Kompilasi tentang islam

Saturday, November 19, 2016

Pentingnya menjaga nikmat dari Allah SWT

Hikmah            pengajian ahad sore (pondok ihya ussunnah)

فإن كنت في نعمة فاحفظها | فإن المعاصي تزيل النعم
Jikalau engkau didalam suatu kenikmatan maka jagalah (dengan selalu taat padaNya) |
Karena sesungguhnya maksiat itu menghilangkan nikmat tersebut

Dan termasuk nikmat yang besar tatkala kedua orang tua kita masih ada
قال رسول الله ص م :
هما جنتك و نارك-الحديث
Artinya:
Kedua orang tuamu surgamu dan nerakamu-al hadits

Dan diantara akibat-akibat durhaka pada orang tua:
1-Dunia pergi dari dia dan dunia membencinya,
Ibarat orang mukmin membenci neraka

2-Jikalau ia memberi nasehat kepada orang-orang niscaya Allah akan balik hati orang-orang itu untuk tidak mendengar nasehat dari orang tersebut

3-Para wali-walinya Allah tidak memandangnya dengan rasa rahmat dan tidaklah lemah lembut pada orang tersebut sama sekali

4-Cahaya Imannya akan redup sedikit demi sedikit,
Seingga dikhawatirkan ia akan kafir pada Allah nantinya

Begitu pula sebaliknya Imbalan bagi orang yang taat pada orang tuanya:

1-Dunia mendatanginya juga cinta padanya
Ibarat orang mukmin mencintai surga

2-Jikalau ia memberi nasehat pada orang-orang,
Ucapannya menyentuh hati

3-Dicintai oleh Wali-walinya Allah

4-Imannya akan selalu bertambah sedikit demi sedikit hingga akhirnya akan sempurna imannya.A

(Habib Hamid bin Alwi Al-Ashriy)

Semoga bermanfaat bagi kita semua

Read More

HAK-HAK ISTERI TERHADAP SUAMI BAGIAN 3


   Diantara hak isteri pula adalah mengelola harta kekayaannya pribadi.

   Sebagaimana suami berhak memiliki harta kekayaan,maka isteri pun berhak memiliki harta kekayaan.

   Isteri mempunyai hak penuh untuk mengelola dan membelanjakan harta kekayaan yg diperolehnya dari hasil bekerja,warisan dari ayah atau ibunya,atau maskawin dari suaminya.

   Semua itu merupakan milik pribadi isteri yg tak boleh dipakai oleh suami,kecuali jika isteri merelakan untuk dipakai.

   Allah swt berfirman:

وان اردتم استبدال زوج مكان زوج وءاتيتم احداهن قنطارا فلا تأخذوا منه شيأ اتأخذونه بهتانا واثما مبينا*وكيف تأخذونه وقد افضى بعضكم الى بعض واخذنا منكم ميثاقا غليظا. سورة النساء: ٢٠- ٢١

Artinya:"dan jika kalian ingin mengganti isteri kalian dengan isteri yg lain,sedangkan kalian telah memberikan kepada seseorang diantara mereka harta yg banyak,maka janganlah kalian mengambil kembali darinya(isteri)barang sedikitpun.Apakah kalian akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yg dusta dan dengan(menanggung)dosa yg nyata?bagaimana kalian akan mengambilnya kembali,padahal sebagian kalian telah bergaul(bercampur)dengan yg lain sebagai suami isteti.Dan mereka(isteri-isterimu)telah mengambil dari kalian perjanjian yg kuat."(QS.An nisa:20-21)

   Menurut ibnu 'abbas,pengertian افضى dari ayat diatas adalah hubungan sek suami isteri.Allah menggunakan kata-kata tersebut secara kinayah dan pengertian ميثاقا غليظا dari ayat diatas adalah akad nikah.

Silahkan like dan share,semoga bermanfaat!!!

صلى الله على حبيب المحبوب محمد

والله اعلم بالصواب

Read More

NASEHAT GUS DUR

Orang ngotak-ngatik Qur'an dan hadist itu punya dasar dewe2..

tapi Pancasila ojo diotak-atik..

sebab pancasila itu payung bersama..

Naliko dulu ribut masalah pancasila,ono sing takon karo Bung Karno,,pancasila ki bener ora to?
Akhire Bung Karno jawab:yo kono takon karo Kyai Hasyim..

Jaman semono sopo sing iso ngalahke pintere Kyai Hasyim.Kyai saiki rata2 ming apal 4-5 hadist ae wis pamer,kemlinti..

karena berubung Kyai Hasyim itu hafal Kutubusittah ,kan ora perlu amer?!,ora tau trocol dalil...makane NU iki ora tau umuk muni: (kami berbangsa dan bertanah air).

Lha wong sing duwe bongso wong NU kok..sing biyen perang belo bongso yo wong NU,sing tumpah darah yo wong NU,sing ngajak bedo karo belanda yo wong NU..makane NU ki ra tau umuk..

koyo sampean nek wis apal karo bojone kan yo ra mungkin diumukke iki lho bjoku..lha nggih to?!..

dan wong nek wis apal karo bojone kan yo ra perlu to rono-rene gowo fotone bojone samar nek lali...wong apaaaal soale..nah,NU niku ngoten niku..?!

Dadi naliko Bung Karno ditanya sama Kyai Hasyim soal pancasila,Kyai Hasyim bertanya: iki sila Ketuhanan yg Maha Esa entuk seko endi?
terus Bung Karno jawab: niki saking Qulhuwallohhu Ahad Kyai...?

Kyai Hasyim jawab: o yo wis bener...dadi sak tebo-tebone NU ki barang bener.dadi arep mencok nang ngendi wae,model opo wae yo ra perlu di pikir iki bener opo ora?!yo mesti beneeeer...

Jadi dulu kanjeng nabi pernah berkata bahwa sesuk akhir zaman bakal lahir uwong sing ngalim, bener secara syar'I sing iso ngalahno konstantinopel.jenenge sultan Muhammad..

nah Sultan Muhammad niki ketika indonesia di jajah portugis,menurut Sultan Muhammad secara isyarohe indonesia iki kudu dadi negoro sing kuat islame...

nah, akhire karena berhubung sultan muhammad ini adalah ulama' as'ariyyah,maka sultan muhammad juga mengirim ulama2 as'ariyyah untuk mengislamkan tanah jowo sampai akhirnya jadilah tradisi walisongo..

makane terus muncul VOC itu...

Jadi yg memegagang kemandirian budaya bangsa ini dulu adalah nasionalismenya bung karno dan Nahdhotul Ulama'.
Agar apa?

Agar supaya budaya indonesia ini tidak bisa diambil oleh bangsa lain..

nah,mereka2 yg datang akhir2 ini kan ingin memisahkan kita dari kemandirian budaya bangsa ini..bedug disalahke,jare dalile bedug bid'ah..

Lha bedane bedug karo spiker ki opoo to..wong podo2 ming gawe ngundang uwong. wong bedug yo dudu syareat.

mulo berhubung bedug kuwi dudu syareat,arep ditabuh bocah cilik yo oleh,ditabuh wong edan yo oleh..

tp saiki mergo bedug wis kalah banter karo spiker,akhire akeh sing gowo spiker.
mengko suwi2 spiker yo ra kanggo..

sebab arep nang masjid di SMS.makane kolo wingi kulo pun matur,nek setan tenanan niku diwacakke ayat kursi insya Alloh setane kobong.....!!

tapi nek setan wujud menungso sing arep ngrusak kemandirian budaya bangsa ini, ayat kursi di gunakke..

tapi ayate sing ditinggal,kursine balangke..?!!!

Read More

INSPIRASI YANG INDAH

Suatu hari, Khalil Gibran bertanya kepada gurunya :" Bagaimana caranya agar kita mendapatkan sesuatu yg paling sempurna dalam hidup ...?"

Sang guru menjawab :" Berjalanlah lurus di taman bunga, lalu petiklah bunga yg paling indah menurutmu dan jgn pernah kembali ke belakang...!".

Setelah berjalan dan sampai di ujung taman, Khalil Gibran kembali dgn tangan kosong.

Lalu sang guru bertanya :" Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satupun...?"

Khalil Gibran :" Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya, tapi aku tidak memetiknya, karena aku pikir, mungkin di depan masih ada yg lebih indah. Namun ketika aku sudah sampai di ujung , aku baru sadar bahwa bunga yg aku lihat tadi adalah yg terindah, tapi aku tidak bisa kembali ke belakang lagi...!"

Sambil tersenyum sang guru berkata :"
Ya, itulah hidup...semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tidak akan pernah mendapatkannya, karena sebenarnya kesempurnaan yg hakiki tidak pernah ada, yg ada hanyalah keikhlasan hati kita untuk menerima kekurangan..."

*bila tidak bisa memberi manfaat, jangan merugikan.

*bila tidak bisa memberi kebagian, jangan menyusahkan.

* Bila tidak bisa memberi, jangan mengambil dengan dzolim.

* Bila mengasihi terlalu sulit, jgn membenci.  

* Bila tidak mampu menghibur orang, jangan membuatnya sedih.

* Bila tidak mungkin meringankan beban orang lain, jangan mempersulit / memberatkannya.

* Bila tak sanggup memuji, jangan menghujat

* Bila tak bisa menghargai, jangan menghina.

*Bila tidak bisa memperbaiki, jangan merusak.

* Bila tidak bisa menjadi penyebab orang lain masuk surga, jangan menjadi penyebab masuknya neraka.

* Bila tidak bisa menebar kebaikan, jangan menebar keburukan.

Berbuat baiklah kepada siapapun dan dimanapun, jika kamu lupa dimana kamu menabur benih, hujan akan memberi tahumu dan akan menumbuhkan benih tanamannya.

Apa yang kita tanam( baik/buruk) pasti kita akan memetiknya.

"JANGAN MENCARI KESEMPURNAAN, TAPI SEMPURNAKANLAH YANG TELAH ADA PADA KITA" . Smg bermanfaat

Read More

Berzikir kepada Allah

" Jangan kau meninggalkan zikir (mengingat Allah) hanya kerana ketidakhadiran hatimu di hadapan Allah saat berzikir! Kelalaianmu dari zikir kepada-Nya lebih buruk daripada kelalaian hatimu di saat zikir kepada-Nya. Semoga Allah berkenan mengangkatmu dari zikir yang disertai kelalaian menuju zikir yang disertai kesadaran; dari zikir hati, yang disertai hadirnya hati menuju zikir yang mengabaikan selain yang diingat (Allah). “ Dan yang demikian itu bagi Allah tidaklah sukar ”(Qs. Ibrahim: 20)

[ Syeikh Ibnu Atho’illah As-Sakandari رضى الله عنه  ]

Inilah tangga bertingkat dalam amal manusia, bahwa amalan itu terlihat zahir dan sampai terasa hingga ke batin. Dalam melakukan amalan, seseorang akan bertingkat-tingkat rasanya meskipun amalannya sama. Jika orang awam yang melakukannya, berbeda nilainya dengan seorang 'alim yang melakukannya. Dan di situlah kelebihan bagi orang-orang yang berilmu.

Namun, bukan berarti dengan tidak bisanya kita mencapai tingkatan amal yang bernilai dengan apa yang dilakukan orang alim, kita tidak melakukan amalan tersebut. Memang hakikat itu penting, tapi menuju pada tingkat hakikat itu perlu dilewatinya tangga syari’at. Seperti ungkapan yang sering kita dengar, “ Syari’at tanpa hakikat adalah buta, hakikat tanpa syari’at adalah sesat ”. Seorang melakukan amalan seharusnya mengetahui apa sebenarnya hakikat dari apa yang ia kerjakan. Kerana jika tidak ia mengetahui akan hakikat dari apa yang ia kerjakan, maka tidak akan ada perubahan dari apa yang ia kerjakan. Juga dengan sudahnya kita mengetahui hakikat dari sebuah amal, bukan berarti kita meninggalkan syari’at, kerana sejatinya semua perintah-perintah itu berupa syari’at yang harus dikerjakan tanpa menyinggung langsung hakikatnya. Sedangkan hakekat itu adalah olah rasa dan ilmu dari inti amalan-amalan yang dikerjakan.

Ibnu Atho’illah telah mengingatkan kepada para muridnya, bahwa zikir yang intinya mengingat Allah dengan hati yang sadar adalah penting. Namun jangan meninggalkan zikir meskipun belum bisa diri kita menghadirkan hati-hati kita dalam setiap zikir tersebut. Melalaikan zikir lebih buruk daripada tidaknya kita menghadirkan hati dalam zikir, meskipun inti zikir adalah menghadirkan hati untuk mengingat Allah. Ibnu Atho’illah mengingatkan pentingnya tetap melakukan syari’at  meskipun hati belum bisa hadir, kerana dengan tetap melakukan zikir-zikir tersebut, hati ini sedikit demi sedikit akan dibawa menuju tangga hakikat. Sehingga sang alim berkata dari zikir hati, yang disertai hadirnya hati menuju zikir yang mengabaikan selain yang diingat (Allah).

Read More

Ketika Murid Tidak Sesuai Harapan

Diceritakan dalam kitab Thobaqotus Syafi’iyyah bahwa Ar Robi’ bin Sulaiman ra. itu termasuk santri yang lelet alias susah paham, maka kadang pernah gurunya, yaitu Imam Asy Syafi’i ra., harus mengulangi satu masalah sampai 40 kali, itupun masih belum juga paham, lalu dia pun meninggalkan majlis itu karena merasa malu.

Kemudian Sang Guru memanggilnya dan mem-privat beliau pelajaran tadi hingga paham. Imam Asy Syafi’i berkata: “Hai Robi’, seandainya aku bisa memberimu ilmu semudah menyuapkan makanan, niscaya sudah aku lakukan.”

Diriwayatkan Imam Al Baihaqi dalam Manaqib Asy Syafi’i. Imam Al Ajuri dalam kitabnya, Akhlakul Ulama, berkata:

“Maka seorang guru harus ekstra sabar pada muridnya yang sulit paham, jangan kasar dan menghinanya sehingga membuat dia malu untuk belajar. Karena anda tidak tahu mana diantara murid-murid itu yang nanti akan menjadi murid paling berguna bagimu.”

Dan benarlah apa yang dikatakan Imam Al Ajuri, Robi’ inilah yang menjadi rowi utama Imam Asy Syafi’i, bahkan menurut ulama, jika ada perbedaan antara Imam Robi’ dan Imam Muzani maka Imam Robi’ lah yang dimenangkan.

*******

Ada satu kisah dari Waliyulloh Agung dari Pasuruan, Kiai Hamid, tentang bagaimana seharusnya seorang guru menghadapi murid yang tidak sesuai dengan harapannya seperti di atas.

Suatu hari di sekitar tahun 60-an, salah seorang santri beliau yang menjadi pimpinan GP Ansor Cabang Pasuruan nyaris putus asa dalam kaderisasi di ranting-ranting. Pasalnya, dari 100 lulusan pelatihan, paling hanya ada 3-5 orang kader saja yang betul-betul bisa diandalkan. Dalam kegalauannya ini, si santri memutuskan sowan pada Kiai Hamid dahulu untuk konsultasi.

Saat dia sowan, sembari menunjuk pada pohon-pohon kelapa yang berbanjar di pekarangan rumah, Kiai Hamid berkata panjang lebar.

“Aku menanam pohon ini, yang aku butuhkan itu buah kelapanya. Ternyata yang keluar pertama kali malah blarak, bukan kelapa. Setelah itu glugu, baru setelah beberapa waktu keluar mancung. Mancung pecah, nongol manggar, yang (sebagian rontok lalu sisanya) kemudian jadi bluluk, terus (banyak yang rontok juga dan sisanya) jadi cengkir, terus (sebagian lagi) jadi degan, baru kemudian jadi kelapa. Lho setelah jadi kelapa pun masih ada saput, batok, kulit tipis (yang semua itu bukan yg saya butuhkan tadi). Lantas, ketika mau diambil santannya, masih harus diparut kemudian diperas. Yang jadi santan tinggal sedikit. Lha itu sunnatulloh. Lha yang 95 orang kader itu, carilah, jadi apa dia. Glugu bisa dipakai untuk perkakas rumah, blarak untuk ketupat.”

Kalau inginnya mencetak orang ‘alim, tidak bisa diharapkan bahwa semua murid di kelas itu bakal jadi ‘alim semua. Pasti ada seleksi alam, akan ada proses pengerucutan. Meski begitu, bukan berarti pendidikan itu gagal. Katakanlah yang jadi hanya 5 %, tapi yang lain bukan lantas terbuang percuma. Yang lain tetap berguna, tapi untuk fungsi lain, untuk peran lain. (dari buku Percik-percik Keteladanan Kiai Hamid Pasuruan)

Read More

Ramalan Gus Dur Tentang Ahok Dan Kini Terbukti Sudah

Almarhum Nurcholis Madjid (Cak Nur) sambil bercanda pernah berkata: “Hal yang misterius dan hanya Tuhan yang tahu, selain jodoh, maut, dan rezeki, adalah Gus Dur”.

Gus Dur -allah yarham,- memang begitu misterius, hingga sikap, ucapan dan kebijakan beliau sering disalah pahami orang lain, bahkan oleh sebagian warga Nahdhiyin (NU) sendiri. Apalagi musuh-musuh beliau menilai bahwa ucapan dan sikap beliau tidak masuk akal, malah mereka “men-cap” beliau sebagai orang gila.

Namun belakangan terlebih setelah Gus Dur wafat, sikap dan ucapan beliau yang dianggap tidak masuk akal ternyata terbukti benar.

Seperti yang diceritakan para tokoh Vatikan, saat Gus Dur menjabat sebagai ketua PBNU, beliau mengunjungi Vatikan. Dan sambil guyon Gus Dur berkata bahwa beliau akan datang lagi ke Vatikan tapi tidak sebagai ketua PBNU tapi sebagai seorang Presiden.

Ucapan Gus Dur hanya dianggap candaan oleh para tokoh Vatikan. Dan ternyata pada kunjungan selanjutnya membuat tokoh Vatikan terkaget-kaget, Gus Dur memang datang sebagai seorang Presiden. Itulah mengapa beliau dijuluki “santo” oleh para tokoh Vatikan.

Saat Gus Dur diminta pertanggung jawaban oleh DPR, dengan gagah berani beliau datang ke gedung bundar dan menghadapi anggota DPR. Di hadapan mereka semua dengan lantang Gus Dur mengatakan bahwa DPR seperti Taman Kanak-kanak.

Saat itu banyak anggota DPR yang tersinggung dan menuding Gus Dur gila. Tapi pada kenyataan yang kita lihat, ternyata benar apa yang dikatakan Gus Dur. Anggota DPR senang ketika jalan-jalan dan tidur ketika sidang, senang rebutan proyek, hobbynya meminta-minta dari #papa_minta_saham, #mama_minta_s0ftex dan sekarang#si_papa_malah_minta_kasur dan masih banyak lagi.

Pak Sutarman adalah ajudan Gus Dur, dan Gus Dur pernah berkata pada Pak Sutarman: “Nanti Pak Tarman akan jadi Kapolda Metro setelah itu Pak Tarman akan menjadi Kapolri.” Pada saat itu Pak Sutarman hanya tertawa karena mengganggap itu tidak akan terjadi, bahkan bermimpi menjadi Kapolri-pun belum pernah. Dan tepat pada tanggal 23 Oktober 2013, Pak Sutarman resmi dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden SBY.

Pada 8 Januari 2006, Gus Dur pernah mampir ke rumah dinas walikota Solo untuk bertemu dengan beberapa tokoh agama. Saat itu Bung Joko baru 6 bulan menjabat walikota. Dan pada hari itu Gus Dur berkata: “Siapapun yang dikehendaki rakyat, termasuk Pak Jokowi ini, kalau dia jadi Wali Kota yang bagus, kelak juga bisa jadi presiden.” Bung Joko hanya senyam-senyum pada waktu itu.

Di pagi hari, Gus Dur meminta Kang Said (KH. Aqil Siradj) untuk menyediakan air putih dan roti tawar untuk sarapan. Lalu Gus Dur meminta Kang Said untuk membacakan kitab Ihya’ Ulumuddin. Baru dibacakan dua paragraf Gus Dur sudah mendengkur. Lima menit kemudian beliau terbangun dan berkata pada Kang Said: “Sampean akan menjadi ketua PBNU di atas usia 55 tahun”.

Pada Muktamar NU ke 30, Kang Said di usia 46 tahun mencalonkan diri menjadi ketua PBNU bersaing dengan KH. Hasyim Muzadi. Dan yang terpilih pada saat itu adalah KH. Hasyim. Dan pada muktamar NU ke 32, Kang Said mencalonkan diri lagi menjadi ketua PBNU dan beliau terpilih tepat di usia 56 tahun.

Setelah gagal menjadi gubernur Bangka Belitung, Koh Ahok bertemu Gus Dur dan Gus Dur berkata: “Kamu akan menjadi gubernur”.

Guru Besar UGM Profesor Suhardi, pernah menjadi Dirjen di Departemen Kehutanan di era Gus Dur. Di ruang ICCU berapa hari sebelum Gus Dur wafat. Gus Dur berkata pada Pak Hardi: “Pak Hardi saya titip bangsa ini. Tolong ikut dikawal Pansus Century di DPR. Besok Kamis saya akan pulang ke Tebuireng dengan diantar banyak orang. Saya sudah ditunggu ayah saya di sana,”

Dan masih banyak lagi kisah misterius tentang Gus Dur. Dan yang membuat tertawa adalah perkataan Gus Dur pada Fidel Castro: “Saya menjadi presiden dipilih oleh orang-orang gila”. Sekarang kita saksikan sendiri bagaimana perilaku mereka yang memilih Gus Dur pada masa itu.
semoga bermanfaat ….
amiin

Read More

Bagaimana cara hidup Nabi s.a.w dan para sahabatnya dan ketidak tertarikan mereka terhadap dunia

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a: Demi Allah yang tidak ada sekutu bagiNya, (terkadang) aku tidur di atas tanah dengan perut lapar dan (terkadang) aku ikatkan sebuah batu ke perutku untuk menahan lapar. Suatu hari aku duduk di jalan yang biasa di lalui mereka (Nabi s.a.w dan para sahabatnya). Ketika Abu Bakar lewat aku memintanya membacakan untukku sebuah ayat Al-Quran dan aku memintanya hanya dengan maksud barangkali ia dapat menghilangkan rasa laparku, tetapi ia lewat begitu saja. kemudian 'Umar lewat di depanku dan aku memintanya membacakan sebuah ayat dari Kitab Allah, dan aku aku memintanya hanya dengan maksud barangkali ia dapat menghilangkan rasa laparku, tetapi ia lewat begitu saja. Akhirnya Abul Qasim (Nabi s.a.w) lewat dan ia tersenyum ketika melihatku kerana ia tahu maksudku hanya dengan melihat wajahku. Nabi s.a.w bersabda, "Wahai Aba Hirr!" Aku menjawab, "Labbaik, ya Rasulullah!" Nabi s.a.w bersabda kepadaku, "ikuti aku." Nabi s.a.w pergi dan aku berjalan di belakangnya, mengikutinya. kemudian Nabi s.a.w masuk ke dalam rumahnya dan aku meminta izin masuk ke rumahnya dan diizinkan. Nabi s.a.w melihat semangkuk susu dan berkata, "dari mana ini?" Mereka berkata, "itu hadiah dari si Fulan Untukmu." Nabi s.a.w bersabda. "wahai Aba Hirr!" Aku berkata, "labbaik, ya Rasulullah!" Nabi s.a.w bersabda, "Panggillah orang-orang Shuffah." Orang-orang Shuffah adalah tamu-tamu Islam yang tidak memiliki keluarga, wang atau seseorang yang dapat mereka minta pertolongan dan setiap kali objek sedekah (sesuatu yang diberikan dengan kemurahan hati) diberikan kepada nabi s.a.w, nabi s.a.w akan memberikannya kepada mereka sedangkan Nabi s.a.w sendiri sama sekali tidak menyentuhnya. Dan setiap kali hadiah apa pun diberikan kepada Nabi s.a.w, Nabi s.a.w akan memberikannya sebagian untuk mereka dan sebagian untuk diri nabi s.a.w . Perintah nabi s.a.w itu membuatku kecewa dan aku berkata kepada diriku sendiri, "Bagaimana mungkin susu semangkuk cukup untuk orang-orang Shuffah?" Menurutku susu itu hanya cukup untuk diriku sendiri. nabi s.a.w menyuruhku memberikan susu itu kepada mereka. Aku akan takjub seandainya masih ada sisa untukku. Tetapi bagaimanapun aku harus taat kepada perintah Allah dan Rasul-Nya. maka aku pergi menemui orang-orang Shuffah itu dan memanggil mereka. Mereka pun berdatangan dan meminta izin masuk ke dalam rumah. nabi s.a.w memberikan mereka izin. Mereka duduk di dalam rumah itu. nabi s.a.w bersabda, "wahai Aba Hirr!" Aku berkata, "labbaik, Ya Rasulullah!" Nabi s.a.w bersabda, "bawalah susu ini dan berikan kepada mereka." Maka aku membawa semangkuk susu itu kepada mereka satu persatu dan setiap mereka mengembalikannya kepadaku setelah meminumnya, mangkuk susu itu tetap penuh. Setelah mereka semua selesai minum dari mangkuk susu itu aku memberikannya kepada nabi s.a.w yang memegang mangkuk susu itu seraya tersenyum jenaka dan berkata kepadaku, "wahai Aba Hirr!" Aku menjawab, "labbaik, ya Rasulullah!" Nabi s.a.w bersabda, "masih cukup untuk engkau dan aku." Aku berkata, "Engkau berkata benar ya Rasulullah!" nabi s.a.w bersabda "Duduklah dan minumlah." Aku duduk dan meminumnya. nabi s.a.w berkali-kali memintaku untuk meminumnya hingga aku berkata "Tidak, demi Zat yang mengutusmu sebagai pembawa kebenaran, perutku sudah sangat kenyang." nabi s.a.w bersabda, "Berikan kepadaku." Ketika kuberikan mangkuk itu kepadanya, Nabi s.a.w memuji dan menyebut nama Allah dan meminum sisa susu itu. (8:459-S.A)
--------------------------------------

Read More
Powered by Blogger.