Karena tanpanya, manusia sulit menjalani aktivitas kesehariannya baik aktivitas duniawi maupun ukhrawi

2⃣ Mewujudkan keamanan merupakan bagian dari iman. Ia adalah konsekuensi dari ukhuwah Islamiyyah. Rasulullah bersabda:

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Seorang muslim adalah yang muslim lainnya selamat dari gangguan lidah dan tangannya (HR Bukhari Muslim)

Rasulullah juga bersabda:

َ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا

"Sesungguhnya darah kalian, harta-harta kalian dan kehormatan kalian, haram atas kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini di negeri kalian ini dan pada bulan kalian ini"

3⃣ Seorang muslim dianjurkan untuk berdoa meminta keamanan dari segala fitnah dan keburukan di setiap pagi dan sorenya dengan membaca doa:

اللَّـهُمَّ إِنِّـي أَسأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِـيَةَ فِـي الدُّنْيـَا وَالآخِـرَةِ، اللَّـهُمَّ إِنِّـي أَسأَلُكَ الْعَـفْوَ وَالْـعَافِـيَةَ فِـي دِيْـنِـي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ، وَمَالِـي، اللَّهُمَّ اسْـتُـرْ عَـوْرَاتِـي وَآمِنْ رَوْعَاتِـي، اللَّهُمَّ احْـفَظْنِـي مِنْ بَينِ يَـدَيَّ وَمِنْ خَـلْـفِي، وَعَنْ يَـمِيـنـِي وَعَنْ شِـمَالِي، وَمِنْ فَوْقِـي، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَـتِكَ أَن أُغْـتـَالَ مِن تَـحْـتِـي

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan terbebas dari masalah di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan terbebas dari masalah dalam urusan agama, dunia, keluarga, dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku dan tenangkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, jagalah aku dari arah muka, belakang, kanan, kiri, dan dari atasku, dan aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak dihancurkan dari bawahku.”

Rasulullah juga bersabda ketika hilal muncul beliau berdoa:

اللهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِاْلأَمْنِ وَاْلإِيْمَانِ، وَالسَّلاَمَةِ وَاْلإِسْلاَمِ، وَالتَّوْفِيْقِ لِمَا تُحِبُّ رَبَّنَا وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللهُ.

4⃣ Selain berdoa, kita harus berusaha mewujudkan keamanan. Rasulullah ketika keluar rumah mengajarkan doa:

للَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ، أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ، أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ، أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ، أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, jangan sampai aku sesat atau disesatkan (setan atau orang yang berwatak setan), berbuat kesalahan atau dijerumuskan orang lain untuk melakukan kesalahan, menganiaya atau dianiaya (orang), dan berbuat bodoh atau dibodohi”.

5⃣ Keimanan dan keamanan memiliki hubungan yang sangat erat. Allah berfirman:

(الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ)

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

[Surat Al-An'am 82]

Allah juga berfirman:

(إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَىٰ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ)
Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

[Surat Al-Ma'idah 69]

6⃣ Kemanan adalah buah dari keimanan. Allah menjanjikan kemananan kepada orang yang beriman. Allah berfirman:

(وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ)

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.[Surat An-Nur 55]

7⃣ Cara mewujudkan keamanan di masyarakat adalah dengan mendakwahkan dan menerapkan keimanan dalam kehidupan mereka dan saling menasehati satu sama lain. Allah berfirman:

(بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ وَالْعَصْرِ * إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ * إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ)
Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

[Surat Al-Asr 1 - 3]

8⃣ Allah mengancam kepada orang yang meninggalkan keimanan dengan menghilangkan keamanan dan ketentraman dari mereka. Allah berfirman:

(وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ)

Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. [Surat An-Nahl 112]

9⃣ Diantara manusia ada yang sengaja membuat fitnah. Seorang muslim itu tidak boleh ikut ambil bagian dalam menyebarkan fitnah. Diantara wasiat  Ali bin Abi Thalib ketika terjadi fitnah adalah jangan tergesa-gesa dan jangan mudah menyebarkan berita fitnah.

Seorang muslim wajib menahan diri dari menyebarkan berita fitnah dan mengembalikan urusannya kepada Ulil Amri. Allah berfirman:

(وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا)
Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu). [Surat An-Nisa' 83]

🔟 Diantara manusia ada yang termasuk pembuka pintu fitnah dan pembuka pintu kebaikan maka beruntunglah orang yang membuka kebaikan dan celakalah orang yang membuka keburukan. Rasulullah bersabda:

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِكُمْ مِنْ شَرِّكُمْ قَالَ فَسَكَتُوا فَقَالَ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَقَالَ رَجُلٌ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنَا بِخَيْرِنَا مِنْ شَرِّنَا قَالَ خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ وَشَرُّكُمْ مَنْ لَا يُرْجَى خَيْرُهُ وَلَا يُؤْمَنُ شَرُّهُ

"Maukah kalian aku beritahu orang yang paling baik di antara kalian dari orang yang paling buruk di antara kalian?" Abu Hurairah berkata: Para sahabat diam, beliau mengatakan demikian sampai tiga kali, kemudian salah seorang berkata: Ya, wahai Rasulullah, beritahukan kepada kami orang yang paling baik di antara kami dari orang yang paling buruk, beliau bersabda: "Orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya dan aman dari kejahatannya, dan orang yang paling buruk di antara kalian adalah orang yang tidak diharapkan kebaikannya dan tidak aman dari kejahatannya." (HR Tirmidzi)

Rasulullah juga bersabda:

إِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ وَإِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ

"Sesunggunya di antara manusia ada yang menjadi kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup kejahatan. Dan di antara manusia itu juga ada yang menjadi kunci-kunci pembuka kejahatan dan penutup kebaikan. Maka beruntunglah bagi orang yang Allah jadikan sebagai kunci-kunci pembuka kebaikan melalui tangan-Nya, dan celakalah bagi orang yang Allah jadikan sebagai kunci-kunci pembuka kejahatan melalui tangannya." (HR Ibnu Majah)

1⃣1⃣ Keburukan itu ada 2 sumber dan 2 akibat.

2 sumber keburukan yaitu:
- keburukan diri sendiri
- keburukan dari syaithah

2 akibat keburukan:
- Menimpa diri sendiri
- Menimpa orang lain

Sebagaimana yang disebutkan dalam doa Rasulullah ketika pagi dan petang:

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ.

“Ya Allah! Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Tuhan pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan Yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan bala tentaranya, dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menimpakannya kepada seorang muslim.”

1⃣2⃣ Kemanan itu butuh perlindungan dari negara. Ada ulama yang berkata:

لا أمان إلا بالجماعة و لا جماعة إلا
بالإمامة ولا إمام إلا بالسمع والطاعة

Tidak ada keamanan tanpa jamaah dan tidak ada jama'ah tanpa imam dan tidak ada imam kecuali dengan mendengar dan ta'at.  Allah berfirman:

(إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا)
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
[Surat An-Nisa' 58]

Allah juga berfirman:
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا)
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
[Surat An-Nisa' 59]

1⃣3⃣ Keamanan tidak mungkin terwujud tanpa adanya hubungan yang baik antara pemerintah dan rakyatnya. Salah satu untuk mewujudkannya adalah dengan cara saling menasehati rakyat dengan pemimpin nya.  Rasulullah bersabda:

(الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ) قُلْنَا: لِمَنْ يَارَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ: (للهِ،ولكتابه، ولِرَسُوْلِهِ، وَلأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ)

Agama itu nasihat. Kami bertanya, (Nasihat) untuk siapa, wahai Rasulullah? Beliau menjawab, (Nasihat) bagi Allah, kitab-Nya, para rasul-Nya, pemimpin kaum muslimin, dan masyarakat umum. (HR. Muslim)

1⃣4⃣ Kaum muslimin dianjurkan untuk mendoakan pemimpin dengan kebaikan dan menasehatinya dengan cara yang baik serta berusaha menjauhi sebab-sebab perpecahan dan kekacauan. Hendaknya setiap muslim bertaqwa ketika mendapati masalah dengan pemimpin.

Kita wajib bersyukur kepada Allah atas nikmat aman di Indonesia dan menjauhi semua sebab kekacauan. Semoga Allah senantiasa memberikan keamanan kepada negeri kita, memberikan petunjuk dan kemudahan kepada pemimpin kita dalam mengurus negara ini, dan semoga Allah memberikan kita semua keselamatan di dunia dan akhirat.

✍ Akhukum Fillah
Encang iRul Al Batawiy
www.bisa.id

Read More

HAL GHAIB HANYA DIKETAHUI BERDASARKAN WAHYU


Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari di dalam Sahihnya, ketika orang Yahudi datang kepada Nabi SAW dan bertanya tentang roh,

Nabi SAW terdiam dan tidak memberikan jawapan. Ini kerana ia adalah hal ghaib, yang hanya diketahui oleh ALLAH.

Baginda diam sehinggalah turun wahyu daripada Allah, “Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (Surah Al-Isra’: 85)

Syaikh Al-Albani rahimahullah ketika menjelaskan tentang hadis yang menyatakan kehidupan para Nabi di kubur berkata,

“Ketahuilah bahawa kehidupan yang ditetapkan oleh hadis bagi para Nabi adalah kehidupan alam Barzakh, bukan kehidupan dunia sedikit pun.

Kerana itu, wajib mengimaninya tanpa memberi perumpamaan, atau berusaha menjelaskan bagaimana kaifiatnya dan menyamakannya dengan sesuatu yang diketahui dalam kehidupan dunia.

Inilah sikap orang mukmin iaitu beriman kepada apa yang datang dari hadis tanpa memberi tambahan berupa qias dan pelbagai pemikiran sebagaimana yang dilakukan oleh sebahagian ahli bid’ah yang mendakwa kehidupan Nabi SAW di dalam kubur adalah kehidupan hakiki (seperti alam dunia). 

Telah sabit bahawa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya hari kamu yang paling utama adalah hari Jumaat, maka perbanyakkanlah selawat ke atasku pada hari itu. Sesungguhnya selawat kamu disampaikan kepadaku.” Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana selawat kami disampaikan kepadamu padahal engkau telah hancur menjadi tanah?” Baginda menjawab, “Sesungguhnya Allah mengharamkan atas bumi menghancurkan jasad-jasad para Nabi.” (Sahih, Abu Daud)

Dari hadis ini, dapat kita lihat bagaimana kefahaman para Sahabat bahawa orang yang mati tidak akan mendengar ucapan orang yang masih hidup.

Rasulullah SAW tidak mendengar ucapan salam yang diucapkan kepada Baginda, tetapi sebagaimana sabda Nabi di dalam hadis lain yang juga sahih, “Sesungguhnya Allah memiliki para malaikat yang berkeliling di bumi untuk menyampaikan kepadaku salam dari umatku”
(Sahih, riwayat Ahmad)

Sekiranya orang mati dapat mendengar perbicaraan di alam dunia, sudah tentu Rasulullah yang paling layak untuk mendengar.

Dan sekiranya Rasulullah mendengar perbicaraan di alam dunia, sudah tentu Baginda mendengar secara langsung selawat dan salam yang diucapkan kepada Baginda.

Namun sebaliknya, Baginda menjelaskan bahawa selawat dan salam “disampaikan” kepada Baginda melalui para Malaikat yang berkeliling di bumi.

Jelas bahawa Baginda tidak mengetahui secara langsung apa yang berlaku di alam dunia selepas Baginda wafat.

Wallahu A'lam

📁 Tazkirah Baitul Muslim

Read More

Memakan Harta Riba


Riba yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah utang-piutang atau pinjam-meminjam, baik dalam bentuk uang maupun barang, yang disertai syarat adanya bunga. Riba pada dasarnya merugikan pihak penghutang ataupun peminjam, sebagaimana halnya riba nasyiah yang terjadi pada zaman jahiliyah. Karena itu, dilarang oleh agama. Dalam hal ini Allah telah menegaskan: "Hai orang-orang beriman, janganlah kalian memakan riba yang berlipatganda. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, agar kamu mendapatkan keberuntungan." (QS. Ali Imran: 130).

Orang yang memakan harta riba, tidak akan pernah tenang hidupnya. Bahkan akan mendapatkan siksa yang berat di akhirat. Dalam hal ini Allah telah menegaskan: "Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran tekanan penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan karena mereka berkata, bahwa sesungguhnya jual-beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalal kan jual-beli, dan mengharamkan riba. " (QS. Al-Baqarah: 275).

Ketika Allah membangkitkan manusia pada hari kiamat nanti, mereka keluar dengan berjalan cepat, kecuali orang-orang yang mema kan riba . Mereka berdiri
kemudian jatuh lagi sebagaimana berdirinya orang-orang yang jatuh lalu terlempar. Bila mereka berdiri, lantas mereka terlempar lagi. Sebab ketika di dunia mereka memakan harta riba yang diharamkan agama, sehingga Allah selalu menambah perutnya semakin berat. Setiap kali mereka menghendaki berdiri, lantas jatuh lagi. Padahal mereka menginginkan berjalan cepat bersama-sama manusia yang lain, tapi tidak pernah mampu.

Semakin banyak pemraktek riba, semakin banyak pula orang stres dan gila. Dalam hal ini Rasulullah telah menegaskan: "Apabila riba merajalela pada suatu kaum, penyakit stres dan gila pun semakin merambah mereka. Bila perzinaan merajelala pada suatu kaum, kematian pun banyak melanda mereka. Dan bila timbangan maupun takaran dalam jual-beli sudah dikurangi, maka Allah akan menghalangi mereka dari kesejahteraan." (HR. Ibnu Majah, Bazar, Baihaqi dan Hakim).

Pemakan riba, selamanya tidak akan pernah masuk sorga. Rasulullah telah menegaskan: "Empat golongan manusia yang tidak bakal dimasukkan sorga oleh Allah, serta tidak bakal mengenyam kenikmatan di dalamnya: Peminum minuman keras, pemakan riba, pemakan harta anak yatim dengan cara zhalim, dan orang yang durhaka kepada orangtua, kecuali kalau mereka bertaubat." (HR. Bukhari).

Riba, banyak jenisnya. Rasulullah telah menegaskan: "Riba ada tujuh puluh macam. Yang paling ringan diantara dosa riba, adalah seperti dosa seseorang yang berzina dengan ibu kandungnya sendiri." (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi dari Abi Hurairah).

Kini rentenir dalam berbagai bentuknya, sudah banyak kita jumpai dalam kehidupan ini. Tidak jarang kita dengar jeritan dari si miskin lantaran terjerat hutang yang semakin hari bunganya semakin membengkak. Padahal semua itu, adalah praktek pekerjaan yang sangat dibenci Allah. Mereka telah terjerat pada ranjau setan, hingga mengalami penderitaan yang berkepanjangan Untuk itu, marilah kita berdoa, memohon kepada Allah untuk dihindarkan dari praktek riba. Diberi keselamatan dunia dan akhirat, serta diberi rizki yang halal.

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
📚Ranjau-ranjau setan dalam Menyesatkan Manusia.
By: Komunitas Ruqyah Syar'iyyah Bondowoso
Konsultasi Ruqyah : 085257212525

Read More

Rahasia marketing langit


- Ada yang mengetuk pintu langit dengan cara tiap pagi membagi 40 nasi untuk duafa, rutin dia lakukan..

- Ada orang yang ngundang rejeki dengan cara mencium punggung tangan ibunya, lalu minta didoakan....

- Ada yang mengundang rejeki, tiap pekan dia datangi anak-anak Yatim, diusap2 kepalanya, dibelikan sesuatu untuk keperluan mereka, sebagaimana diajarkan nabi kita.

- Ada yg ngundang rejeki, tiap pagi berangkat kerja dia rutin bersedekah kepada siapa saja...

- Ada org yg ngundang rejeki, tiap malam jumat dia membagi makanan kepada 100 orang yang tidur di Jalanan..
Doanya tembusss kelangit!

- Ada orang yg ngundang rejeki, tiap setelah sholat subuh dia tidak tidur dia ber istigfar 100 kali dan tadarrus Al quran hingga terbit fajar, lalu menatap langit langsung, mengangkat tangan, dan Nembus langsung pada Tuhannya.. 

- Ada yg ngundang rejeki, tiap jumat omzet/profit penjualannya 100% disedekahkan.. 

- Ada yg ngundang Rejeki, tiap bulan 20% dari total pendapatannya disedekahkan..
Dia Yakin Tuhannya MAHA KAYA.. 

- Ada yang ngundang rejeki, seminggu sekali dia tengah malam datangi rumah duafa, dia panggul sendiri makanan untuk mereka... 

- Ada yang ngundang rejeki, tiap jumat dia tidak mau dibayar untuk tenaganya yg dia berikan ke orang lain.. Tiap tetes keringatnya penuh pahala

- Ada yang mengundang rejeki dengan memperbaiki jadwal sholat 5 waktunya berjamaah di masjid dan Allah pun memudahkan segala urusannya.

- Ada yang ngundang rejeki, tiap pagi dia sholat dhuha & berdoa, ketika orang lain sdh sibuk dia memilih ngadep langsung ke Penciptanya..

- Ada yang tiap 1/4 malam dia bangun sholat tahajjud berbisik pada bumi dan terdengar dilangit, Allah ridho hidupnya pun berkah.

Ada yg ngundang REZEKI dg cara MENANAM POHON dan mengkampanyekannya agar semua MAKHLUK BUMI bisa menikmati OKSIGEN dan mengurangi CO². 🌿🌿

Rejekimu bukan dari Bossmu atau pelangganmu....
Tp dari Allah..

Undang rejeki dtg dg cara2 yg Allah Ridhoi...

"Memberi itu tenangkan hati..." -»

kalo hatimu gak tenang, jangan2 karena berbagi informasipun engkau enggan..

Orang yg yakin ALLAH MAHA KAYA, dia gak pernah takut kelaparan.. dia gak pernah takut.. dan gak pernah ragu!

Mau jalan manakah yg kita pilih untuk mengundang rezeki.

Lakukan saja, hilangkan ragu...

#rejekiitudariAllah
#sedekahjariyah
#AllahMahaKaya

Read More

HIDANGAN PERTAMA BAGI AHLI SURGA

Pertanyaan :

Hati ikan makanan penduduk surga? Adakah hadits yang meriwayatkan?
Dari : Alfaros

Jawaban :

Di dalam surga seseorang makan dan minum bebas sekehendaknya sesuai selera, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ ● وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ

“Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.”
(QS. Al-Waqi’ah: 20-21)

Allah juga berfirman,

وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.”
(QS. Az-Zukhruf: 71)

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengizinkan penduduk surga untuk menyantap makanan dan minuman yang mereka inginkan dan mereka pilih, “(kepada mereka dikatakan) :

كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ

“Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.”
(QS. Al-Haqqah: 24)

Juga telah disebutkan bahwasanya di surga itu ada lautan yang berisikan air, lautan khamr, lautan susu, lautan madu, dan bahwasanya sungai-sungai di surga berasal dari lautan-lautan ini.
Di dalam surga pula terdapat berbagai macam mata air. Penduduk surga mereguk minuman dari lautan-lautan, sungai-sungai, dan mata air-mata air tersebut.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا ● عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.
(yaitu) Mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.”
(QS. Al Insan: 5-6)

Allah juga berfirman,

وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيلًا ● عَيْنًا فِيهَا تُسَمَّى سَلْسَبِيلًا

“Di dalam syurga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.
(Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil.”
(QS. Al Insan: 17-18)

Hidangan pertama yang Allah sajikan spesial untuk penduduk surga adalah bagian paling nikmat, hati ikan.
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يتكفؤها الجبار يبده، كما يتكفأ أحدكم خبزته في السفر نزلا لأهل الجنة. فأتى رجل من اليهود، فقال: بارك الرحمن عليك ياأبا القسم، ألا أخبرك بنزل أهل الجنة يوم القيمة ؟ قال بلى… ثم قال ألا أخبرك بإدامهم ؟ بلام والنون. قالوا وما هذا ؟ قال ثور ونون، يأكل من زائدة كبدهما سبعون ألفا

“… Allah menggenggamnya dengan tangannya, seperti salah seorang dari kalian menggenggam rotinya di kala safar sebagai jamuan bagi penduduk surga.”
Datanglah seorang Yahudi lalu mengatakan, “Semoga Ar Rahman memberkahimu wahai Abul Qosim (Nabi Muhammad), maukah engkau aku beri tahu mengenai jamuan penduduk surga pada hari kiamat?
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tentu saja.” … Yahudi melanjutkan “Maukah engkau aku kabarkan lauk-pauk mereka (penduduk surga)? Dengan sapid an ikan” Rasulullah dan para sahabat mengatakan, “Apakah lauk-pauk mereka?”
Yahudi menjawab, “Sapi dan ikan, penduduk surga memakan bagian yang paling nikmat seperti hati sapi dan ikan, bahkan lebih nikmat 7000 kali lipat.”
(Misykatul Mashobih, 18:136)

وفي صحيح البخاري أن عبد الله بن سلام سأل النبي صلى الله عليه وسلم أول قدومه المدينة أسئلة منها: ما أول شيء يأكله أهل الجنة ؟ فقال: زيادة كبد الحوت.

Dalam Shahih Bukhari, Abdullah bin Salam bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di awal kedatangannya di Madinah, “Apa yang pertama kali yang dimakan oleh penduduk surga?”
Beliau menjawab, “Hati ikan.”

و في صحيح مسلم عن ثوبان أن يهوديا سأل الرسول صلى الله عليه وسلم قال: فما تحفتهم حين يدخلون الجنة ؟ قال: زيادة كبد الحوت.

Dalam Shahih Muslim dari Tsauban, “Ada seorang Yahudi bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apa yang diberikan kepada mereka ketika mereka masuk surga ?” Rasulullah bersabda, “Hati ikan.”

قال: فما غذاؤهم على إثرها ؟ قال: ينحر لهم ثور الجنة الذي يأكل من أطرافها.

Ia bertanya lagi, “Apa menu mereka selanjutnya?”
Beliau menjawab, “Disembelihkan untuk mereka sapi surga yang mereka makan dari ujung-ujungnya.”

قال: فما شرابهم عليه ؟ قال: من عين تسمى سلسبلا، قال: صدقت.

Ia bertanya lagi, “Apa minuman mereka?” Beliau menjawab, “(Minuman mereka diambil dari) mata air salsabila.”
Lalu ia mengatakan, “Engkau benar.”
Allahu a’lam

Read More

Nabi Sulaiman, Qarun dan Raja Salman

1. Al-Quran merekam sejarah dua tokoh sejarah yang pernah “pamer” kekayaan. Pertama, Nabi Sulaiman di hadapan Ratu negeri Saba’, Balqis. Satunya lagi Qarun di hadapan masyarakatnya.

2. Dalam surat An-Naml mulai ayat 31, Nabi Sulaiman berdakwah kepada Ratu Saba’ sembari menyelipkan pesan: _alla ta’lu alayya wa’tuuni muslimiin._

3. Kamu jangan sombong, jangan merasa kepalamu lebih besar melebihi ajakanku kepadamu untuk masuk Islam.

4. Wajar, karena Nabi Sulaiman adalah nabi sekaligus raja super kaya. Semua makhluk tunduk kepadanya tak terkecuali bangsa jin.

5. Nabi Sulaiman kembali bersikap tegas, manakala Balqis hendak “menyuap” dengan kekayaan. “Apakah kamu hendak mengiming-imingi aku dengan kekayaanmu, padahal Allah telah memberikan yang lebih baik daripada itu semua.”

6. Tidak tanggung-tanggung. Saat Balqis hendak mengadakan kunjungan kenegaraan, Sulaiman juga mempertontonkan kemampuannya mendatangkan singgasana Balqis dalam waktu sekejap.

7. Saat bertemu Sulaiman, Balqis tak habis pikir. Bagaimana singgasana miliknya kini sudah ada di istana Sulaiman. Padahal saat itu belum ada pesawat Boeing sebagaimana yang digunakan Raja Salman untuk memindahkan singgasananya dari Saudi selama berlibur ke Indonesia.

8. Lalu ketika masuk istana berlantai kaca, Balqis sempat mengiranya sebagai kolam air tanpa atap. Ia angkat pakaiannya, takut basah dan kebanjiran.

9. Bertubi-tubi dipameri kekayaan dan kedigdayaan Sulaiman, akhirnya Balqis takluk. Di hadapan Nabi Sulaiman ia menyatakan masuk Islam.

10. Begitulah cara Nabi Sulaiman mendakwahi raja yang merasa diri kaya-raya dan memliki segalanya. Dipameri kekayaan dan harta yang lebih, membuat obyek dakwah takluk. Jurus Nabi Sulaiman tepat dan efektif.

11. Kisah kedua tentang orang kaya raya juga, tapi kekayaannya membuatnya sial. Namanya Qarun, hidup di zaman Nabi Musa (QS Al-Qashash: 76-82)

12. Saat dinasehati agar jangan sombong, ia malah mengaku semua kekayaan didapat atas hasil jerih-payah dan kepandaiannya sendiri. Tidak mengakui nikmat itu dari Allah.

13. Suatu hari ia mengadakan pawai di hadapan kaumnya. Sebagai gambaran betapa kaya si Qarun ini, anak-anak kunci gudang tempat dia menyimpan harta saja sampai terasa berat meski sudah dipikul sekelompok pegawainya. Bayangkan sendiri berapa banyak hartanya.

14. Melihat parade kekayaan ini, banyak orang berkhayal. “Duh, kapan ya saya bisa kaya seperti Qarun.”  Makin banyak yang berdecak kagum, makin sombong Qarun. Hingga akhirnya...

15. Tiba-tiba saja ada kejadian alam luar biasa. Parade pamer kekayaan itu lenyap ditelan bumi. Harta Qarun habis dilumat tanah.

16. Saking legendarisnya kisah tersebut, kalau ada orang nemu harta dari galian tanah atau tempat tersembunyi, disebut harta-karun.

17. Sekarang mari kembali ke zaman kita hari ini. Tadi Rabu (1/3/2017) kita kedatangan tamu luar biasa, yaitu Raja Salman dari Arab Saudi.

18. Kedatangannya cukup spektakuler karena terkait dengan kekayaan yang ia dan negeri Saudi miliki.

19. Investasi hampir Rp. 100 T, setelah sebelumnya Rp. 93,5 T dibenamkan di Malaysia. Eskalator mewah, TV dan barang-barang pribadi yang didatangkan langsung dari Saudi.

20. Termasuk singgasana raja. Bedanya dengan era Nabi Sulaiman, yang mendatangkan singgasana raja Salman adalah dia sendiri, bukan Pak Jokowi selaku tuan rumah.

21. Belum lagi soal hotel dan pantai di Bali yang dibooking habis untuk raja dan rombongannya yang semua berjumlah 1500 orang!

22. Hal lain yang membuat kunjungan ini spektakuler adalah sentimen anti-China dan kekecewaan publik, khususnya umat Islam terhadap pemerintahan Jokowi yang selama ini dinilai mabok kepayang sama Cina.

23. Betapa bahwa investasi Saudi ini (kalau jadi) selain lebih besar juga lebih bijak karena tidak mendikte macam Cina. Gambaran mudahnya, Saudi cuma kasih duit. Gak mensyaratkan pemborong dan pekerjanya harus berasal dari Arab.

24. Selain itu, kunjungan ini makin heboh karena di negeri ini banyak propagandis-propagandis anti Arab yang aktif menggencarkan kampanye anti terhadap nilai-nilai Islam.

25. “Budaya kolot ala onta,”  “Pergi sana ke Arab!” dan stereotip miring lainnya terhadap Arab yang sebenarnya ditunjukan kepada Islam. Arab cuma jadi alamat perantara saja.

26. Akumulasi dari semua itu, banyak kaum Muslimin yang mengelu-elukan kehadiran Raja Salman dan rombongannya. Sebatas kebanggaan terhadap sesama saudara seiman sih, wajar-wajar saja.

27. Yang menjadi masalah adalah glorifikasi yang di luar batas. Isu menghijaukan Jakarta dan Bali dengan bendera Saudi... bertemu Habib Rizieq karena sang Raja tahu tokoh umat Islam di Indonesia itu sedang dizalimi rezim penguasa, dan seterusnya.

28. Kita tentu boleh saja berbahagia dengan kedatangan tamu muslim. Apalagi nilai investasi yang dibawa cukup untuk membungkam mulut-mulut yang selama ini menjadikan anti-Arab sebagai _proxy_ kampanye anti-Islam-nya.

29. Namun kita harus tetap realistis dan menyadari bahwa kaki kita masih menjejak tanah, belum bisa terbang ke awang-awang.

30. Kita perlu meyakini bahwa kunjungan dengan segepok uang investasi triliunan itu adalah dalam rangka kerjasama yang saling menguntungkan. Indonesia untung, Saudi tak mau rugi.

31. Harga minyak yang merosot juga bisa menjadi alasan Saudi memindah sebagian investasinya ke negara lain seperti Indonesia dan Malaysia, di samping membangun kerjasama multi-bidang.

32. Seperti: keamanan, _Islamic affair,_ kesehatan, kebudayaan, pendidikan, perdagangan UMKM, pertanian, perikanan, dan penerbangan sipil.

33. Adapun soal isu pembelaan terhadap Islam yang sedang terluka di Indonesia, belum ada pernyataan resmi.

34. Saat ditanya tentang Aksi Bela Islam, Dubes Saudi mengatakan itu adalah masalah internal Indonesia dan tidak akan ikut campur mengenai hal itu.

35. Dan kita pun juga harus catat, bahwa kunjungan Raja Saudi kali ini untuk membawa hadiah haji bagi keluarga Densus 88—sebuah institusi mirip monster yang di antara taring-taringnya masih terselip cuilan daging dan tetesan darah aktivis Islam.

36. Selanjutnya, kita juga tidak boleh menutup mata terhadap gaya hidup mewah sang Raja dan para rombongannya. Memang itu gaya hidup yang menjadi hak tamu dan siapapun yang mampu.

37. Yang menjadi masalah adalah, Raja dan rombongan yang hendak berlibur secara mewah dan mahal, namun kita mengaggap itu sebagai unjuk kekuatan sebagaimana Nabi Sulaiman melakukannya kepada Ratu Balqis.

38. Atas nama solidaritas dan ukhuwah Islamiyah, kita pun berhak prihatin dengan gaya hidup mewah yang dipertontonkan di negeri yang kaum Musliminnya masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan.

39. Pun, masih ada darah dan air mata kaum Muslimin yang tertumpah di Suriah, Palestina, Myanmar dan seantero bumi lainnya.

40. Benar, hak tetaplah hak. Dan okelah, abaikan soal Suriah dan lainnya bila kita mulai melupakannya. Tapi _mbok ya_ jangan juga memberikan glorifikasi secara  berlebih.

41. Kita boleh saja berharap dengan segenap keagungan dan kekuasaan-Nya, Allah menjadikan kunjungan ini memiliki dampak sebagaimana kunjungan Balqis ke Sulaiman.

42. Harapannya, ada yang kemudian sadar lalu menjadi pembela Islam. Namanya saja juga berharap.... apa salahnya.

43. Namun yang harus dicatat oleh penonton seperti kita, melihat limpahan triliun investasi dan potret gelimang mewah sang Raja dan rombongannya, jangan sampai terpukau dan melongo sebagaimana sekelompok orang yang menyaksikan parade kekayaan Qarun.

44. Jangan gagal fokus ngerumpiin eskalator dan mobil supermewah, hotel dan pantai yang habis dibooking dan hal-hal duniawi lainnya. Fokuslah kepada dampak kunjungan ini terhadap Islam dan kaum Muslimin di Indonesia.

45. Jangan sampai kemudian kita merasa semua PR kita selesai dengan harta yang dibawa sang Raja itu. Orang yang merasa PR selesai biasanya akan lengah.

46. Ingatlah, kita adalah umat Nabi Muhammad SAW. Nabi yang mengajarkan kesederhanaan dan kesetiakawanan.

47. Nabi yang menjadikan harta “hanya” sebagai salah satu bahan bakar perjuangan memenangkan Islam, bersanding dengan bahan bakar lain berupa jiwa dan raga.

48. Nabi yang pasukannya pernah ditegur oleh Allah dalam perang Hunain. Saat itu, pasukan Muslimin membangga-banggakan kekuatan materiil yang mereka miliki, berupa jumlah personal yang banyak. Mereka lupa bergantung kepada kebesaran Allah.

49. Terakhir, mari kita berdoa kepada Allah semoga kunjungan raja Salman ini menjadikan sebab kebaikan bagi kaum Muslimin di Indonesia khususnya, dan kaum Muslimin di seluruh dunia pada umumnya.

50. Dan menjadikan kita terhindar dari nasib kaum yang tertipu oleh pesona harta Qarun, juga tertipu oleh jumlah dan kekuatan materi semata sebagaimana tragedi Perang Hunain. _Hasbunallah   wa nikmal wakiil._

*Syuhaib El-Fata*
Griya Mangkongkik 95.

Read More

Kantong bocor


Imam Masjidil Haram Almakki dalam khutbahnya, _mengatakan_ :

إحذروا *الكيس المثقوب*
*Hati-hati dengan kantong yang bocor*

" تتوضأ أحسن وضوء " لكــن. .. تسرف في الماء' *كيس مثقْوب*
```Engkau telah berwudlu dengan sebaik² wudlu, akan tetapi engkau boros memakai air (itu sama dengan)``` *kantong bocor*

" تتصدق عَلى الفقراء بمبلغ ثم .. تذلهم وتضايقهم *كيس مثقْوب*.
```Engkau bersedekah kepada fakir-miskin, kemudian engkau menghina dan menyulitkan mereka (itu seperti)``` *kantong bocor*

تقوم الليل وتصوم النهار وتطيع ربك" لكــن. .. قاطع الرحم *كيس مثقْوب*
```Engkau sholat malam hari, puasa di siang hari dan menta'ati Tuhanmu,  tapi engkau memutuskan (tali) silaturrahmi (jelas itu adalah)```  *kantong bocor*

تصوم وتصبر عَلى الجوع و العطش" لكـن .. تسب وتشتم وتلعن *كيس مثقْوب*
```Engkau sabar dengan haus dan lapar,  tapi engkau menghina dan mencaci (sama dengan)``` *kantong bocor*

" *تلبسين الطرحه والعباية فوق الملابس* "لكـن .. العطر فواح *كيس مثقْوب*
```Engkau memakai baju kerudung dan kebaya, tapi minyak wangi menyengat (itu)``` *kantong bocor*

تكرم ضيفك وتحسن إليه لكـن .. بعد خروجه تغتابه وتخرج مساوئه *كيس مثقْوب*
```Engkau memuliakan tamumu dan berbuat baik kepadanya,  tapi setelah dia pergi engkau menggunjingkanya (sungguh itu)``` *kantong bocor*

أخيرا ً لا تجمعوا حسناتكم في كيس مثقْوب . تجمعوها بصعوبة من جهة .. ثم تسقط بسهولة من جهه أخرى..
*يا رب اسألك لي ولأحبتي الهداية والغفران* .
Pada akhirnya *engkau hanya mengumpulkan kebaikanmu dalam kantong bocor,*  _satu sisi engkau mengumpulkan dengan susah payah, kemudian engkau menjatuhkannya dengan mudah di sisi lain._
```Yā Råbb, kami mohon hidayah dan ampunan atas kami dan orang² yang kami cintai.```

*عجائب الشعب العربي* :
Keganjilan² orang² Arab ( _secara khusus dan kaum muslimin umumnya_ )

1- لايستطيع السفر للحج لأن تكلفة الحج مرتفعه .. لكن يستطيع السفر رغبةً في تغيير الجو !
*ألا إن سلعة الله غالية*
1. Tidak mampu pergi haji/umroh ke tanah suci  karena biayanya besar,  akan tetapi sanggup pergi wisata mengganti suasana,
*bukankah perdagangan Allah itu mahal*

2- لايستطيع شراء الأضحية لغلاء السعر لكن يستطيع شراء آيفون لمواكبة الموضة.
*ألا إن سلعة اللَّـه غالية*
2. Tidak sanggup membeli hewan qurban karena harganya yang mahal,  tapi sanggup membeli iPhone sekedar ganti model. 
*bukankah perdagangan Allah itu mahal*

3- يستطيع قراءة محادثات تصل إلى ١٠٠ محادثه في اليوم ..
ولا يستطيع قراءة ١٠ آيات من القرآن بحجة ليس لديه وقت لقراءة القرآن
*ألا إن سلعة الله غالية*
3. Sanggup membaca chatingan hingga seratus percakapan tiap hari,  namun tidak sanggup membaca 10 ayat Al-Qur'an dengan dalih tiada waktu yang cukup untuk membaca.
*bukankah perdagangan Allah itu mahal*

قليل من سيرسلها لأنه يشعر بالحرج .
_Sedikit yang mau menyebarkannya/menshare karena merasa berat.._

*تخيل ان الله يراك وانت تنشرها لاجله*.
_Angankan dibenakmu bahwa Ållah selalu melihatmu.. Dan engkau menyebarkannya karenaNya.._

اذا اعجبتك الفكرة ..  فانشرها .
وإذا لم تعجبك .. فمر كأنك لم ترى شيئا.
```Jika engkau terpanggil sebab tulisan ini, maka sebarkanlah..```
_Namun jika tidak, maka anggap engkau tidak pernah lihat.._

*يارب من يرسلها ترزقه من حيث لايحتسب*
```Yā Råbb... Siapa yang mau menshare tulisan ini, berilah rėżėki dari arah yang tidak disangka²...``` Aamiin...
🙏🏻🙏🏻🙏🏻

Read More

Jika ingin sehat

Seorang Profesor Muslim di Jepang melakukan Riset yg luar Biasa :...

1. Jika *maag* bukan hanya diakibatkan karena kesalahan pola makan, tapi justru lebih didominasi karena *stress*.

2. Jika *hypertensi* bukan hanya diakibatkan oleh terlalu banyak konsumsi makanan yang asin, tapi lebih dominan karena kesalahan dalam me manage *emosi*.

3. Jika *kolesterol* bukan hanya diakibatkan oleh makanan berlemak, tapi rasa *malas berlebih* yang lebih dominan menimbun lemak.

4. Jika *asthma* bukan hanya karena terganggunya suplai oksigen ke paru-paru, tapi sering merasa *sedih* yang membuat kerja paru-paru tidak stabil.

5. Jika *diabetes* bukan hanya karena terlalu banyak konsumsi glucousa, tapi sikap *egois dan keras kepala* yang mengganggu fungsi pankreas.

6. Jika penyakit *liver* bukan hanya karena kesalahan pola tidur, tapi sifat *suudzon* kepada orang lain yang justru merusak hati kita.

7. Jika *jantung koroner* bukan hanya diakibatkan oleh sumbatan pada aliran darah ke jantung, tapi *jarang sedekah* membuat jantung kita kurang merasakan ketenangan, sehingga detaknya tidak stabil.

Dan masih banyak lagi

Faktor penyebab penyakit adalah karena masalah

- *Spiritual* 50%
- *Psikis* 25%
- *Sosial* 15%
- *Fisik*  10%

Maka benarlah firman Allah
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahanmu. Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah. QS: As-Syuura 42 :30-31

Jadi kalau kita ingin selalu sehat,  perbaiki diri kita,  pikiran kita,  terutama hati kita dari penyakit hati,  hasad,  hasud,  iri,  dengki,  dendam,  fitnah,  ghibah,  riya,  ujub

Read More

HIDANGAN PERTAMA BAGI AHLI SURGA

Pertanyaan :

Hati ikan makanan penduduk surga? Adakah hadits yang meriwayatkan?
Dari : Alfaros

Jawaban :

Di dalam surga seseorang makan dan minum bebas sekehendaknya sesuai selera, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ ● وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ

“Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.”
(QS. Al-Waqi’ah: 20-21)

Allah juga berfirman,

وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.”
(QS. Az-Zukhruf: 71)

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengizinkan penduduk surga untuk menyantap makanan dan minuman yang mereka inginkan dan mereka pilih, “(kepada mereka dikatakan) :

كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ

“Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.”
(QS. Al-Haqqah: 24)

Juga telah disebutkan bahwasanya di surga itu ada lautan yang berisikan air, lautan khamr, lautan susu, lautan madu, dan bahwasanya sungai-sungai di surga berasal dari lautan-lautan ini.
Di dalam surga pula terdapat berbagai macam mata air. Penduduk surga mereguk minuman dari lautan-lautan, sungai-sungai, dan mata air-mata air tersebut.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا ● عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.
(yaitu) Mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.”
(QS. Al Insan: 5-6)

Allah juga berfirman,

وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيلًا ● عَيْنًا فِيهَا تُسَمَّى سَلْسَبِيلًا

“Di dalam syurga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.
(Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil.”
(QS. Al Insan: 17-18)

Hidangan pertama yang Allah sajikan spesial untuk penduduk surga adalah bagian paling nikmat, hati ikan.
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يتكفؤها الجبار يبده، كما يتكفأ أحدكم خبزته في السفر نزلا لأهل الجنة. فأتى رجل من اليهود، فقال: بارك الرحمن عليك ياأبا القسم، ألا أخبرك بنزل أهل الجنة يوم القيمة ؟ قال بلى… ثم قال ألا أخبرك بإدامهم ؟ بلام والنون. قالوا وما هذا ؟ قال ثور ونون، يأكل من زائدة كبدهما سبعون ألفا

“… Allah menggenggamnya dengan tangannya, seperti salah seorang dari kalian menggenggam rotinya di kala safar sebagai jamuan bagi penduduk surga.”
Datanglah seorang Yahudi lalu mengatakan, “Semoga Ar Rahman memberkahimu wahai Abul Qosim (Nabi Muhammad), maukah engkau aku beri tahu mengenai jamuan penduduk surga pada hari kiamat?
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tentu saja.” … Yahudi melanjutkan “Maukah engkau aku kabarkan lauk-pauk mereka (penduduk surga)? Dengan sapid an ikan” Rasulullah dan para sahabat mengatakan, “Apakah lauk-pauk mereka?”
Yahudi menjawab, “Sapi dan ikan, penduduk surga memakan bagian yang paling nikmat seperti hati sapi dan ikan, bahkan lebih nikmat 7000 kali lipat.”
(Misykatul Mashobih, 18:136)

وفي صحيح البخاري أن عبد الله بن سلام سأل النبي صلى الله عليه وسلم أول قدومه المدينة أسئلة منها: ما أول شيء يأكله أهل الجنة ؟ فقال: زيادة كبد الحوت.

Dalam Shahih Bukhari, Abdullah bin Salam bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di awal kedatangannya di Madinah, “Apa yang pertama kali yang dimakan oleh penduduk surga?”
Beliau menjawab, “Hati ikan.”

و في صحيح مسلم عن ثوبان أن يهوديا سأل الرسول صلى الله عليه وسلم قال: فما تحفتهم حين يدخلون الجنة ؟ قال: زيادة كبد الحوت.

Dalam Shahih Muslim dari Tsauban, “Ada seorang Yahudi bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apa yang diberikan kepada mereka ketika mereka masuk surga ?” Rasulullah bersabda, “Hati ikan.”

قال: فما غذاؤهم على إثرها ؟ قال: ينحر لهم ثور الجنة الذي يأكل من أطرافها.

Ia bertanya lagi, “Apa menu mereka selanjutnya?”
Beliau menjawab, “Disembelihkan untuk mereka sapi surga yang mereka makan dari ujung-ujungnya.”

قال: فما شرابهم عليه ؟ قال: من عين تسمى سلسبلا، قال: صدقت.

Ia bertanya lagi, “Apa minuman mereka?” Beliau menjawab, “(Minuman mereka diambil dari) mata air salsabila.”
Lalu ia mengatakan, “Engkau benar.”
Allahu a’lam

Read More

Apa rahasia zuhudmu di dunia ini ?


*Hasan Basri ditanya: Apa rahasia zuhudmu di dunia ini ?

1. *Aku tahu rizqiku tidak akan diambil orang lain, karena itu hatiku selalu tenang*

2. *Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal shaleh*

3. *Aku tahu ALLAH Ta'ala selalu memerhatikanku, karena itulah aku malu jika ALLAH melihatku sedang dalam maksiat*

4. *Dan aku tahu kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan ALLAH........*

              _Sahabat2ku..._

           *Jangan tertipu
        dengan usia MUDA
        karena syarat Mati
         TIDAK harus TUA.

   Jangan terpedaya dengan
        tubuh yang SEHAT
       karena syarat Mati
       TIDAK mesti SAKIT

Jangan terperdaya dengan
         Harta Kekayaaan
                   sebab
    Si kaya pun tidak pernah 
     menyiapkan kain kafan
               buat dirinya
      meski cuma selembar.

      Mari Terus berbuat BAIK,
         berniat untuk BAIK,
     berkata yang BAIK-BAIK,
       Memberi nasihat yang   
        BAIK Meskipun TIDAK 
           banyak orang yang  
            mengenalimu dan
  Tidak suka dgn Nasihatmu

        Cukup lah  اللهِ yang
     mengenalimu lebih dari
           pada orang lain.

      Jadilah bagai JANTUNG
        yang tidak terlihat,
     tetapi terus berdenyut
     setiap saat hingga kita
terus dapat hidup, berkarya
     dan menebar manfaat
       bagi sekeliling kita
     sampai diberhentikan
              oleh-NYA
     
                Sahabat2 ku...

"Waktu yang kusesali adalah
         jika pagi hingga
      matahari terbenam,
amalku tidak bertambah  sedikit pun,  padahal aku  
    tahu saat ini umurku berkurang"
(Ibnu Mas'ud r.a).

_Bersedekahlh seolah2 kamu akan mati esok hari dan carilh rezeky sebanyak mungkin seolah2 kamu hidup seribu tahun lagi

Read More

40 pelajaran dari nabi Muhammad (S.A.W)

01. Jangan tidur antara fajr dan Ishraq, Asr dan Maghrib, Maghrib dan Isha.
------------------------------
02.hindarkan duduk dengan orang yg bau badan. Contoh (bawang)
------------------------------
03. Jangan tidur dekat orang yg bicara buruk sebelum tidur.
------------------------------
04. jangan makan dan minum dengan tangan kiri.
------------------------------
05. Jangan makan makanan yg dikeluarkan dr gigimu.
------------------------------
06.Jangan membunyikan sendi2 jari.
------------------------------
07. periksa sepatumu sebelum memakainya.
------------------------------
08. Jangan memandang ke langit ketika shalat.
------------------------------
09. Jangan meludah dalam toilet.
------------------------------
10. jangan bersihkan gigi dengan arang.
------------------------------
11. Duduk/jongkok baru kenakan celana.
------------------------------
12.  jangan patahkan benda keras dengan gigimu.
------------------------------
13. Jangan meniup makananmu ketika panas tapi kamu boleh mengipasinya.
------------------------------
14. Jngan melihat kesalahan orang lain.
------------------------------
15. jangan berbicara antara iqamah dan adhan.
------------------------------
16. Jangan bicara dalam toilet.
------------------------------
17. jangan membicarakan keburukan temanmu.
------------------------------
18. Jangan membuat temanmu marah
------------------------------
19. Jgn sering melihat ke belakang ketika berjalan.
------------------------------
20. Jgn hentakkan kakimu saat berjalan.
------------------------------
21. Jgn curigaan pada temanmu.
------------------------------
22. Jgn pernah berdusta.
------------------------------
23. jgn membaui makanan saat memakannya.
------------------------------
24. bicara yg jelas agar org lain bisa memahami.
------------------------------
25. Hindari bepergian sendirian.
------------------------------
26. Jgn memutuskan sendiri namun berkonsultasilah dengan orang yg tahu.
------------------------------
27. Jangan bangga diri.
------------------------------
28. Jgn sedih dgn makananmu.
------------------------------
29. Jgn besar mulut.
------------------------------
30. Jgn mengusir pengemis.
------------------------------
31. Layani tamumu dengan baik dengan sepenuh hati.
------------------------------
32. Sabar ketika dalam kemiskinan.
------------------------------
33. Bantulah perkara kebaikan.
------------------------------
34. Pikirkanlah kesalahanmu dan bertaubatlah.
------------------------------
35.  Berbuat baiklah kepada orang yg berlaku jahat padamu.
------------------------------
36. Qana'ah
------------------------------
37. Jgn tidur terlalu sering- menyebabkan pikun.
------------------------------
38. Bertaubatlah minimal 100 kali sehari (Istighfaar).
------------------------------
39. Jgn makan dalam keadaan gelap.
------------------------------
40. jgn makan sepenuh-penuh mulut.
---------------------------------------- Kirim ke yg lain untuk mengingatkan mereka.
---------------------------------------- -semoga Allah merahmatimu...! Aamiin.
------------------------------------------
.cinta itu nyata
-------------------------------------------
Kenapa kita tertidur ketika di masjid, namun bisa tetap terjaga sata menghadiri pesta?
------------------------------------------- Kenapa begitu susah untuk berkomunikasi dengan Allah namun begitu mudah bergosip?
--------------------------------------- Kenapa begitu mudah mengabaikan pesan ilahiah namun mudah memforward pesan yg tidak berfaidah?
-------------------------------------- Apakah anda akan mengirim ke teman2 atau mengabaikannya?
---------------------------------------Allah berfirman:"jika engkau menolakku di hadapan teman2mu. Aku akan menolakmu di hari kebangkitan"
------------------------------------------
---------------------------------------apabila tiap muslim mengucapkan astaghfirullah wa atubu ilaih 3 times sekarang dan forward, dalam beberapa menit ratusan mungkin ribuan akan mengucapkannya dan anda tidak akan rugi maka teruskanlah...

Read More

MUHAMMAD NU


Oleh Iqbal Aji Daryono

Saya seorang “Muhammadiyah kultural”. Saya tahu, istilah itu terdengar agak gimanaaa gitu. Mungkin malah bermasalah secara epistemologis.

NU kultural jelas eksis dan sering disebut. Tapi, Muhammadiyah kultural memunculkan aroma contradictio in terminis. Muhammadiyah kok kultural? Muhammadiyah lahir untuk melawan kultur-kultur yang dianggap tidak sesuai ajaran Islam, hingga muncullah jargon kondang anti-TBC: tahayul, bid’ah, dan churafat. “Muhammadiyah” dan “kultur” rasanya jadi dua hal yang bisa saja sih dijejerkan, tapi nggak bakal rukun-rukun amat.

Ah, lupakan soal tak penting itu. Yang saya maksud dengan Muhammadiyah kultural ya tak lebih dari orang yang lahir dari keluarga Muhammadiyah, tidak pernah aktif dalam kepengurusan Muhammadiyah, tidak pernah juga belajar di sekolah Muhammadiyah, namun tetap merasa diri sebagai warga Muhammadiyah.

Lantas dari mana perasaan kemuhammadiyahan itu muncul? Entahlah. Mungkin karena saya dibesarkan oleh orang tua muslim yang memegang teguh tiga hal, yakni Quran, Hadis, dan Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah. Mungkin karena seumur-umur saya nggak pernah bisa bacaan qunut buat sholat Subuh. Mungkin karena teman saya di waktu kecil adalah Majalah Suara Muhammadiyah, bukan Bangkit, Aula, apalagi Bobo.

Sebagai warga Muhammadiyah informal, saya tak terlalu paham dengan dinamika persyarikatan dan semacamnya. Yang saya amati cuma kecenderungan posisi-posisi politik Muhammadiyah, pernyataan-pernyataan para tokohnya, dan karakter orang-orangnya.

Poin terakhir itulah yang belakangan ini membawa saya kepada kesadaran mengejutkan, yang berujung pada satu pertanyaan terpenting bagi nasib peradaban: kenapa anak-anak muda Muhammadiyah zaman ini jarang ada yang lucu?

Berkali-kali kali saya kepergok dengan jenis yang terlalu tegang begitu. Ndilalah, begitu kegalauan tentang minimnya SDM muda lucu di Muhammadiyah ini saya posting di Fesbuk, banyak sekali teman yang membenarkannya! Hiahaha.

Memang sih, sulit mendefinisikan apa itu kurang lucu. Lucu dan tak lucu adalah perkara yang dirasakan, bukan dijelaskan secara rasional. Namun pastinya, anak-anak muda Muhammadiyah sekarang kebanyakan tegang-tegang, apa-apa dibawa seriuuuus.

Coba, saya pernah bilang waktu Hari Santri 22 Oktober, “Saya mewakili Muhammadiyah Merah, mengucapkan Selamat Hari Santri bagi yang merayakan.” Eh, ada teman Muhammadiyah yang mencecar saya, mengira saya mau memecah belah! Agak panik, saya pun menjelaskan bahwa Muhammadiyah Merah adalah anak Muhammadiyah yang suka pakai kaos merah. Dia pun mingkem dan tenang, hingga saya bisa segera mengambil nafas lega. Fiuuuhhh ….

Ada lagi anak muda Muhammadiyah yang bertanya apa saya masih merokok atau enggak. Saya jawab, iya. Dia langsung menariknya ke fatwa Majelis Tarjih tentang keharaman rokok, lalu mendoakan saya dengan ndridhil agar saya segera lepas dari candu rokok. Saya pun menimpali apa adanya, “Mas, sebenarnya saya nggak pernah mencandu rokok. Ngrokok enak, tapi mencandu enggak. Seminggu nggak ngrokok juga nggak papa kok. Malahan saya lebih kecanduan Fesbuk. Doakan saja agar saya bisa lepas dari candu Fesbuk ya Mas, hahaha.”

Sebenarnya saya berharap dia menyambut kalimat saya itu dengan “Wkwkwk rupamuuu, kalo itu sih aku juga sama broooo …” atau yang semacamnya. Namun, ternyata jawabannya, “Saya doakan semoga Mas Iqbal segera berhenti merokok, dan menjadikan Fesbuknya sebagai sarana untuk meningkatkan dakwah Islam ….”

Allahuakbar. Benar-benar jawaban yang sangat Muhammadiyah. Serius bingiiitttt. Saya pun langsung merinding dan tak berani menjawab lagi.

Masih banyak contoh kejadian kecil lain, tapi kepanjangan kalau saya ceritakan. Tentu tidak semua begitu, saya tahu. Teman-teman saya di Muhammadiyah Perth juga termasuk yang gayeng-gayeng. Namun, rasanya lebih sering saya ketemu saudara seormas dari versi jidat berkerut, dan agak kurang yoi buat diajak bercanda.

Pada generasi bapak-bapak kita, rasa-rasanya kok tidak sekenceng sekarang ini. Teman-teman di Jogja tentu kenal Pak Musthofa W. Hasyim, Pak Harwanto Dahlan almarhum, atau yang dari mBantul ya Pak Syaebani van Melikan yang lucunya ngudubilah itu. Di generasi atasnya lagi, yang jauh lebih fenomenal ya Ketua PP sendiri, yaitu KH AR Fakhruddin alias Pak AR.

Pak AR memang lucu dan menyenangkan. Masih terekam di ingatan saya, waktu kecil saya sering diajak Almarhum Bapak untuk ikut pengajian Pak AR di halaman SD Muhammadiyah Mrisi. Tentu saya tak ingat apa saja yang disampaikan Pak AR. Tapi, lumayan membekas di memori saya bahwa beliau adalah sosok yang berwibawa namun bersahaja, sejuk raut wajahnya, empuk suaranya, dan lucu-lucu guyonannya.

Beliau juga sangat apa adanya. Pada masanya, ketua ormas Islam terbesar kedua di Indonesia itu masih suka melayani sendiri orang yang beli bensin eceran di rumahnya, bepergian ke mana-mana dengan sepeda motor Yamaha bututnya, dan kalau ngisi pengajian masih tetap sambil kebal-kebul dengan kreteknya.

Sampai di sini saya jadi tercenung. Rokok! Jangan-jangan itu jawabannya! Mungkinkah anak-anak muda Muhammadiyah jadi hilang lucunya sejak muncul fatwa haram rokok dari Majelis Tarjih? Oh ….

Waktu Muktamar Satu Abad Muhammadiyah tujuh tahun silam di Jogja, saya juga sempat usil. Saya jualan kaos di ajang muktamar. Salah satu desain kaos saya itu bergambar Pak AR sedang duduk pegang rokok, dan di bawahnya terpampang tulisan gede: “KH AR Fakhruddin: The Smoking Kyai of Muhammadiyah”.

Saya merasa ide itu sangat jenial, dan saya ngakak-ngakak sendirian. Namun, begitu kaos itu saya tawarkan ke seorang pengunjung, bukannya dia mecucu sambil muring-muring “Wuooo asem kowe, dab, tak laporke Ustadz Yunahar lhooo!” atau ekspresi begituan. Dia malah memaparkan dengan nada datar dan dingin bahwa dirinya bergabung sebagai salah satu relawan di Klinik Berhenti Merokok-nya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Omaigat ….

Jangan terburu sensi, saya tidak serius menuding fatwa haram rokok sebagai musabab hilangnya selera lucu anak-anak muda Muhammadiyah. Itu terlalu subversif. Ada hal lain yang saya temukan, masih dari ajang Muktamar Satu Abad.

Ceritanya, siang itu saya memeriksa stan-stan yang saya titipi kaos saya. Ada Gus Indi Aunullah bersama saya. Dia seorang pemuda NU yang ikut inves di gelaran kaos saya. Nah, setelah keliling sana-sini, wajah Gus Indi mengernyit. “Kok sepi banget?”

Weits. Saya kaget. Buat saya, suasana hari itu sudah lumayan. Minimal cuaca sedang bersahabat.

“Lha kalau Muktamar NU tuh rame terus tiap hari je,” kata Gus Indi, masih dengan raut tak habis pikir.

Berangkat dari situlah kami mengolah deretan fakta, lalu menemukan peta yang sangat penting untuk pemahaman sosiologis atas NU dan Muhammadiyah.

Pendeknya, di Muktamar Muhammadiyah cuma ada dua hari saja yang ramai: pembukaan dan penutupan. Pada hari-hari di antara dua even itu para muktamirin sibuk mengikuti agenda acara, dan para penggembira sibuk jalan-jalan ke lokasi wisata di sekitaran lokasi muktamar. Itu beda jauh dengan Muktamar NU. Gus Indi yang alumnus PP Lirboyo itu menyaksikan, dulu waktu muktamar digelar di almamaternya, para penggembira tiap hari ngideeer terus di ajang muktamar. Kenapa begitu?

Jawabnya: barokah para kyai. Benar, Muktamar NU adalah ajang ratusan kyai sepuh, tuan guru, ajengan, hingga para gus kumpul tumplek bleg. Tanpa harus sowan dari pesantren satu ke pesantren lain di seantero wilayah Nusantara, ribuan warga nahdliyyin cukup datang ke muktamar. Sepekan penuh bisa habis dialokasikan untuk memburu berkah, dengan menciumi tangan beliau-beliau para kekasih Allah itu. Nah, sambil setiap saat menunggu papasan dengan para kyai, warga nahdliyyin nongkrong. Maka ribuan perjumpaan pun terjadi, jutaan percakapan tercipta.

Itu agak beda dengan di Muktamar Muhammadiyah. Boro-boro cari berkah, karena itu bid’ah. Papasan sama Profesor Doktor Haji Muhammad Amien Rais saja paling-paling cuma manthuk “Monggo, Paaak …,” gitu, atau maksimal salaman. Kalau mau cium tangan beliau bisa-bisa malah nganu.

Barangkali di sinilah kuncinya, kenapa kelucuan tak cukup terproduksi secara masif di kalangan Muhammadiyah. Anak-anak Muhammadiyah itu kurang nongkrong. Itu dia. Mereka berkumpul cuma untuk rapat organisasi, atau untuk pengajian. Rasanya tak cukup banyak kesempatan dan ruang-ruang buat cangkrukan nggak penting. Padahal dari glenyengan begituan, akan muncul beragam peristiwa, anekdot-anekdot, cerita tutur, dan khazanah folkor. Kalau kerangkanya selalu rapat dan diskusi, skill untuk menanggapi realitas dengan style glenyengan sambil menertawakan diri sendiri juga mustahil tumbuh subur.

Saya tahu, krisis kelucuan nggak bakalan masuk dalam agenda rapat Pimpinan Pusat. Namun, bagi saya dan jutaan orang lain seperti saya, aspek kehangatan semacam itu yang justru hadir dengan sangat riil, dan akan mewarnai cita rasa hubungan kasih sayang kami (ehem) dengan organisasi.

Dalam hal ini, bibit-bibit muda Muhammadiyah rasanya perlu berendah hati untuk belajar dari kawan-kawan NU, dan jangan melulu menjadikan PKS dan HTI (yang sama sekali nggak lucu itu) sebagai kawan seiring seperjuangan. Tanpa kelucuan, kehangatan kehidupan berormas dan beragama akan sulit terbangun.

Tenang saja, meski saya merokok, dan meski berkali-kali ada oknum intelektual muda nahdliyyin menawari saya KartaNu, saya tetap Muhammadiyah. Bagi saya perkara ormas ini pokoke pejah gesang ndherek simbok hahaha! Selama emak saya masih fanatik Muhammadiyah, saya akan terus di situ. Dan meski saya tetap ogah masuk struktur, kalau sudah pulang ke mBantul saya kepingin nongkrong ra mutu bareng teman-teman muda Muhammadiyah.

Sembari itu, saya mau menulis buku Kumpulan Humor Muhammadiyah. Tapi … apa bahannya ada?

Read More
Powered by Blogger.