Kompilasi tentang islam

Saturday, November 19, 2016

Bagaimana cara hidup Nabi s.a.w dan para sahabatnya dan ketidak tertarikan mereka terhadap dunia

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a: Demi Allah yang tidak ada sekutu bagiNya, (terkadang) aku tidur di atas tanah dengan perut lapar dan (terkadang) aku ikatkan sebuah batu ke perutku untuk menahan lapar. Suatu hari aku duduk di jalan yang biasa di lalui mereka (Nabi s.a.w dan para sahabatnya). Ketika Abu Bakar lewat aku memintanya membacakan untukku sebuah ayat Al-Quran dan aku memintanya hanya dengan maksud barangkali ia dapat menghilangkan rasa laparku, tetapi ia lewat begitu saja. kemudian 'Umar lewat di depanku dan aku memintanya membacakan sebuah ayat dari Kitab Allah, dan aku aku memintanya hanya dengan maksud barangkali ia dapat menghilangkan rasa laparku, tetapi ia lewat begitu saja. Akhirnya Abul Qasim (Nabi s.a.w) lewat dan ia tersenyum ketika melihatku kerana ia tahu maksudku hanya dengan melihat wajahku. Nabi s.a.w bersabda, "Wahai Aba Hirr!" Aku menjawab, "Labbaik, ya Rasulullah!" Nabi s.a.w bersabda kepadaku, "ikuti aku." Nabi s.a.w pergi dan aku berjalan di belakangnya, mengikutinya. kemudian Nabi s.a.w masuk ke dalam rumahnya dan aku meminta izin masuk ke rumahnya dan diizinkan. Nabi s.a.w melihat semangkuk susu dan berkata, "dari mana ini?" Mereka berkata, "itu hadiah dari si Fulan Untukmu." Nabi s.a.w bersabda. "wahai Aba Hirr!" Aku berkata, "labbaik, ya Rasulullah!" Nabi s.a.w bersabda, "Panggillah orang-orang Shuffah." Orang-orang Shuffah adalah tamu-tamu Islam yang tidak memiliki keluarga, wang atau seseorang yang dapat mereka minta pertolongan dan setiap kali objek sedekah (sesuatu yang diberikan dengan kemurahan hati) diberikan kepada nabi s.a.w, nabi s.a.w akan memberikannya kepada mereka sedangkan Nabi s.a.w sendiri sama sekali tidak menyentuhnya. Dan setiap kali hadiah apa pun diberikan kepada Nabi s.a.w, Nabi s.a.w akan memberikannya sebagian untuk mereka dan sebagian untuk diri nabi s.a.w . Perintah nabi s.a.w itu membuatku kecewa dan aku berkata kepada diriku sendiri, "Bagaimana mungkin susu semangkuk cukup untuk orang-orang Shuffah?" Menurutku susu itu hanya cukup untuk diriku sendiri. nabi s.a.w menyuruhku memberikan susu itu kepada mereka. Aku akan takjub seandainya masih ada sisa untukku. Tetapi bagaimanapun aku harus taat kepada perintah Allah dan Rasul-Nya. maka aku pergi menemui orang-orang Shuffah itu dan memanggil mereka. Mereka pun berdatangan dan meminta izin masuk ke dalam rumah. nabi s.a.w memberikan mereka izin. Mereka duduk di dalam rumah itu. nabi s.a.w bersabda, "wahai Aba Hirr!" Aku berkata, "labbaik, Ya Rasulullah!" Nabi s.a.w bersabda, "bawalah susu ini dan berikan kepada mereka." Maka aku membawa semangkuk susu itu kepada mereka satu persatu dan setiap mereka mengembalikannya kepadaku setelah meminumnya, mangkuk susu itu tetap penuh. Setelah mereka semua selesai minum dari mangkuk susu itu aku memberikannya kepada nabi s.a.w yang memegang mangkuk susu itu seraya tersenyum jenaka dan berkata kepadaku, "wahai Aba Hirr!" Aku menjawab, "labbaik, ya Rasulullah!" Nabi s.a.w bersabda, "masih cukup untuk engkau dan aku." Aku berkata, "Engkau berkata benar ya Rasulullah!" nabi s.a.w bersabda "Duduklah dan minumlah." Aku duduk dan meminumnya. nabi s.a.w berkali-kali memintaku untuk meminumnya hingga aku berkata "Tidak, demi Zat yang mengutusmu sebagai pembawa kebenaran, perutku sudah sangat kenyang." nabi s.a.w bersabda, "Berikan kepadaku." Ketika kuberikan mangkuk itu kepadanya, Nabi s.a.w memuji dan menyebut nama Allah dan meminum sisa susu itu. (8:459-S.A)
--------------------------------------

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.